Thursday, November 23, 2017
Home » Cerita di Balik Kisah » masih ada cerita pagi ini #adisty series

masih ada cerita pagi ini #adisty series

“Selamat pagi Adis”….begitu tulisan yg tertera dilayar ponselku. Hampir aku meloncat dari tempat tidurku membaca nya. “jo?… benarkah ini pesan dari Jo? aku mendesis pelan menyebut nama kamu seolah tak percaya.

Ya ya ya…pasti kamu yang mengirimkan pesan itu, cuma kamu yang memanggilku Adis, Cuma kamu yg dulu hampir setiap pagi menyapaku di jam2 seperti ini. Cuma kamu, Jo…

Kupandangi nomer pengirimnya, aku memang tak hapal nomermu lagi sejak kuhapus data kontakmu kala itu. Tapi aku hapal sekali dengan cara mu menggunakan nomor secara berurutan dan pasti memiliki makna. Begitu pun nomer pengirim pesan ini….berurutan dengan angka2 yg aku kenal, deretan tanggal kelahiran kamu. Ini pesan dari kamu…, Jo? Aku masih tak percaya. Why oh why, Mr. Why?

Aku senang sekali menggodamu dengan panggilan Mr. Why. Karena hubungan kita bertahun-tahun seolah isinya penuh dengan kata tanya “mengapa”. Mengapa aku jatuh cinta dengan kamu, Jo dan mengapa aku tetap mencintai kamu meski pertengkaran dan perbedaan mendominasi hubungan kita bertahun-tahun.

Aku ingat betul bahwa aku bisa tertawa terbahak-bahak justru disaat2 kita sama2 keras kepala dan tidak sepakat dengan satu hal. Kamu kekeuh mengatakan “tidak, Adis. Aku gak mau”….dan aku ngeyel dengan kata, “plis Jo….katakan iya dong” begitu biasanya rayuku. Dan bila aku tak juga berhasil, maka sudah dipastikan aku akan memasang mimik wajah khas senyum putus asa menggoda dan keluarlah kalimat andalanku, “why oh why, mengapa aku bisa jatuh cinta dengan kamu, Mr. Why”. Dan jawabannya adalah pasti rengkuhanmu memeluk tubuhku erat, seraya membelai rambutku….tanpa kata.

Aku suka itu dan pasrah sepakat karenanya….

Kata “Mengapa” yang terakhir diantara kita adalah ketika kamu “memutuskan” untuk pergi secara perlahan. Aku mulai merasakan bbrp minggu sebelumnya, saat makin sering panggilan telepon ku yg kau abaikan, dengan alasan ponsel yg lagi di charge, lagi kerja, lagi tidur, lagi diluar dan banyak lagi alasan lain. Begitu pula dengan pesan baik via sms maupun chat box yang tak kamu balas, dan kalau pun kamu berkenan membalas pasti waktunya sudah kadaluarsa. Dan kalo aku tanya, “Why, Jo ? aku salah apa? Kamu kenapa?” jawaban mu pendek saja, “aku gak apa apa, Adis”

Puncaknya adalah disuatu pagi, saat kusadari tak ada namamu didaftar kontakku, didaftar kontak seluruh akun2 sosial mediaku bahkan lebih tepatnya. Aku meradang…aku marah. Why??? Oh Mr. Why. Tak ada tanya yang terjawab, semua seolah gelap ketika seluruh pintu tertutup, aku gak bisa dapatkan informasi apapun tentangmu. Kamu hilang ditelan langit gelap. Kenapa kamu pergi, Jo??

Tak terhitung berapa malam kuhabiskan untuk mencari jawaban “mengapa” kamu pergi. Dan jawabannya hanyalah amarah dan luka-luka. Aku mulai tak bisa tertawa lagi setiap menyebut kata Mr. Why. Aku mulai mencari julukan baru untukmu, kukumpulkan semua kosa kata makian sebagai pengganti namamu, lalu kamu seperti makhluk luar angkasa yang tak ingin kulihat, kusentuh dan kuingat karenanya. Sampai akhirnya aku berhenti karena kelelahan, dan kuputuskan untuk berhenti bertanya dan melanjutkan hidupku. Tanpa kamu, Jo.

Tapi suatu pagi….kemarin, kata “why” itu muncul lagi. Saat kuterima sebuah teks dari pengirim yang nomernya tidak kukenal. Isinya singkat “selamat pagi, adis…”.

Jo?? Aku tau ini pasti, Jo!! Dan aku benar2 meloncat dari tempat tidurku.

Aku gak akan bertanya “Kenapa kamu muncul lagi, Jo? Dan tidak akan mengeluarkan kata “Why oh why….Mr. Why”. Aku tak perlukan jawabannya, Jo.

Dan tiba2 aku merindukan rengkuhanmu…rengkuhan yang selalu jadi jawaban semua tanyaku.

Aku sepakat denganmu, cinta kadang gak perlu dipertanyakan.

Teras Atas Nirmala

170712

Hati tak perlu memilih, dia tau kemana harus berlabuh.

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

IMG_1018

Yang Pertama Buatmu, Bukan Hanya Aku #ArgaSeries #5

Aku memegangi kepalaku dengan kedua tangan, seolah menopang isi kepalaku yang mendadak sarat oleh pengakuan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge