Home » Cerita di Balik Kisah » Oase…. #DevinaSeries
P6082291

Oase…. #DevinaSeries

"Ada apa, Na"…sapa Adrian lembut di ujung telepon.

"Gak ada apa-apa, dri, aku cuma lagi butuh teman ngobrol" jawabku

"Ah, selalu begitu,.., ayolah cerita, pasti lagi gak enak hati kan?

"Lah…kok maksa, kalo dibilang gak ada apa-apa itu berarti memang gak ada apa-apa dan gak usah dilembut-lembutin gitu deh suaranya" jawabku setengah merajuk

"Iya….iyaaaa, gak ada apa-apa, bukan begitu tuan putri?

Lalu terdengar tawa renyah diujung sana, begitu renyah sehingga aku pun ikut tertawa bersama sore itu. Sudah lama rasanya aku tak menghubungi Adrian, jangankan untuk bertemu, sekedar menyapa dan menanyakan kabar pun sudah lama sekali tak kami lakukan. Aku mencoba mengingat-ingat, kapan kami tertawa bersama seperti ini.  Rasanya hal itu sudah berlalu lebih dari satu tahun, waktu itu kami sempat bertemu saat aku berada di Bandung untuk urusan pekerjaan. Itu pun karena kesibukan, kami hanya dapat bertemu di sebuah coffe shop. Hujan menahan kami berdua cukup lama saat itu, setidaknya cukup buat ku mengisi ruang kosong hati terkuras kerasnya hidup di Jakarta.

"sok atuh, mangga, mau ngomong apa? Adrian memutus tawa kami dengan logat Sunda nya yang khas, mengingatkan aku pada ibunya yang sama lembutnya dengan Adrian saat berbicara.

Aku hanya mengulang hal yang sama bahwa tak ada yang hendak aku sampaikan, bahwa benar aku hanya butuh teman ngobrol sore ini. Dari sekian banyak orang di sekitar ku, aku tau bahwa hanya Adrian yang selalu bersedia mendengarkan dan berbagi

"Kamu aja yang cerita, dri….lagi dimana dan lagi ngapain, gimana perkembangan proyekmu di sana"

Lalu dari situ mengalirlah obrolan tentang bermacam hal, dari Aminah sampai Zulehah, begitu kami menyebut obrolan kami yang seolah dari A sampai Z itu. Aku tak pernah ragu untuk menghubungi Adrian saat aku merasa butuh, di sela-sela kesibukannya sebagai konsultan Adrian memang istimewa, dia selalu terasa tulus saat mendengarkan, hal yang belum aku temukan dari lelaki lain sejak kami berpisah.  Emosiku yang selalu naik turun tergantung suasana hati tak pernah membuatnya penat melayani hatiku. Meski tak ada romantisisme lagi diantara kami, kami selalu dalam keadaan terhubung, tak ada kata sedang sibuk buatku, entah lewat sosial media atau pesan pendek, meski hanya sekedar menanyakan, "apa kabar", Adrian selalu punya waktu untukku.

"Oke…sudah enakan khan hatinya? kapan-kapan ngobrol lagi ya? Begitu Adrian menutup pembicaraan"

Tak satu pun obrolan yang membicarakan permasalahan hidup kami, tak ada rahasia hati yang keluar lewat mulutku maupun Adrian, kami sama tahu, ada pagar yang membatasi kami. Cukup hati kami yang bicara bahwa selalu ada peduli diantara kami, ada kasih yang takkan terhenti,  Bagai oase buat kering relung jiwa…. sore ini,

 

Jakarta, 17 Juni 2013

 

 

 

 

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

IMG_1018

Yang Pertama Buatmu, Bukan Hanya Aku #ArgaSeries #5

Aku memegangi kepalaku dengan kedua tangan, seolah menopang isi kepalaku yang mendadak sarat oleh pengakuan ...

2 comments

  1. wuih, baru mampiri web bundon dan disambut cerita ini… daaann… greget!
    dan mengintip #DevinaSeries lainnya (^^)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge