Home » Flash Fiction » Prompt #42 Bunga Kertas
Doc: Sumber
Doc: Sumber

Prompt #42 Bunga Kertas

Doc: Sumber
Doc: Sumber

Aku menahan napas sambil menyembunyikan wajahku di balik sebuah kios yang menjajakan bunga saat kulihat seorang lelaki tua berjalan mendekat ke arahku. Tangan kanannya memegang sebuah benda serupa tangkai. Ia berjalan perlahan ke arah gundukan yang berada hanya beberapa meter di hadapanku, lalu duduk bersimpuh di salah satu ujungnya, sambil menancapkan benda yang di pegangnya tadi. Kulihat mulutnya bergerak seolah mengucapkan mantra. Entahlah, mungkin ia sedang melantunkan doa atau mungkin juga sedang bercakap-cakap dengan sosok yang tak dapat kulihat lagi.

“Maaf, Neng, ibu tidak kenal siapa yang menancapkan benda itu. Pokoknya, lelaki tua itu datang setiap Neng pulang”, begitu jawab pemilik kios bunga ini.

Suasana terasa mencekam, jari-jari tangan dan kakiku mulai terasa dingin. Konsentrasiku buyar hingga tak tahu harus berbuat apa. Pemakaman ini sepi, musim penghujan dan cuaca yang mendung membawa aroma mistis yang tak kusukai. Tubuhku merinding, namun kutepis semua resah karena aku sedikit lega akhirnya mengetahui sosok yang menjadi misteri beberapa hari terakhir ini. Kuputuskan untuk mendekatinya.

“Ibumu menyukai Bunga Mawar Putih, Saras. Bunga yang dahulu kerap dipintanya setiap kali umurnya bertambah”, suara lelaki itu parau terdengar di telingaku.

“Maaf bila engkau tak berkenan aku mengunjungi ibumu di peristrahatannya yang terakhir. Aku memahami kesalahan masa laluku pada kalian. Hari ini adalah hari ulang tahunnya. Hanya ini yang aku mampu berikan”, lelaki tua itu pun berdiri perlahan dan mulai beranjak pergi.

Kupandangi benda yang tertancap itu. Sekuntum bunga, terbuat dari kertas bekas. Buatan seorang pemulung yang satu minggu lalu kuusir saat datang ke rumah.

Kuseka airmata yang jatuh di pelupuk, pandangan mataku kabur. Masih bisa terlihat samar punggung yang terbungkuk menjauh saat aku berseru menyebut satu kata untuknya.

Ayah…

 

 

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Dokumen Pribadi

Prompt #48 Yang Tergantikan

Aku bergegas melangkah. Susah payah aku berjalan melewati gundukan demi gundukan tanah sambil terus memegangi ...

16 comments

  1. hikssss…. sedihhh mba *_*

  2. Promp kali ini banyak tulisan yang bikin sedih T_T

  3. Sedih ya ternyata ayahnya

  4. ternyata ayahnya, masih bisa dicari kah mbak ayahnya?

    • donna imelda

      Mbak Lidya, endingnya diserahkan pada pembaca. AKu sih kalo cukup karakter pengennya Saras memaafkan dan mendampingi ayahnya sampai akhir hayat sang ayah yang sudah renta. Kalo mbak?

  5. Sepertinya kalau dialog langsung yang begitu ndak usah di italic deh mak 🙂 Jadi rancu sama dialog dalam batin.

    Overall, it’s nice 😀

  6. sedih….. tapi akhirnya bisa ketemuan sama ayahnya

  7. aku kok ndak sedih membacanya ya.
    dan ini bikin aku sedih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge