Home » Family and Parenting » Process Control….pengendali hidup kami
process control

Process Control….pengendali hidup kami

Membawa sensasi kehangatan bersama dibarani kemarin mendorong hasrat menulis sambil duduk manis d sebelah tinto yang konsentrasi nyetir.
Hari ini aku menyebut dibarani sebagai process control atau pengendali proses dalam hidup kami.
Di teknik kimia, mata kuliah ini cukup menjadi momok karena tingkat kesulitan yang relatif tinggi. Analog dengan hidup yang kadang terasa rumit tuk dikendalikan.

Duduk berempat d kursi makan menikmati bakwan malang cak mat d sebuah mall di cibubur kemarin sore, celoteh dibarani mendominasi pembicaraan. Kami memaksimalkan telinga kami yang jumlahnya lebih banyak dari mulut dengan lebih banyak mendengar daripada berbicara. Fungsi kami saat itu hanyalah menstimulasi kemampuan berkomunikasi sambil menanamkan norma dalam diri mereka.

Sadar bahwa kami masih banyak menggunakan waktu untuk berjuang diluar rumah maka kami memilih untuk membekali mereka dengan norma, bukan dengan hukum atau aturan2 yang njelimet.
Dan proses ini hanya bisa berlangsung bila kami orangtua mereka pun punya norma.

Kami belajar untuk punya integritas di lingkungan kami, karena itu yang kami tanamkan pada mereka…bahwa lakukan hal yang baik dan jangan lakukan yang tidak benar bukan karena orang lain namun lakukan lah sebagaimana mestinya itu dilakukan.
Jadi kalau kami lakukan yang tidak seperti itu maka kami tahu…kami tidak pantas mengajarkan itu kepada dibarani.
maka dibarani lah yang menjadi control atas proses tumbuh kami untuk memiliki integritas.

Citra adalah siapa kita menurut pandangan orang lain, namun integritas mencerminkan siapa kita sesungguhnya.

Banyak sekali norma dalam hidup yang terus kita pelajari seumur hidup kita….
namun kami mengajarkan dalam bahasa yang sedikit berbeda.
Kami mengajarkan bukan dengan kata “tidak boleh” atau “jangan”,
namun dengan pertanyaan yang akan mereka temukan sendiri jawabannya.

kalo mereka meminta sesuatu atau menanyakan sesuatu berkaitan dengan norma tadi.
maka kami akan menjawab dengan pertanyaan…dan sedikit membantu dengan memberi “clue”

“menurut kalian gimana?…emang kalo itu dilakukan hasilnya gimana?
kalo misalnya enggak dilakukan, gimana?
lalu kesimpulannya…sebaiknya dilakukan atau tidak ya?
dan mereka sudah tau jawaban nya….

Alhamdulillah semua berlangsung smooth…kami tidak pernah khawatir membawa mereka kemana pun..
karena mereka terbiasa bagaimana harus bersikap.

dan pada akhirnya
sebenarnya, kami…orang dewasa inilah yang akhirnya harus terus belajar..
godaan tentu ada…tetapi jalan terbaik untuk menghadapi godaan adalah menjadi pengecut….*mark twain

karena kami tahu…bahwa control dalam hidup kami….
pengendali proses kami dalam menua dan menjadi bijaksana
adalah anak-anak kami..belahan jiwa kami
tak mungkin kami mengajarkan kebajikan bila yang kami lakukan adalah keburukan….

jakarta, 2 november 2009
sepanjang cimanggis – darmaga
untuk yang bersama nya kami tertatih dan berdoa

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

P8140535 - Copy

traveling asyik dimata anakku, lagu rindu sang bunda di bibir anaknya…

 Karena lagu yang tinggal diam di dalam hati seorang ibu, bernyanyi diatas bibir anaknya. Cuplikan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge