Home » Family and Parenting » Pentingnya Memahami Karakter Anak dengan Memahami Karakter Diri
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Pentingnya Memahami Karakter Anak dengan Memahami Karakter Diri

Memahami orang dan kodrat manusia hanya soal mengenali dan mengakui orang sebagaimana mereka adanya, bukan apa yang anda kira atau pikirkan tentang mereka, dan bukan pula anda menginginkan mereka menjadi apa. Les Giblin

Memiliki dua orang putri yang hanya berjarak satu tahun membuat banyak orang mengira mereka anak kembar. Namun kenyataannya mereka adalah dua pribadi yang sungguh berbeda dalam banyak hal. Postur tubuh mereka memang setipe. Keduanya memiliki tubuh yang lebih suka tumbuh ke atas daripada ke samping. Tapi jangan tanya karakter mereka, bagai langit dan bumi perbedaannya. Bagaimana saya menyikapi perbedaan itu dalam mendampingi tumbuh kembang mereka yang kini telah remaja belasan? Ini yang saya lakukan.

Mengenal Karakter Dasar Manusia
Saya sangat menyukai teori dasar tentang personality yang saya baca dari buku yang berjudul Personality Plus. Buku favorit yang ditulis oleh Florence Littauer ini memperkenalkan empat karakter dasar manusia, yaitu koleris, melankolis, plegmatis atau sanguin. Beruntung saya mengenal teori ini sejak anak-anak batita, sehingga sejak mereka kecil saya sudah belajar mengenali karakter mereka, yang mana dari salah satu karakter di atas atau kombinasi di antara empat karakter tersebut yang menjadi karakter mereka.

Ciri khas masing-masing karakter itu sebenarnya mudah dikenali. Mengutip dari buku tersebut di atas, ada kalimat yang pas untuk menggambarkan empat karakter tersebut dalam mengerjakan sesuatu, yaitu:

  • Koleris: Mari kita kerjakan dengan cara saya
  • Melankolis: Mari kita kerjakan dengan sempurna
  • Plegmatis: Mari kita kerjakan dengan damai
  • Sanguin: Mari kita kerjakan dengan gembira

Tentu saja setiap karakter memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Pemahaman tentang karakter bukanlah untuk memberi label sehingga kita dengan mudahnya menghakimi seseorang, dan bukan juga untuk berlindung di balik karakter yang kita miliki. Selain itu, setiap orang biasanya memiliki lebih dari satu karakter dalam dirinya, mengoptimalkan bagian yang terbaik diri dan memahami serta mengisi kekurangan karakter orang lain, adalah salah satu cara menyikapi perbedaan karakter antar manusia.

Memahami Karakter Anak
Dalam keluarga kecil saya, ada tiga orang yang memiliki karakter dominan sebagai plegmatis, yaitu kedua anak saya dan ayah mereka. Namun karakter paduannya berbeda-beda. Saya yang sebenarnya memiliki ambang batas kesabaran yang rendah, tentu saja akan mengalami banyak kesulitan bila tak memahami mereka para plegmatis yang santai dan cinta damai ini. Saya inginnya serba cepat, serba teratur. Tak heran bila anak pertama saya sering menggoda saya dengan kalimat, “woles, bun… ntar juga kita kerjain.”

Si kakak –yang saya panggil Diba– memiliki paduan karakter pelengkap yang unik, yaitu plegmatis dan sanguin. Terbayang betapa bahagianya memiliki Diba, baik sebagai kawan ataupun anak. Ciri khas seorang plegmatis yang mengerjakan segala sesuatunya dengan damai berpadu dengan keceriaan seorang sanguin yang melakukan banyak hal dengan senang. Orang dengan karakter seperti ini adalah pendengar yang baik dan teman yang menyenangkan. Tak heran bila Diba sering bercerita bahwa ia selalu menjadi sasaran curhat teman-teman sebayanya.

Saya tahu persis karakter anak saya yang pertama ini, maka saya pun selalu berusaha memperlakukan Diba sesuai dengan karakternya. Cita-citanya menjadi seorang sineas, karakter plegmatis yang damai seperti Diba acapkali harus dikuatkan dan dibantu membuat goal dan mencapai targetnya. Namun bukan dengan tekanan apalagi ancaman, gunakan kata-kata yang mendukung dan afirmasi yang positif. Plegmatis memang terlihat lamban, namun bila ia sudah yakin dan menemukan alasan untuk mencapai sesuatu, maka percayalah, ia akan melesat cepat, kita hanya perlu menginisiasi, lalu terus mendukung dan memberinya semangat.

FB_IMG_1439509127334

Sebagai seorang yang juga membawa karakter sebagai seorang sanguin selain karakter plegmatis yang dominan, Diba memang acapkali terlihat happy, namun seringkali gagal fokus dan sukar mengatur prioritas. Sebagai plegmatis sanguin ia cenderung malas dan santai, mudah sekali lupa dan sering ceroboh. Tapi itu tak menjadi masalah besar karena saya memahami dan tahu bagaimana menanganinya. Tugas sayalah yang membantu mengorganisasinya, tak bosan mengingatkan ia tentang banyak hal, dari sekedar merapikan tempat tidur, menyimpan uang sampai pemilihan cara berpakaian. Dari menyusun prioritas, membuat jadwal hingga membangun impian.

Rani sang adik berbeda dengan kakaknya. Meski sama-sama memiliki karakter plegmatis yang dominan seperti ayah mereka namun si adik yang saat ini berusia 13 tahun memiliki campuran si melankolis yang sempurna. Cita-citanya menjadi penulis dan relawan dunia. Anak gadis ini rapi dan teroganisir namun demikian tetap sulit untuk mengambil keputusan dan mudah kecewa bila harapannya tak terwujud. Kalimat “menurut pendapat bunda, bagaimana sebaiknya” tak jarang terucap dari bibir Rani. Ia tetap membutuhkan kata-kata motivasi atau kata-kata pendukung yang menguatkan.

Sisi melankolisnya membuat Rani menjadi andalan untuk membantu merencanakan atau membereskan banyak hal. Bila saya melakukan perjalanan ke luar kota, maka ia yang menggantikan beberapa tugas ringan saya membereskan rumah. Ia juga seorang penyaji materi yang menyenangkan, bila berbicara tutur katanya rapi dan mudah dicerna. Ia sangat apik, detail dan telaten. Misal, bila memakai baju, pasti butuh waktu lebih lama dari kakaknya, memastikan warna atau model sesuai padanan dan seleranya.

Kebersamaan yang hangat dalam perbedaan
Pemahaman mengenai karakter diri yang saya tularkan kepada mereka membuat keduanya tahu betul kelebihan dan kekurangan yang mereka miliki. Dengan sadar mereka berdua saling melengkapi. Si kakak menjadi sahabat terbaik adiknya dan sang adiknya menjadi manajer terbaik buat sang kakak. Hal ini juga yang kemudian menjadi dasar pembagian tugas lucu-lucuan yang mereka sepakati. Tugas utama si kakak adalah dinas luar, alias kebagian urusan ke warung atau ke supermarket, sementara si adik tugas utamanya ada di sektor domestik seperti menyapu dan menata perabotan rumah tangga.

Pemahaman ini juga membuat tugas saya sebagai ibu lebih ringan. Kami bertiga menjadi sebuah tim yang solid karena saling memahami karakter masing-masing dan berusaha menjadi good team player di dalamnya. Mereka juga sepertinya paham betul dengan karakter ibunya, meski mereka belum pernah belajar tentang teori karakter secara mendalam. Mereka belajar dari kebersamaan di keseharian kami. Kalimat andalan mereka buat saya adalah, “woles bunda… nanti pas pulang pasti semua sudah beres” menjadi indikator mereka memahami karakter campuran saya.

Hmm, kira-kira, karakter saya apa ya? Ada yang mau mencoba menebak? Monggo….

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

15thn

15 tahun…wedding anniversary

Tahun ini genap 15 tahun usia pernikahan kami dan 13 tahun saya menjalani kehidupan dengan ...

9 comments

  1. Hikmah punya anak beberapa ya,Mbak … Kita jadi pinter, tiap hari tambah ilmu menghadapi sifat masing masing anak. Mereka sekolah kita sebenarnya 🙂

  2. Yaps, setiap anak berbeda ya Mbak karakterknya apalagi cowok sama cewek, semoga para orang tua bisa menempatkan dirinya sesuai karakter anaknya 🙂

  3. Kalau, aku ayuk kerjakan satu demi satu, heheheh
    Tulisannya runtut sesuai karakter, maksutnya karakter dosen, hehehe
    Nefertite Fatriyanti recently posted…Piknik Itu Penting dan MenyenangkanMy Profile

  4. Waahh salah satu teori Psikologi Kepribadian kuno yang masih banyak dipakai yaa
    Maya Siswadi recently posted…Mengajarkan Anak Cara Menghadapi Orang AsingMy Profile

  5. Baca ini jadi mikir, aku yang mana ya? 🙂
    Lestarie recently posted…Reschedule atau Batalkan Tiket Kereta?My Profile

  6. Bener mba donna, anakku dua beda2 karakternya jadi cara menghadapinya juga beda ya
    Dewi Rieka recently posted…Cerita di Balik Semarang Coret 🙂My Profile

  7. saya gak berani nebak ah takut bener 😀
    Irwin Andriyanto recently posted…Manfaat Yoghurt Heavenly Blush untuk KesehatanMy Profile

  8. Hi mbak Donna.. seneng aku baca artikelmu ini, jd ikut menilai karakter anakku juga. Sempat salah menyikapi dan terbukti nggak berhasil karena gak sesuai dgn karakter anakku… aq mw coba nerapin apa yg mbak Donna praktekkan ke Diba & Rani.. thank you mbak..

  9. Rasanya aku sedikit mirip Diba deh, bu..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge