Home » Review and Event » Menelisik Lebih Dalam Aksi di Balik Layar Garda Terdepan Bea dan Cukai
20141118_143512

Menelisik Lebih Dalam Aksi di Balik Layar Garda Terdepan Bea dan Cukai

Melakukan perjalanan ke banyak tempat adalah hal yang menyenangkan buat saya. Banyak alternatif moda transportasi yang bisa digunakan, dari kendaraan bermotor atau mobil, kereta api, kapal laut hingga pesawat terbang. Bila bukan karena jarak dan waktu yang menjadi kendala, maka perjalanan dengan menggunakan pesawat terbang pasti menjadi alternatif terakhir yang saya pilih sebagai moda transportasi. Saya lebih suka menggunakan kereta api yang terasa lebih romantis atau jalur darat dengan pemandangan yang beragam. 

Namun untuk perjalanan jauh dan atau ke luar negeri misalnya, maka pesawat terbang adalah pilihan yang paling tepat dan cepat. Awalnya saya merasa repot saat melakukan perjalanan dengan peswat terbang ke luar negeri. Tidak seluruh peraturan saya tahu dan pahami. Sehingga sebelum berangkat saya harus berhati-hati, memastikan seluruh bawaan saya memenuhi aturan keselamatan penerbangan, harus lolos pemeriksaan bea dan cukai, dan memiliki dokumen keimigrasian yang lengkap. Tujuannya hanya satu, saya tidak mau perjalanan saya terganggu karena hal-hal tersebut di atas yang saya anggap merepotkan.

Namun pada hari Selasa kemarin, tanggal 18 November 2014, sebuah kegiatan membuat sudut pandang saya tentang kepabeanan berubah total. Saya jadi tahu bahwa tugas mereka berat dan namun sangat penting. Mereka inilah yang menjadi garda terdepan dalam menangkal masuknya barang-barang ilegal, atau bahan-bahan berbahaya terutama narkotika. Namun disisi lain mereka juga tetap harus memberi pelayanan yang prima untuk kegiatan pengiriman barang, baik ekspor maupun impor.

Sambutan yang hangat
Sambutan yang hangat

Saat itu, saya bersama puluhan blogger lainnya diundang oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan (KPP) Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi yang merupakan bagian dari upaya penguatan reformasi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Namun hari itu, kami tidak hanya khusus bicara tentang anti korupsi namun justru diajak mengenal lebih jauh di ranah kepabeanan yang lebih luas terutama segala kegiatan yang dilakukan di KPP Bea dan Cukai Soekarno Hatta.

Seharian kami merasa spesial sekali. Bukan hanya karena sambutan yang ramah, makanan yang berselera dan musik yang menghangatkan suasana, tapi juga kami diajak berkeliling di tempat-tempat yang masuk dalam ruang lingkup kerja KPP Bea dan Cukai Soekarno Hatta hingga ke area kargo dan terminal penumpang bandara Soekarno-Hatta. Dan yang lebih istimewa kami juga diperkenankan meliput saat Press Conference mengenai penggagalan upaya penyelundupan narkotika berlangsung. Dan hasilnya, pengetahuan kami bertambah banyak pada hari itu.

KPP Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta adalah kantor Bea dan Cukai terbesar dan tersibuk di Indonesia. Untuk keperluan pengawasan, KPP Bea dan Cukai Soekarno-Hatta menempatkan 868 buah CCTV yang diawasi langsung oleh petugas di ruang kendali pengawasan atau control room yang dilengkapi dengan 48 televisi yang menayangkan beberapa titik di area bandara secara bergantian. Bayangkan saja, dalam sehari ada sekitar 178 penerbangan yang datang, mengangkut sekitar 350 ton kargo per hari.

Suasana pengambilan barang di Terminal 2D Bandara Soekarno Hatta
Suasana pengambilan barang di Terminal 2D Bandara Soekarno Hatta

Barang-barang masuk ke dalam Indonesia di bandara datang melalui berbagai cara. Ada yang melalui barang bawaan penumpang, melalui kargo, P.T. Pos Indonesia atau melalui perusahaan jasa titipan. Semua itu ada ketentuan dan perijinan yang mengatur. Misal untuk makanan dan minuman yang harus mendapat ijin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan atau tumbuhan dan hewan yang harus mendapat ijin dari Karantina. Namun banyak yang tidak tahu, melanggar atau tidak memenuhi ketentuan yang menyangkut barang impor atau barang yang masuk ke dalam daerah pabean. Dampaknya berupa keluhan dari penumpang atau masyarakat yang dapat memberi kesan buruk bagi KPP Bea dan Cukai.

Sebagai bentuk pelayanan untuk masyarakat dan pengguna jasa penerbangan dan pengiriman barang, sekaligus sebagai sarana edukasi, KPP Bea dan Cukai juga melayani pengaduan dan memberikan informasi baik melalui laman resmi di www.bcsoetta.net, juga melalui media sosial seperti @bcsoetta.net di Twitter, Bea Cukai Soekarno Hatta di Facebook dan bisa dihubungi melalui surat elektronik dengan alamat pli_sh@yahoo.co.id.

Ketatnya pengawalan lalu lintas barang ini tak lepas juga dari upaya untuk menangkal masuknya barang-barang ilegal dan berbahaya ke Indonesia. Salah satunya adalah narkotika dan obat berbahaya (narkoba). Berbagai modus terus dilakukan oleh penyelundup, ada yang dilakukan melalui kiriman kargo seperti disembunyikan di dalam sandal, mainan, blok mesin, bahkan mainan anak. Ada pula yang masuk melalui bawaan penumpang dengan modus menyembunyikannya dalam dinding koper, didalam pakaian dalam atau dilekatkan di badan, bahkan sampai nekat dengan cara ditelan.

Selalu waspada selalu siaga
Selalu waspada selalu siaga

Pada saat kami berkunjung, kami beruntung mendapat kesempatan meliput press conference tentang penggagalan tujuh kasus upaya penyelundupan narkotika. Dilakukan oleh tujuh orang, salah satunya berjenis kelamin perempuan dan berkewarganegaraan Indonesia. Selain modus dengan menyembunyikannya dalam ransel atau koper dan menyembunyikannya di balik pakaian dalam, ada pula modus baru yang ditengarai mulai sering dipakai oleh penyelundup, yaitu Shabu cair dan Shabu dalam bentuk lilin. Dalam konferensi pers itu diperlihatkan, Shabu cair yang ditempatkan dalam guci hias yang memberikan kesan guci cenderamata biasa serta lilin hias yang terbuat dari Shabu.

Total barang bukti dari tujuh kasus itu adalah 13.478 gram bruto Methamphetamine dengan total estimasi nilai barang Rp. 18.188.000.000,- yang berpotensi merusak lebih dari 94.000 orang anak bangsa. Bayangkan!. Sehingga jelaslah bahwa KPP Bea dan Cukai ini memiliki tugas yang sangat berat namun tetap harus berdedikasi tinggi sehingga layak mendapatkan apresiasi.

Tersangka dan barang bukti penyelundupan narkotika
Tersangka dan barang bukti penyelundupan narkotika

Dengan komitmen dalam motto untuk terus menjadi lebih baik, semoga visi untuk menjadi administrasi kepabeanan dan cukai dengan standar internasional dan misi pelayanan terbaik kepada industri, perdagangan dan masyarakat, dapat tercapai.

Sukses selalu untuk KPP Bea dan Cukai Soekarno Hatta!

 

 

 

 

 

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

IMG20170405103421

Forward Your Dreams: Catatan dari Peluncuran Brand Promises CIMB Niaga

Memiliki impian ternyata bukanlah hal sederhana bagi orang dewasa. Di masa kanak-kanak kita sangat mudah ...

6 comments

  1. Semoga Bea Cukai selalu bekerja dengan baik ya

  2. Sudah peraturan ketat, pengamanan juga demikian, eh masih ada yang nekat menyelundupkan barang haram ya. Mungkin karena imbalannya sangat tinggi, jadi sebanding dengan resiko….

  3. Semoga kita dapat kesempatan lagi menambah pengetahuan secara langsung dan manfaat buat masyarakat …semangat terus Mak…:)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge