Wednesday, November 14, 2018
Home » Uncategorized » Tips Menulis Artikel Ala Hipwee
44843854_10156254053651359_6019545155248324608_n

Tips Menulis Artikel Ala Hipwee

Perkembangan teknologi informasi yang cepat saat ini sejalan dengan peningkatan arus informasi yang tak kalah kencang. Namun sayangnya hal ini tak selalu diikuti dengan peningkatan kualitas informasi yang baik. Jangankan bicara kualitas, bahkan kebenaran sebuah informasi pun terkadang patut dipertanyakan mengingat banyak pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu mengambil kesempatan.

Menyadari perlunya partisipasi banyak pihak untuk ikut menyampaikan informasi yang benar dan berkualitas, forum Dompet Dhuafa sebagai salah satu lembaga zakat Indonesia mengadakan program yang diberi nama Level Up mengajak partisipasi publik –dalam hal ini blogger– untuk meningkatkan kemampuan dalam menyampaikan informasi yang berkualitas. Harapannya adalah melalui tulisan para blogger informasi yang benar dan berkualitas dapat disampaikan kepada masayarakat dimanapun mereka berada sehingga kemudian mampu menginspirasi masyarakat lainnya untuk untuk menyampaikan informasi yang benar dan berkualitas pula.

Sesuai dengan tagline program Level Up yaitu kreatif, inovatif dan menginspirasi, maka di acara Level Up hari ini, Kamis 25 Oktober 2018 ini dihadirkan dua orang pakar yaitu Mas Sony dari Hipwee yang akan berbagi bagaimana membuat konten yang kreatif dan Mas Topan dari Dompet Dhuafa yang akan berbagi kiat-kiat memotret dengan menggunakan smartphone. Nah, apa saja yang mereka bagi buat kami seharian tadi, silakan lanjutkan membaca ya.

Menulis Konten Kreatif ala Hipwee

Mengapa ala Hipwee? Alasannya sederhana sih, karena banyak orang tahu terutama pengguna internet atau netizen bahwa Hipwee adalah The Most Reliable and Engaging Content in Indonesia. Agak susah memang mendefinisikannya, sehingga saya lebih suka mengutip apa yang dikatakan Mas Sony tentang perusahaan tempat ia menjabat sebagai editor saat ini.

Hipwee is a social media news site and lifestyle company yang berdiri sejak tahun 2014 dan berkomitmen  hanya memproduksi konten yang positif untuk masyarakat Indonesia. Tak kurang dari 30 juta pageviews, 25 juta diantaranya adalah unique pageviews dan 10 juta users per bulan menghiasi profil Hipwee yang segmen marketnya adalah mereka yang rentang usianya antara 18-35 tahun.

Hipwee memang cerdas mengemas kanal-kanal untuk segmen market di usia tersebut, sebutlah kanal Hubungan yang merupakan kanal andalan yang membuat Hipwee melejit, dilanjut dengan kanal Motivasi, kanal Sukses, dan kanal Tips yang paling laku, baru kemudian kanal Wedding, Style, Travel, Hiburan, Feature, dan kanal terbaru Hipwee yaitu Young Mom. Mengapa bisa demikian, mari kita lanjutkan apa yang saya dapat dari cerita Mas Sony.

Anatomi Utama Artikel Hipwee

Ada empat unsur anatomi utama dalam setiap artikel di Hipwee yaitu, Judul, Keyword, Gambar dan Isi. Panjang artikel biasanya sekitar 700-1200 kata.

Menemukan Ide Artikel

  • Menemukan ide tulisan, mengelaborasikannya lalu merumuskannya ke dalam judul jadi tantangan paling menarik untuk penulis di Hipwee.
  • Pertama, penulis dituntut untuk peka dan cakap menemukan ide-ide konten yang berpotensi disukai pembaca.
  • Seperti diketahui, Hipwee dikenal karena artikel-artikelnya yang inspiratif, bermanfaat, serta dekat dan mewakili perasaan pembaca.
  • Berbekal informasi soal demografi pembaca, ide-ide yang dipilih sekiranya memiliki potensi menjadi artikel yang viral.
  • Pilih cepat atau beda? Hipwee pilih beda, lebih ke merespon berita yang pasti benar, eksklusifitas dan orisinalitas. Kuncinya ada di angle, contoh Awkarin, idenya misal andai punya akunnya Awkarin, pandangan anak kecil tentang PNS, alasan donasi tidak membuat kamu miskin

Bagaimana Caranya Menemukan Ide Artikel

  • Mulailah dengan rajin membaca artikel di Hipwee. Klik kolom Terpopuler dan lihat artikel apa saja yang selama ini berhasil di Hipwee.
  • Viralitas bisa didapat dari berbagai ide artikel, mulailah dari segala hal yang pernah kamu alami atau dekat dengan keseharianmu.
  • Pikirkan apa yang sekiranya dibutuhkan anak-anak muda, apakah hal-hal yang memotivasi, tips dan trik yang aplikatif, sesuatu yang mewakili perasaan dan emosi atau hal-hal sederhana yang lucu dan ringan?
  • Selain tema dan topik, elemen lain yang menentukan potensi viralitas sebuah konten adalah angle atau sudut pandang, sehingga pandai-pandailah mengelaborasikan ide yang kamu temukan dengan angle dan framing yang unik dan memikat.
  • Jam terbang menentukan! Seiring bertambahnya pemgalaman menulis di Hipwee, sense dan logika pengolahan ide diharapkan kian berkembang.

Membuat Judul Artikel

  • Bingung atau kesal mikirin judul yang Hipwee banget mungkin akan kamu rasakan di masa-masa awal menulis
  • Hal ini justru wajar karena artinya kamu mulai punya sensitivitas menulis di Hipwee yang memang berbeda dengan media lainnya
  • Judul yang bagus mengundang pembaca untuk merelakan waktunya membuka dan membaca artikel. Bisa dibilang judul adalah elemen yang paling menentukan keberhasilan sebuah artikel.
  • Kamu harus meluangkan waktu lebih untuk menemukan judul yang paling pas buat artikelmu.
  • Judul bisa dibuat di awal untuk menjaga alur menulismu, dan di akhir untuk memastikan judulmu memang sesuai isi artikel.
  • Keyword dan judul tak boleh ada unsur menipu, tapi semenarik mungkin dan isinya melunasi rasa penasaran yang ada di judul. Jangan mempermainkan ekspektasi pembaca.

Gimana sih Judul yang Hipwee Banget?

  • Judul artkel memang jadi kekuatan utama di Hipwee. Makanya kamu dilarang untuk membuat judul artikel yang asal jadi.
  • Jangan bikin judul yang klise layaknya media-media lain. Misal: 5 Pertanyaan Seputar Seks, Ini Manfaat Tomat untuk Kecantikan, 7 Derita yang Dialami Pasangan LDR.
  • Pikirkan kalimat judul yang efektif, tidak terlalu panjang dan jangan menyimpang dari isi artikel.
  • Masukkan seluruh cerita ke dalam judul artikel, namun sisakan cukup banyak hal sehingga orang terdorong menekan klik – Bryan Moylan, Gawker.
  • Buatlah judul yang punya efek psikologis bagi pembaca
    • Bikin mereka penasaran, misal: Semua Cowok Pasti Menyesal Karena Tumbuh Dewasa Setelah Melihat 8 Foto ini
    • Bikin mereka merasa terwakili. Misal: Rasanya Jadi Cewek Clumsy (Nggak Dandan, Nggak Pinter Masak, dan Khawatir Kalau Nggak Bisa Urus Suami.
    • Judul dengan nuansa provokatif atau menantang asumsi umum. Misal: Jangan Menikah Hanya Karena Sudah Masuk Umurnya, Karena Nikah Tak Semudah Kelihatannya
    • Bikin mereka baper. Misal: Sekarang, yang Penting Ibu Bahagia, Kebahagiaan Saya, Nanti Pasti Ada Waktunya
    • Judul yang lucu dan menggelitik. Misal: 15 Foto Ini Bikin Kamu Takut Meremehkan Mama Muda Pakai Daster, Hidupmu Kelar Kalau Mereka Udah Dandan

Gimana Supaya Bikin Judul Jadi Lebih Mudah

  • Keahlian ini tidak bisa diperoleh secara instan, kamu perlu rajin latihan
  • Pastikan untuk selalu bikin alternatif judul. Ini penting supaya memudahkan kerja editor juga, Jadi buatlah 2 judul per-artikelnya.
  • Jangan malas untuk mengamati judul-judul artikel yang pernah rilis di Hipwee. Cermati dan temukan sense serupa dalam pembuatan judul.
  • Belajar dari hasil editan editor. Kamu jadi tahu bagaimana judulmu diubah. Konsultasikan ke editor dan tanyakan alasannya kenapa judulmu mengalami banyak perubahan.
  • Jangan cuek setelah selesai menulis. Rajin-rajinlah bikin analisa atas performamu sendiri. Pertanyaannya: Apakah judul yang kamu buat bisa berhasil sekaligus minim editing?

Memilih Gambar

  • Gambar adalah unsur artikel yang teramat penting dan krusial, baik itu gambar di dalam body artikel maupun gambar utama (feature image)
  • Pastikan gambar yang kamu pakai berukuran besar, idelanya tak kurang dari 750px400px dan landscape. Jika ukuran gambar tidak sesuai, lakukan resize dengan Photoshop atau aplikasi editing lain.
  • Pastikan kamu mengambil gambar dari sumber yang tepat. Upayakan mencari gambar dari sumber-sumber yang memang menyediakan gambar secara gratis (free to use). Beberapa sumber yang bisa kamu pakai: Tumblr, Favim, Pinterest, 500px, Flickr, Freepixels, Stock.xchng
  • Telitilah menulis sumber gambar. Masukkan URL dari sumber gambar yang asli. Jangan hanya menulis google.com
  • Jangan lupa menulis caption di tiap gambar atau tautan (link) sumber tidak akan keluar
  • Jika kebutuhan konten memang memaksa untuk mengambil gambar dari sumber yang bukan penyedia gambar gratis (misal foto artis atau foto peristiwa) pastikan dua kali lebih cermat dan disiplin dalam pencantuman sumber gambar.
  • Hindari mengambil gambar yang menampilkan tanda air (watermark) di dalamnya.
  • Karakteristik dan tone gambar di Hipwee itu biasanya menjadikan kita sebagai pihak ketiga yag tidak ada dalam momen atau di luar momen, tone jangan sampai bertabrakan dengan gambar yang lain. Tentukan segmen yang memang menjadi sasaran kita.

Luangkan Waktu dan Energi Ekstra Memilih Gambar Utama

  • Gambar utama atau featured image ibarat wajah sebuah artikel. Sama pentingnya seperti judul. Gambar utama adalah hal pertama yang mampu menarik perhatian pembaca terhadap artikelmu.
  • Pilih gambar yang terbaik dan mampu membangkitkan emosi serta rasa penasaran pembaca, misalnya:
    • Kontroversial: Seriusan nih? Yang bener? Oh ya?
    • Heat warming: Ah so sweet, bener juga ya…
    • Suprising: Wow! Masa sih?!
    • Funny: Lucu nih, mau lihat ah…
  • Artikel dengan ide dan judul yang bagus sekalipun bisa jadi gagal viral ketika gambar utama yang kamu pilih nggak maksimal
  • Isi, artikel pakai subpoint dan ada gambar, fungsi gambar dalam artikel itu semacam rest area

Gambar utama yang dihindari

  • Hitam putih
  • Mengandung nilai promosi komersial, misalnya kentara menampilkan merek produk atau media lain
  • Secara gamblang menampilkan aktivitas berciuman hingga bersenggama, apalagi yang terkategorisasikan gambar porno
  • Terlalu datar dan atau tidak berkesan

Teori MAYA

  • Ada teori yang dilakukan di Hipwee yaitu, “Most Advanced Yet Acceptance” yang bisa dijabarkan secara sederhana dengan, “To sell something familier, make it suprising. To sell something surprising, make it familier”.
  • Pembaca itu memiliki dua karakteristik, ada orang punya sifat neofilik, ada yang neofobik juga.Jadi ada yang suka dengan hal-hal baru namun juga ada yang tidak suka dengan hal-hal baru.
  • Konten yang bagus yang memiliki kebaruan tapi tetap memiiki unsur yang sudah familier, tantangannya itu.
  • Aplikasi di konten, pembaca sudah tahu namun sebagian lagi ada hal yang baru, jadi pembaca sudah memiliki pemahaman namun bertambah

Prinsip kualitas Hipwee

  • Ide, ide, ide. Hipwee percaya dengan kekuatan ide
  • Persona yang terjaga, seperti seorang kakak perempuan, jaga konten sesuai personal branding dan angle selalu sesuai segmen pembaca.
  • Politically Correct. Ada 7 nilai, no ignorance, no bigotry, no racism, no chauvinism, no fascism, no porn, no hoax

Nah lengkap khan informasi yang saya teruskan dari Mas Sony bagaimana menulis artikel ala Hipwee. Keren ya, saya sampai mengangguk-angguk sepanjang acara karena begitu banyak dapat insight dan informasi akurat dari sumbernya langsung mengapa artikel di Hipwee itu selalu keren-keren dan disukai banyak sekali pembaca. Yuk kita coba belajar menulis artikel keren ala Hipwee ini dan kirim deh, siapa tahu tulisanmu dimuat di Hipwee.

Selamat Mencoba!

 

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

6 comments

  1. Setuju. Hal paling lama dalam menerbitkan postingan adalah mencari gambar dan mempercantik gambarnya, hal yg paling sulit adalah bikin judul.

    Saya pernah mencoba menentukan judul di awal sehingga tulisan saya tidak melenceng, tapi itu justru menghambat kreativitas saya karena terlalu terpaku dengan judul. Sekarang saya mencoba menentukan judul di akhir, tapi bikin judul itu memang gak gampang. Saya setuju kalau jam terbang memang menentukan.

    Terima kasih mbak untuk sharing ceritanya 🙂

  2. Gw marking ahh. Penjelasannya detil dan lengkap. thanks, Don!

  3. Terima kasih banget mbak sharingnya. Emang harus sering latihan berarti ya Mbak 😁

  4. Waaahhhh seru banget ya acaranya. Belajar menulis artikel yang asyik dan enak dibaca dari ahlinya…

    Aku jadi sadar tentang angle penulisan yang harus tetap konsisten yaaa…

  5. Bikin cover di blog itu ga mudah, begitu juga judulnya. Milih2 foto juga sulit buatku, soalnya kadang kok bagus semua hahah kepingin ditaruh di cover kan, biar mewakili isi tulisan. Oooh jadi begitu ya tips menyiapkan judul yang bikin orang lain berminat mampir baca tulisan kita. Langsung dipraktekkan de, tq mb Donna 😀

  6. Meskipun sudah sering menulis di blog sendiri, tetap saja pengalaman workshop LEvel Up kemarin punya kesan tersendiri buatku karena dapat ilmu baru tentang menulis kreatif ala Hipwee. Daaan jadi bisa ketemu Mba Donna, yeay!

    Btw itu featured image nya ada bagian tubuhku hihihi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge