Tuesday, September 26, 2017
P2090369

kontemplasi 2014

FB_IMG_1419809043749Obrolan pagi dengan seorang sahabat di penghujung tahun 2014 tentang resolusi 2015 membuat kami tertawa bersama. Bukan karena hal itu menggelikan, bukan pula kami menertawakan mereka yang sudah punya resolusi keren untuk tahun 2015. Bukan itu. Tapi kami sedang menertawakan kalimat penutup pembicaraan kami tentang resolusi dan diri kami.

Bahwa, selama hidup yang kami jalani sepanjang 2014 tidak mampu kami terjemahkan menjadi sebuah pembelajaran, tidak mampu kami uraikan makna dan menemukan hikmahnya, mungkin kami masih harus merenung lebih banyak sebelum membuat resolusi baru. Bila tidak, maka bersiaplah bahwa tak akan ada lompatan signifikan di tahun yang akan datang. Maka sejenak saya pun merenungi beberapa hal.

Tahun 2014 adalah tahun kehilangan. Sepanjang tahun saya masih merasakan kehilangan dua diantara beberapa orang terbaik dalam hidup saya untuk selamanya. Orang-orang yang pernah saya titipkan kepingan hidup dan perasaan saya. Suatu kepergian yang begitu mendadak dan tak pernah terpikirkan itu akan terjadi begitu cepat. Maka sebenarnya tak ada waktu yang tepat untuk berbenah dari dan berbuat baik. Lakukanlah setiap waktu, mumpung Allah kasih kita umur.

Tahun 2014 adalah tahun pembelajaran. Bahwa its take two to tango dalam urusan relationship. Sepanjang tahun saya seakan berjalan dengan duri kecil tertancap di telapak kaki cuma gegara hubungan yang berakhir tanpa diharapkan.

Sebuah kelemahan diri saya sendiri sebenarnya. Bahwa ketika saya sudah terlanjur dekat dengan seseorang, pernah berbagi mimpi yang sama, memiliki passion yang sama dan begitu dekat hingga rasanya tak ada yang kami tak ceritakan bahkan untuk hal yang paling pribadi pun, saya melibatkan seluruh perasaan saya, jatuh hati dan merasa hubungan pertemanan ini sangat istimewa sehingga jadi merasa ditinggalkan ketika ia melangkah, melesat ke depan tanpa menggandeng tangan saya.

Tentu saja itu hanya perasaan saya saja. Mungkin sebenarnya tak seperti itu juga, mungkin memang saya ini sesungguhnya si peragu dan lambat langkah sehingga tak seirama saat ia ingin melesat berlari mengejar mimpi. Saya yang harus menyesuaikan langkah semestinya. Tapi saya toh terlanjur menarik diri dan merasa bukan orang yang tepat.

Tahun 2014 adalah tahun gagal fokus. Keputusan awal tahun untuk tidak terlibat dalam kegiatan struktural di kampus berubah di pertengahan tahun membuat saya gedumbrangan mengatur prioritas. Padahal sudah setengah tahun mulai nyaman karena terbebas dari jam kerja untuk melakukan banyak hal seputar kegiatan keluarga, relawan, traveling dan menulis. Sungguh untuk yang satu ini saya akhirnya gagal fokus untuk ketiganya. Bagian ini menjadi prioritas untuk dibenahi. Mengembalikan kegiatan sesuai prioritas yang benar; Tuhan, keluarga, pekerjaan dan hobby. Jangan terbalik-balik ya, Na.

Tahun 2014 adalah tahun berlomba. Saya senyum saat menuliskan hal ini. Gimana tidak, saya nyaris seumur hidup tak pernah ikut lomba apapun kecuali ditugaskan sekolah atau institusi. Tak pernah atas inisiatif pribadi. I am not a fighter. Jadi rasanya excited menikmati pengalaman berkompetisi. Hasilnya not bad lah, jadi satu diantara sepuluh finalis Srikandi Blogger 2014. Untuk ukuran saya yang pemula dalam urusan ngeblog dan lomba, ini pengalaman berharga. Lalu saya juga mencoba bersenang-senang dalam mengikuti lomba yang berhadiah jalan-jalan atau tiket gratis. Targetnya menang tentu saja. Belum ada yang menang sih, tapi ya gak bikin kecil hati meski tetep saja tidak membuat saya ketagihan ikut lomba.

Tahun 2014 adalah tahun melawan diri sendiri. Mengikuti kompetisi travel blogger dunia di Kerala Blog Express juga niat awalnya cuma penasaran dan ingin membuktikan bahwa gak perlu jadi orang hebat dulu untuk bisa berada di situ, semua orang bisa asal mau lampaui prosesnya. Saya belum tentu terpilih, pernah ada di 3 besar dan harus rela turun sampai peringkat 7 di akhir periode yang ternyata diperpanjang 10 hari ke depan membuat saya pasrah. Do the best and let God do the rest.

Oh ya, tahun 2014 ini juga tahun keranjingan cari event festival budaya dan pariwisata. Tentu saja sambil mencoba menangkap peluang untuk hadir sebagai undangan seperti Festival Teluk Semaka di Lampung dan Festival Loksado di Kalimantan Selatan bersama Horee Advantour Team yaitu Mbak Evi Indrawanto, Indra Pradya dan Halim San. Ah, saya pun jadi addict hunting festival.

Tahun 2014 juga adalah masih tahun perjuangan lho buat saya dan dua sahabat terbaik saya, Netty dan Tie. Kami berjuang dalam pertempuran kami masing-masing. Kami kadang lelah sekali, kadang meweks sambil ketawa bareng kalau lagi ngobrolin betapa dramanya hidup kami. Tapi saya pasti yang paling banyak butuh penguatan dari mereka. Dari sekedar puk puk, pelukan hangat sampai transferan uang hahaha.

Betapa bersyukurnya saya memiliki sahabat yang tak pernah meninggalkan saya dalam keadaan paling sulit sekalipun. Sejelek apapun tingkah laku saya di saat-saat sulit. Kalimat sakti mereka mampu meredam semua keluh menjadi syukur. “Bandingkan derita loe dengan ibu-ibu dan anak-anak di Gaza. Gak ada istilah menyerah.” Begitu kata mereka. Heroik banget khan. Its work for me.

Yuk ah, jadi lebih baik. Itu aja.

 

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

P_20160401_151657

Kebun Raya Eks Tambang Emas Minahasa, Sebuah Persembahan Bagi Alam

Berkali saya melihat gambar yang sejatinya memancing imaji keindahan. Lubang-lubang putih menganga, berserakan di sebuah ...

14 comments

  1. Hm, renungan yang membuat saya juga berpikr Mbak Don. Merasa ditinggalkan saat kita jadi bagian, terbayang gimana sakitnya.
    puk..puk…Be stronger:)
    Evi recently posted…Menutup Tahun 2014 dan Selamat Datang 2015My Profile

    • donna imelda

      Aku belajar banyak tentang harmoni, Mbak Vi… musik yg indah bukan dihasilkan dari nada yang sama tapi dari nada yg berbeda yang saling mengisi.
      Thanks for being my travelmate wif Halim San and Dunia Indra. Terimakasih sudah bersedia menerima banyak kekuranganku.

      Tetap horee lah intinya. Salam manis dari lirikan maut. Hahaha….
      donna imelda recently posted…kontemplasi 2014My Profile

  2. Sahabat sejati ya mbak selalu ada di suasana apapun
    Lidya recently posted…Cara Memasang Kontak Form di BlogMy Profile

  3. pencapaiannya keren tahun ini mbak donna…

    sungguh membuat saya ikut banyak berpikir jg…:)
    dian onasis recently posted…Menantang Diri Sendiri di 2015My Profile

  4. selamat tahun baru 2015 Kak Donna, ada banyak harapan baik di tahun ini dan semoga kita semua bisa menggapai yang kemarin sempat tertunda 🙂
    irai recently posted…Acara Peluncuran Buku “Pintar ASI dan Menyusui” karya F.B.MonikaMy Profile

  5. Yuppp yuk jadi lebih baik :’)
    Aku pun kalau mau ngeluh, ngingetin ke diri sendiri… kayak nggak liat masih banyak orang lain yang lebih susah ajaaa. Bersyukur sih penting banget :’)
    Una recently posted…Thanks to 2014!My Profile

  6. Ikut berkontemplasi bersama mbak Donna..
    Buah-buah manis dari perjuangan.
    prih recently posted…Menikmati LintasanMy Profile

  7. Selamat tahun baru.. semangat baru..
    Andri Poernawan recently posted…The Belly Rules the MindMy Profile

  8. Tapi hidup memang tetap harus berjalan ya mbak. Walau kadang ada aral merintang di tengah jalan. Hanya satu yang diminta, jangan berputus asa
    Catcilku recently posted…Perawan Hampir Punah (PHP)My Profile

  9. Memiliki sahabat yang baik, betapa itu anugerah yang luar biasa ya, Mbak.
    Semoga di 2015 kita semakin bisa memperbaiki diri dan semakin banyak punya sahabat yang baik.
    Akhmad Muhaimin Azzet recently posted…Hakikat Diciptakan Manusia dan Pengembangan Potensi AnakMy Profile

  10. Banyak kisah di 2014 ya, Mbak 🙂

    Semoga di 2015 juga maish banyak kisah. Tapi yang menggembirakan saja 🙂
    Keke Naima recently posted…Demam DoraemonMy Profile

  11. salam kenal ya kak..

  12. Hallow Emak Kece, akhirnya ketemu juga. Setelah sapa-sapaan sok kenal di twitter 🙂 *salim

    Aku setuju sekali, Mak. Sahabat itu tak harus selalu bersama tapi saling menguatkan di manapun berada. Terus kalau ngerasa satu passion dan ditinggal melesat pasti nyesek. Aku berusaha positif thinking aja. Mungkin memang waktunya untuk berlari dan berjalan sendiri 🙂

    Salam kenal ya, Mak *salim lagi lebih kenceng

  13. Semoga di tahun 2015 lebih baik, aamin. Salam kenal.
    Alris recently posted…Kue-Kue Yang Bikin Sakau !!!My Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge