Saturday, November 18, 2017
Home » Review and Event » Multiple Intelligences dan Pendekatan No-Comparison Parenting Pada Anak
10394547_10152514264431359_654011151592123354_n

Multiple Intelligences dan Pendekatan No-Comparison Parenting Pada Anak

Bagai gelas yang bertemu dengan tutupnya, begitulah yang saya rasakan ketika mendapat undangan untuk menghadiri sebuah talk show yang berbicara tentang Multiple Intelligences. Kebetulan, beberapa hari sebelum undangan itu diterima, saya dan kedua putri saya baru saja berdiskusi hangat tentang kecerdasan majemuk bersama. Putri kedua saya membawanya sebagai oleh-oleh dari sekolah buat kami. Sungguh sebuah bahan diskusi menarik yang dinikmati sambil minum teh sore hari itu.

Multiple Intelligences atau Kecerdasan Majemuk sebenarnya bukanlah hal baru di dunia tumbuh kembang anak. Saya sudah mengenalnya sejak akhir tahun 1990-an, tak lama setelah saya menikah dan mempunyai anak. Sejauh pengamatan saya, tak ada sesuatu yang betul-betul baru tentang hal ini melainkan pengembangan teori yang sudah ada dan terus berkembang seiring dengan perkembangan jaman.

Pada awalnya ada 7 jenis kecerdasan majemuk pada anak yang diperkenalkan oleh seorang tokoh pendidikan dan psikologi berkebangsaan Amerika bernama Howard Gardner. Namun, pada tahun 1990-an, Howard Gardner menambahkan Kecerdasan ke delapan yaitu Kecerdasan Alam dan Kecerdasan Naturalis. Delapan kecerdasan tersebut adalah:

1. Kecerdasan Bahasa,
2. Kecerdasan Logika,
3. Kecerdasan Intrapersonal,
4. Kecerdasan Interpersonal,
5. Kecerdasan Musik,
6. Kecerdasan Visual dan Kecerdasan Spasial
7. Kecerdasan Kinestetik
8. Kecerdasan Alam dan Kecerdasan Naturalis

Setiap anak adalah sebuah pribadi yang unik, tentu saja anak yang satu berbeda dengan anak yang lain bahkan bila mereka adalah anak kembar sekalipun. Begitu juga dengan kepintarannya. Namun masih saja ada orangtua yang belum menyadari tentang hal ini. Padahal pendekatan no-comparison parenting dalam pengasuhan anak mutlak diperlukan untuk setiap anak. Sudah tidak lagi masanya orangtua membanding-bandingkan kepintaran anak yang satu dengan yang lainnya.

Pada talk show tanggal 1 Oktber 2015 kemarin, Thomas Armstrong, Ph. D, seorang ahli di bidang Multiple Intelligences menuturkan kepada kami tentang delapan Kecerdasan Majemuk dengan istilah yang berbeda namun memiliki substansi yang sama. Beliau menggunakan istilah untuk delapan kepintaran tersebut dengan: Word Smart, Number Smart, Picture Smart, Body Smart, Music Smart, People Smart, Self Smart dan Nature Smart.

Dalam talk show sekaligus peluncuran kampanye #BedaAnakBedaPintar oleh Wyeth Nutrition yang memproduksi susu S-26 Procal Gold ini, dikatakan bahwa sangat penting bagi orangtua mengetahui jenis kepintaran apa yang dimiliki oleh anaknya. Untuk itu orang tua perlu mengenali delapan jenis kepintaran tersebut sehingga tahu bagaimana cara menstimulasi anak sesuai dengan kepintaran yang mereka miliki tersebut.

Tentu saja hal ini tak bisa dicapai tanpa ada upaya orang tua mengenalinya. Orang tua perlu dengan sengaja meluangkan waktu yang cukup bersama anak-anak sambil mengamati tingkah laku mereka. Studi di Universitas Harvard menunjukkan bahwa anak-anak dapat menunjukkan kecerdasan mereka lewat berbagai cara. Ada yang melalui kata-kata, angka, musik, gambar, kemampuan atletik atau permainan ketangkasan, serta perkembangan emosi dan sosial. Berikan sebanyak mungkin pengalaman untuk anak-anak sehingga kepintaran yang mungkin masih belum terlihat bisa muncul dan kemudian terasah menjadi seminar.

Pada anak-anak, sejak kecil saya men-treatment mereka dengan perlakuan yang berbeda. Selain karena mereka dikenali memiliki karakter yang berbeda, ternyata jenis kepintaran mereka juga berbeda. Obrolan saya dan anak-anak di teras rumah sore kemarin membuat saya bersyukur bahwa di usia mereka yang baru memasuki usia remaja, mereka sudah mengenali jenis kepintaran yang mereka miliki.

Saya memang jenis ibu yang cenderung membebaskan anak untuk memilih atau melakukan banyak hal sesuai dengan keinginan mereka, karena dari situ saya bisa melihat kecenderungan mereka terhadap suatu hal. Misalnya si kakak yang sejak kecil terlihat memiliki Body Smart. Meski perempuan, saya membebaskan ia untuk memilih olaharaga sepak bola dan futsal untuk bermain. Saya juga tidak marah kalau hampir pada setiap buku pelajarannya saya menemukan banyak coretan berupa sketsa komik, karena aktivitas itu salah bentuk Picture Smart yang dimilikinya.

Berbeda dengan si adik yang memiliki Self Smart. Saya memilih menjadi teman setianya, siap sedia bila diperlukan dan memberi ruang seluas-luasnya untuk ia berkreasi tanpa terlalu sering mengintervensi. Anak dengan kepintaran ini memang cenderung bermain sendiri, tahu tujuan dan memiliki rasa percaya diri yang kuat dan bisa mengkomunikasikan perasaannya. Word Smart yang dimilikinya juga terlihat dari bagaimana dia betah membaca sendirian, menulis, mendengarkan cerita dan berbincang dengan saya, kakak dan ayahnya.

Keduanya memiliki People Smart dengan kadar yang berbeda. Meski si kakak lebih supel dan mudah bergaul, keduanya memiliki banyak teman dam memiliki empati yang baik terhadap teman atau orang lain. Mereka juga pandai memahami perasaan orang lain. Saya hanya perlu menstimulasi agar lebih optimal dengan memberikan mereka pengalaman bertemu lebih banyak orang dan melakukan banyak kegiatan bersama orang lain.

Selain di keseharian kami, kegiatan traveling juga menjadi pengalaman dan momen yang tepat untuk menstimulasi kepintaran mereka. Dari mulai berkemas, selama perjalanan dan ketika mereka mengekplorasi lingkungan baru di tempat-tempat yang mereka kunjungi. Sejak kecil saya mengajarkan mereka untuk bertanggungjawab terhadap barang-barang pribadi yang mereka harus bawa, mengajarkan mereka untuk mudah beradaptasi dalam setiap situasi di perjalanan, termasuk belajar berinteraksi dengan orang lain yang mereka temui di perjalanan.

Alhamdulillah, makin hari kecerdasan mereka semakin terasah, mereka bisa menyelesaikan masalah-masalah yang timbul di keseharian mereka. Baik yang menyangkut mereka pribadi, maupun yang timbul karena kegiatan atau interaksi mereka di luar rumah. Dan beruntungnya saya, mereka selalu dengan senang hati menceritakan apapun pada saya. Tak apa repot sedikit untuk tumbuh kembang mereka sesuai dengan kepintaran masing-masing, karena hasilnya akan kita nikmati bersama kelak.

Karena #BedaAnakBedaPintar

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

IMG20170624114433

[Resensi Buku] JAVASIESTA 17/17 – Indri Juwono

Perjalanan dengan seorang teman juga menjadi kendali pada diri sendiri. Bisakah tetap dengan karakter sendiri, ...

2 comments

  1. Jadi kepengen ketemu sama duo krucilsmu, Mak 🙂

    Semoga next time ya
    Lestarie recently posted…Satu Blogpost Itu TantanganMy Profile

  2. Nambah ilmu lg soal parenting lg dr mb Donna. Like this a lot…
    shinta daniel recently posted…Skincare essentials untuk ibu hamilMy Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge