Thursday, November 23, 2017
Home » Cerita di Balik Kisah » Panah Sang Cupid… #AdistySeries
golden-arrow

Panah Sang Cupid… #AdistySeries

Beberapa malam terakhir ini langit Teluk Jakarta tak berhiaskan bintang, aku hanya dapat menatap sebuah kekosongan disini, disuatu tempat yang sama persis setahun yang lalu saat sebuah cerita mengalir memenuhi sebagian jalan hidupku. Langit yang lengang pun kemudian menggeliat, membangunkan sebentuk pertemuan antara aku dan ia ketika itu. Berbaring bersisian menghadap langit yang kala itu cerah, pasir yang putih nan lembut menjadi alas tubuh kami, diiringi dengan debur lembut ombak, sambil menatap bintang2 yang bertaburan diantara purnama, untaian peristiwa itu pun terurai.

Teringat rangkaian percakapan kami kala itu.
Gie….aku lirih memanggil pria disampingku. “kok diam?, tanyaku
Aku menoleh dan melihat wajahnya yang masih tenang memandang bulan yang bulat penuh terang di langit. Aku tau persis pria yang kukenal sejak sekolah menengah pertama ini termasuk lelaki yang tak banyak mengumbar kata, namun kali ini ia lebih diam dari biasanya, dan ini membuatku sedikit resah.

“Aku harus mengatakan sesuatu, Adis…” jawabnya
“besok aku akan kembali ke Denpasar, dan aku ingin kamu tau sesuatu sebelum aku pulang”, Gie melanjutkan kalimatnya.

Aku tiba-tiba merasa ini terlalu serius untuk diungkapkan, aku memperbaiki sikap tubuh, bangkit dari posisi rebah ke posisi duduk dan siap menyimak apa yang akan ia katakan. Benakku mendadak sesak dengan tanda tanya, apa gerangan yang hendak ia katakan.

Aku menatap air muka damai miliknya, pria yang membuatku tergila-gila saat remaja dan sempat membuatku harus banyak melakukan kegilaan hanya sekedar untuk bisa menarik perhatiannya kala itu. Lelaki pandai, tak banyak kata, yang selalu berjalan dengan postur tubuh tegap, dan langkah teratur telah mencuri hatiku. Lelaki yang bahkan waktu kami sekelas tak pernah sekalipun menyapaku ini sungguh sempat membuatku senewen. Bukan aku tak tau ia sering mencuri pandang ke arahku, ekor mataku bisa menangkapnya, tapi saat aku mendekati dan menggoda, ia hanya membalas dengan senyuman…senyum yang aku tak tau artinya kecuali membuat aku semakin penasaran. Beruntung waktu tak berpihak padaku untuk berlama-lama bersama karena kemudian kami terpisahkan oleh jarak dan waktu. Kami melanjutkan sekolah di kota yang berbeda. Entah apa yang terjadi bila kami masih bersama dengan situasi seperti itu.

Kualihkan pandangan ke arah pantai, tak ada suara apapun kecuali deburan ombak menghantam lembut pemecah gelombang. Gie masih diam, tenang menatap purnama yang semakin tinggi. Aku mulai tak sabar menantinya berbicara.

“bicaralah, Gie…aku ingin mendengarnya sekarang”

Gie kemudian mengambil sikap yang sama, kini kami sama duduk, sama tak saling menatap dan memandang jauh ke depan, ke dalam kegelapan cakrawala nan jauh disana. Aku berharap bisa menyandarkan kepala ku ke bahunya yang kokoh dan mulai berkhayal, apakah puisi cinta yang aku pernah impikan dulu kini akan ia sampaikan. Apakah ia akan mengatakan bahwa waktu tak merubah rasa diantara kita meski kata cinta tak sempat disampaikan kala itu, tak lekang meski belasan tahun terpisah dan beberapa lali purnama telah menghangatkan kembali rasa itu. Ah…khayalku semakin jauh.

Perlahan Gie meraih telapak tanganku, lembut meletakkan diatas telapak tangan kirinya lalu menyentuhkan telapak kanannya dipunggung tanganku yang diraihnya, mengusap perlahan dan mulai berujar. Aku menahan nafas, melayang, membayangkan cupid-cupid yang selalu engkau ceritakan itu mulai mengarahkan anak panahnya. Sungguh Gie…aku berharap panah itu terarah padamu…..untukku, malam ini….

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

IMG_1018

Yang Pertama Buatmu, Bukan Hanya Aku #ArgaSeries #5

Aku memegangi kepalaku dengan kedua tangan, seolah menopang isi kepalaku yang mendadak sarat oleh pengakuan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge