Home » Inspiration, Opinion, and Self Development » Malas Bangun Pagi Saat Traveling? Nggak lagi deh….
Puncak Sikunir - Wonosobo
Puncak Sikunir - Wonosobo

Malas Bangun Pagi Saat Traveling? Nggak lagi deh….

Selamat pagi, Donna…
Kalimat sapa ini mengingatkan saya pada sebuah iklan minuman terkenal di televisi beberapa waktu lampau. Bisa jadi iklan ini sudah mulai dilupakan orang, atau mungkin bahkan tak dikenal oleh mereka yang usianya masih sangat belia ketika iklan tersebut kerap ditayangkan. Namun saya ingat betul iklan tersebut, bukan hanya karena ada nama saya di dalamnya, namun lebih karena kalimat itu selalu mengingatkan saya yang malas bangun dan mandi pagi ini.

Kalau memang niatnya bukan staycation, sayang rasanya pagi cuma dilewatkan dengan duduk-duduk di kamar
Kalau memang niatnya bukan staycation, sayang rasanya pagi cuma dilewatkan dengan duduk-duduk di kamar

Bangun pagi, sesungguhnya adalah salah satu bagian tersulit bagi saya, terlebih dalam sebuah perjalanan. Saat badan sedikit manja karena telah digunakan untuk berjalan dan berkegiatan ekstra mengeksplore banyak tempat seharian, saya seolah punya alasan untuk tidur lagi setelah menunaikan sholat subuh. Namun beberapa hal menarik dan khas di suatu tempat seperti sunrise, pasar tradisional dan jajanan pasar, serta aktivitas warga setempat memulai hari justru hanya bisa dinikmati saat pagi bahkan sejak dini hari.

Sebuah perjuangan tersendiri bagi saya untuk bisa mengalahkan posesifnya selimut dan bantal lalu beranjak meninggalkan kamar. Perjuangan yang pada kenyataannya tak selalu berhasil. Selalu ada alasan untuk menunda bangkit, entah karena masih mengantuk, masih lelah, cuaca dingin, atau suasana di luar yang masih gelap. Padahal sih kesimpulannya sederhana, saya malas bangun pagi!. Hal-hal seperti ini yang membuat saya beberapa kali kehilangan momen-momen terbaik di pagi hari.

Suka dengan Sanur saat pagi seperti ini. Tenang, sepi, tempat yang tepat untuk sejenak melihat ke belakang
Suka dengan Sanur saat pagi seperti ini. Tenang, sepi, tempat yang tepat untuk sejenak melihat ke belakang
Puncak Sikunir - Wonosobo
Puncak Sikunir – Wonosobo

Pernah lho dalam sebuah perjalanan dengan beberapa sahabat, saya menunda-nunda bangkit dari tempat tidur. Bolak balik mengeluh dingin dan malas, lalu galau antara mau dan tidak untuk bergerak. Alhasil ketika terbangun, saya mendapatkan kamar dalam keadaan kosong ditinggal sahabat-sahabat saya hunting sunrise di Dataran Tinggi Dieng. Dan kejamnya, saat mereka kembali, mereka dengan sengaja memamerkan keindahan sunrise tersebut sambil terus menyindir kemalasan saya hehehe. Manyun deh.

Sejak itu saya belajar untuk mengelola rasa malas untuk bangun pagi. Mengalahkan rasa malas dengan membayangkan pengalaman seru yang akan saya alami. Kalau malas mandi pagi sih memang sudah jadi penyakit akut yang tak terobati hahaha. Tak heran kalau ada kegiatan selama traveling yang mengharuskan saya keluar dari kamar pagi-pagi sekali, bisa dipastikan bahwa saat itu saya belum mandi, don’t try this at home ya.

Sunrise di Pulau Panggang - Kepulauan Seribu
Sunrise di Pulau Panggang – Kepulauan Seribu0

Banyak cerita seru soal bangun pagi ini. Salah satunya adalah ketika saya seorang teman perjalanan berniat memburu sunrise di Pantai Karang, tak jauh dari Pantai Sanur, Bali. Pagi-pagi buta kami sudah meninggalkan Lagoon Sanur Hotel. Betul-betul pagi buta, karena suasana jalan menuju pantai masih sangat gelap dan sepi. Tiba-tiba kami di gonggong serombongan anjing yang keberadaannya tak jelas di sisi sebelah mana karena begitu gelap. Kami hanya bisa mengira-ngira berdasarkan asal suara. Sambil ketakutan, kami pun mundur teratur. Nggak lucu khan kalau besok jadi headline koran, turis lokal yang dikeroyok anjing saat berburu sunrise hehehe.

Alam memang tidak selalu menjanjikan memberi yang kita harapkan. Tak jarang sudah standby sejak gelap pagi menanti mentari muncul, eh yang dinanti malah sembunyi. Malu-malu menunjukkan keberadaannya di balik mega. Bahkan pernah juga, sudahlah menahan dingin dalam gelap, terengah-engah bagai ikan kekurangan oksigen di sebuah pendakian untuk melihat keindahan mentari yang muncul dari puncak bukit. Eh, mendung, mentari tak jadi muncul. Nasib!. Namun tak jarang pula saya bisa menikmati sunrise yang begitu indah, begitu syahdu. Detik demi detik saya nikmati, hingga tubuh terasa hangat bermandi sinar mentari pagi. Yang begini… luar biasa rasanya.

Aktivitas pagi warga lokal di Pasar Terapung Lok Baintan Kalimantan  Selatan
Aktivitas pagi warga lokal di Pasar Terapung Lok Baintan Kalimantan Selatan

Pasar tradisional pun tak kalah seru untuk di eksplore. Umumnya para pedagang sudah menggelar dagangannya sejak dini hari dan belum begitu ramai sebelum matahari beranjak meninggi. Saya dan teman-teman seperjalanan biasanya mulai bergerak seusai sholat subuh, menelusuri satu persatu gang di dalam pasar. Becek atau bau, bukan masalah bagi kami. Adalah suatu kesenangan tersendiri bila di pasar saya menemukan buah-buahan, sayuran bahkan berbagai jenis ikan yang tak pernah saya temukan di tempat lain sebelumnya.

Buah asam di Pasar Bima ini panjang2, dalam satu rangkaian isinya banyak. Katanya khas Kota Bima lho
Buah asam di Pasar Bima ini panjang2, dalam satu rangkaian isinya banyak. Katanya khas Kota Bima lho

Begitu juga dengan kuliner. Di pasar tradisional di pagi hari, kita akan menemukan banyak sekali jajanan tradisional yang unik-unik. Sempatkanlah duduk sejenak di kedai yang menjual makanan dan minuman. Nikmati suasana sambil mencicipi satu persatu makanannya. Bila anda penikmat kopi, nikmatilah cita rasa kopi lokal sambil berbincang dengan sesama pengunjung kedai. Percayalah, mereka akan antusias diajak berbincang dan akan banyak hal menarik yang akan kita temukan dalam obrolan tersebut.

Coba deh sesekali, bangun pagi dan membaur dengan penduduk lokal, ngopi bareng sambil ngobrol. Asik lho...
Coba deh sesekali, bangun pagi dan membaur dengan penduduk lokal, ngopi bareng sambil ngobrol. Asik lho…

Perbedaan adalah keindahan bagi saya. Wajah-wajah lokal dengan warna kulit yang khas, ikal rambut, sorot mata dan ekspresi wajah, dialek lokal, cara mereka bertutur dan berpakaian merupakan bagian dari perbedaan yang membuat saya merasa kaya sebagai bangsa Indonesia. Begitu beragam dan selalu menyajikan keunikan yang khas di setiap daerah. Memiliki kesempatan melihat perbedaan tersebut dalam kehidupan mereka sehari-hari terutama saat pagi adalah kegiatan yang menyenangkan.

Segar ya Rajungannya.... kebayang kalau sudah jadi gulai. Slurppp
Segar ya Rajungannya…. kebayang kalau sudah jadi gulai. Slurppp

Menenteng kamera dan hanya bersandal, keluar dari kamar lalu nikmati suasana sekitar. Lihatlah mereka yang memulai pagi dengan gembira, para pemuja dengan canang dan dupa di tangan. Para perempuan yang bergegas ke pasar dan anak-anak kecil yang berseragam riang bersenda menuju sekolah. Nikmati harum udara pagi yang khas di situ. Bisa jadi ia membawa aroma laut dan ikan segar, hawa pegunungan dan aroma bunga kopi yang merebak. Bebunyian yang tak kalah semarak, entah cericit Burung Gereja atau pekik Camar. Obrolan Tenggerek atau celoteh Kera. Semua ini, sungguh sayang bila dilewatkan dengan berselimut di kamar.

Pagi di Pasar Ikan dermaga Teluk Semaka
Pagi di Pasar Ikan dermaga Teluk Semaka

Malas bangun pagi saat traveling? Nggak lagi dong yaaa…

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

P_20160401_151657

Kebun Raya Eks Tambang Emas Minahasa, Sebuah Persembahan Bagi Alam

Berkali saya melihat gambar yang sejatinya memancing imaji keindahan. Lubang-lubang putih menganga, berserakan di sebuah ...

8 comments

  1. saya ini sunrise hunter, jadi nggak pernah malas bangun pagi kalau traveling. apalagi kalau traveling sering susah tidur, lebih-lebih kalau arrange sendiri perjalanannya.
    tapi anehnya kalau sehari-hari malah sulit bangun pagi.

  2. Bukan salah eike kan kalau eike tinggal….makanya jangan mau dikalahin selimut….:-)

  3. bangun pagi… sepertinya itu masih menjadi masalah paling berat buat saya~ karena susah banget tidur awal, yang akibatnya juga bikin males bangun. Makanya, tinggal di bali dua tahun lebih, baru 2 kali berhasil dapet sunrise yang bagus *hiks*
    Fahmi recently posted…Tips Merencanakan Bulan Madu Atau Honeymoon Ala TravelerMy Profile

  4. kalo jalan-jalan memang agak malas bangun, soalnya badan capek mbak….

  5. Aku justru slalu bangun kepagian dan ga bisa tidur lagi. Justru sering bingung pagi2 mau ngapain. Jadi dapat insight nih, banyak hal bisa dilakukan pagi2 yaaa :). Tq maakk
    Maya Siswadi recently posted…Advan X7, gadget kece berharga keceMy Profile

  6. Aku kalau traveling malah lebih semangat bangun pagi mbak rasanya sayang aja menyia2kan waktu..jangan sampai sedetik pun terbuang perxuma hehehhe…
    momtraveler recently posted…5 Aktivitas LIburan Seru di PacitanMy Profile

  7. Hihi sayang ya kalau travelling habis dengan tidur, walaupun dengan judul bangun kesiangan. anyway foto-fotonya menarik, jadi pengen jalan juga 😀

  8. Yaa..sayang klo sampai kesiangan bisa ketinggalan sunrise. Malah kadang bisa kurang tidur saat melakukan travelling

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge