Home » Cerita di Balik Kisah » Lelaki Terbaik #Devina Series
lelaki terbaik

Lelaki Terbaik #Devina Series

Lampu kecil berwarna merah disudut kanan layar ponselku berkelip pertanda ada pesan masuk. Terbaca nama pemilik nomer yang masuk tersebut “Adrian”. Aku tersenyum simpul, mencoba menerka apa pesan yang akan aku baca setelah sesaat lalu kami berpisah di parkir gedung tadi.

masih terbayang pelukan erat wanita seumur ibuku, ibunda Adrian yang aku panggil tante. Hangat terasa sampai menyentuh relung paling dalam disudut hati, saat beliau mengelus lembut pipiku sambil berulang menyebut namaku seperti sedang menikmati wajah yang sudah lebih dari 20 tahun baru ia jumpai lagi. “kamu makin cantik, devina…berbeda sekali setelah mengenakan kerudung yang menutupi rambutmu yang panjang sampai sepinggang waktu kamu sma, waktu adrian sering menjemputmu untuk berbagai urusan sekolah” demikian beliau berkata sambil terus menatap aku bolak balik dari atas ke bawah bersama senyum yang tak pernah lepas dari bibir wanita yang masih cantik meski sudah dipanggil eyang. Sebagaimana aku pun tak kalah rindunya, sambil jua menebar senyum yang sama manisnya kepada beliau aku berkata, “vina kangen tante juga, 20 tahun lebih gak ketemu tante senang sekali rasanya hari ini”.

Sudut mataku menangkap senyum adrian yang berdiri tak jauh dari tempat kami, entah apa yang ada dipikiran adrian melihat dua wanita yang dicintai nya saling berpelukan dan melepas rindu. Sudut mataku juga menangkap senyum tulus seorang lelaki, seolah ikut menikmati pemandangan itu. Keduanya lelaki yang sama baiknya, sama mencintai diriku, meski takdir membuat aku harus memilih salah satu diantara mereka 13 tahun yang lalu.

Kupandangi layar ponselku yang masih berkedip karena pesan yang belum terbaca. Isinya cukup panjang, dengan bahasa Adrian yang khas, menyebut nama ku dua kali.

“Devina…Devina…., aku bahagia. Aku sangat bahagia bertemu lagi denganmu. Dan yang lebih membuatku bahagia adalah aku bisa melihat siapa lelaki yang beruntung memilikimu itu. Perasaaan ku terhadap mu masih sama namun perasaan ku berpihak pada nya,pada lelaki disampingmu. Hatiku mengatakan dia lelaki terbaik yang pernah aku jumpai yang pantas untukmu, bukan aku. Aku tidak bisa sebaik dia dan aku yakin hanya dia yang bisa membahagiakan kamu”. “Aku bahagia melihatmu bahagia” kalimat penutupnya.

kututup layar ponsel….wajahku pias dan hangat, kulirik pria disampingku yang serius pada kendaraan yang membawa kami pulang. Hatiku membuncah…kuraih lengannya yang kokoh, lalu perlahan turun ke arah jemarinya yang siap menyambut tanganku..untuk digenggamnya…sepanjang jagorawi

dia…lelaki terbaik pilihanku, adrian….

terimakasih

disela deru pesawat terbang yang tinggal landas
Lanud Halim Perdana Kusuma
1 Muharam 1433 H

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

IMG_1018

Yang Pertama Buatmu, Bukan Hanya Aku #ArgaSeries #5

Aku memegangi kepalaku dengan kedua tangan, seolah menopang isi kepalaku yang mendadak sarat oleh pengakuan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge