Thursday, November 23, 2017
Home » Volunteering » [Kelas Inspirasi] Menyemai Asa di Tanah Samawa
kisum

[Kelas Inspirasi] Menyemai Asa di Tanah Samawa

Perjalanan tak pernah menjadi hal yang biasa meski mungkin banyak orang biasa melakukannya. Tumbuh besar sambil berpindah dari suatu kota ke kota lain sejak kecil, membuat saya terbiasa berada jauh dari akar tempat saya dilahirkan, terbiasa membuat kaki ini terus melangkah seiring tumbuh menjadi dewasa dan perlahan menjauh dari tempat ari-ari saya bersemayam.

  • Travoluntrip, Bukan Perjalanan Biasa

Namun sebuah perjalanan tetaplah menjadi hal yang luar biasa. Langkah demi langkah menyusuri banyak kota dan berbaur dengan banyak bangsa membawa diri pada suatu titik bahwa perjalanan bukan lagi sekedar urusan kapan kita ke mana. Perjalanan tak lagi hadirkan tanya, apa yang akan kita lakukan di sana, namun apa yang bisa kita berikan di sana. Perjalanan jiwa perlahan membawa sang empunya langkah bertemu dengan apa yang jiwanya rindukan.

Semua orang berubah dan berproses. Begitu juga saya, kini tiap langkah kaki pergi ke suatu kota bukan lagi sekedar melarikan diri dari hiruk pikuk kota dan carut marut Jakarta, traveling bukan lagi sekedar refreshing dan melepaskan penat, namun sebuah kebutuhan jiwa untuk mengisi, berbagi dan memberi arti.

Travoluntrip, kata itu yang saya anggap tepat untuk menyebut apa yang saya lakukan pada perjalanan saya. Bergabung dengan sebuah kegiatan relawan yang concern terhadap pendidikan dan anak Indonesia, saya melakukan perjalanan, melangkah dari satu kota ke kota lain untuk bertemu dengan sebanyak mungkin anak Indonesia, mengisi jiwa, berbagi impian dan memberi makna pada kehidupan.

  • Selamat Datang di Tanah Samawa

Adalah Tanah Samawa, yang berasal dari singkatan kata Sabalong Samalewa. Salah satu kota di sudut Indonesia bagian tengah atau tepatnya di daerah Sumbawa Besar, ibukota Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kota yang berada di gugusan Kepulauan Nusa Tenggara ini sungguh memikat hati saya saat menjadi relawan Kelas Inspirasi Sumbawa 2 awal Oktober lalu.

Sabalong Samalewa itu sendiri adalah motto Kabupaten Sumbawa yang mencerminkan pembangunan kehidupan masyarakat Sumbawa yang seimbang dan serasi antara pembangunan fisik material dengan pembangunan mental spiritual. Tak heran bila saya merasakan diterima dengan baik oleh penduduk lokal dan beberapa teman-teman yang baru saja saya kenal di Sumbawa. Mereka inilah yang menjadi keluarga baru saya, yang membuka pintu rumahnya lebar-lebar dan memberikan bagian terbaik di rumahnya untuk saya tinggali beberapa hari.

Tak hanya itu, mereka juga menemani saya, memudahkan saya melakukan banyak aktivitas selama di Sumbawa. Terimakasih tak terkira buat Subhan, Keluarga Pak Rahman dan Bu Ida serta si kecil Gaftan. Terimakasih juga buat teman-teman relawan KI Sumbawa 2, Sugestia, Bambang, James, Yoga, Wulan, Emi, dan Yadi serta semua teman sesama relawan yang tak mungkin saya sebut satu per satu.

Tak sulit untuk mencapai Kota Sumbawa, pilihannya lengkap, baik transportasi darat, laut maupun udara menuju kota tersebut. Mereka yang menggunakan jalur penerbangan dari Jakarta seperti saya bisa mengambil rute Jakarta (CGK) – Lombok (LOP) – Sumbawa (SWQ). Atau bila ingin menikmati pemandangan indah sepanjang jalur darat Lombok-Sumbawa, bisa mengambil alternatif menggunakan travel dari Mataram dan menyeberang menggunakan kapal ferry dari Pelabuhan Kayangan di Lombok menuju Pelabuhan Pototano di Sumbawa.

Dengan pertimbangan menghemat waktu, saya menggunakan pesawat terbang dari Jakarta menuju Sumbawa. Dengan memesan tiket penerbangan secara daring di sebuah OTA yang juga menjual tiket Kereta Api Indonesia, saya mengambil rute penerbangan menuju Sumbawa dengan satu kali transit di Bandar Udara Lombok Praya. Kemudian penerbangan dilanjutkan dengan meggunakan pesawat kecil tipe ATR dan saya pun mendarat dengan mulus di Bandar Udara Sultan Muhammad Kaharuddin III.

Tak seperti bandara lain yang sebagian besar berada di pinggir kota, bandara Sumbawa berada di dalam kota Sumbawa, tepatnya di daerah Brangbiji. Meski begitu, saya nyaris tidak menemukan angkot di kota ini. Beruntung Subhan –fasilitator SDN Labuan Bajo—berkenan menjemput saya sore itu di bandara, sehingga saya pun tak kesulitan mendapatkan transportasi lokal.

  • Antara Sumbawa Besar dan Labuan Batu

Tujuan utama kedatangan saya ke Sumbawa adalah untuk kegiatan volunteering bagi anak-anak Sekolah Dasar di Labuan Batu, Kecamatan Utan. Dari Sumbawa Besar menuju Kecamatan Utan perlu waktu tempuh normal sekitar satu jam berkendara menuju ke sana. Namun tentu saja saya dan teman-teman memerlukan waktu tempuh lebih lama karena kami sengaja berhenti di beberapa tempat untuk menikmati Kelapa Muda di tepian pantai dan Jagung Rhee yang terkenal itu.

Kelapa Muda ini disajikan dengan dengan sedikit unik yaitu dengan tambahan gula cair, perasan air jeruk nipis dan sedikit susu segar murni. Perpaduannya menghasilkan rasa yang unik dan segar, dijamin suka dan sukses menghalau dahaga. Jenis kelapa mudanya pun kita bisa memilih apakah yang berdaging tebal atau yang berdaging tipis. Kalau saya sih lebih suka yang berdaging tipis. Lebih lembut saat dinikmati.

Sedangkan Jagung Rhee sebenarnya adalah jagung hibrida F1 yang memiliki keistimewaan rasa dan atau tekstur menyerupai ketan saat dikunyah. Warnanya juga berbeda tak seperti jagung kebanyakan yang berwarna kuning, Jagung Rhee bulir-bulirnya berwarna putih susu. Jagung Rhee rebus sangat enak dimakan selagi panas dan harganya bikin sangat murah, bayangkan dengan empat ribu rupiah anda bisa mendapat 5 tongkol Jagung Rhee rebus. Murah banget khan?

Kami tiba jelang waktu makan siang tiba di pantai Labuan Pade, Kecamatan Utan. Tempat ini sekaligus menjadi tempat wisata yang telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas sebagaimana layaknya sebuah tempat rekreasi. Untuk ukuran sebuah kota kecamatan, kondisi taman rekreasi di La-Pade sangat baik. Toiletnya bersih, air tawar berlimpah, begitu juga musholla yang terawat, taman bermain anak-anak, kantin serta pondok-pondok untuk beristirahat.

Malamnya kami menginap di pantai ini setelah sempat hopping island di siang hari ke Pulau Bedil dan Pulai Keramat. Pondokan kami disulap menjadi tempat tidur, lantai pondok dilapisi dengan matras, dan sekeliling pondok akan ditutupi dengan tirai dan dilengkapi dengan bantal kepala dengan layaknya. Beruntung cuaca malam itu tak terlalu dingin, angin pun bertiup tak terlalu kencang, hanya sesekali serangga malam mengganggu lelap kami. Jadi tahu deh rasanya tidur di tepi pantai di udara terbuka.

  • Membangun Mimpi, Menebar Inspirasi

Pagi-pagi sekali kami semua sudah bangun dan mempersiapkan diri. Semua berdandan rapi sesuai profesi masing-masing. Wajah-wajah yang sebelumnya terlihat santai bak teman jalan, berubah menjadi fomil dan berwibawa. Ah bangganya punya teman-teman dari berbagai profesi dan memiliki prestasi. Mereka siap menebar inspirasi dan membangun mimpi-mimpi anak-anak di SDN Labuan Bajo, Sumbawa.

 

Mereka datang bukan hanya dari berbagai profesi dan latar belakang namun juga dari berbagai penjuru kota di Indonesia. Ada dari Makassar, Bali, Jakarta, Lombok hingga Kalimantan. Semua dengan sukarela dan bahagia mengeluarkan uang dari kantongnya sendiri untuk datang ke tempat yang jaraknya ribuan kilometer demi mimpi-mimpi anak-anak Sumbawa. Bangga bisa ada dalam kerumunan orang-orang positif seperti mereka.

Sesuai dengan briefing dan rencana yang sudah kami susun, maka saya kebagian mengajar di kelas 4. Meski sudah cukup besar untuk ukuran usia anak sekolah dasar, tapi toh ternyata tak mudah mengajar mereka. Kelas tambahan yang sangat sederhana berdinding bambu dan beratap seng yang mengantarkan panas hingga ke udara di dalam kelas menjadi tempat mereka belajar. Jangan bayangkan suasana tenang dan nyaman di dalamnya, karena suasana panas membuat mereka mudah terdistraksi.

Berkali saya harus menenangkan mereka dan membuat mereka fokus pada yang saya sampaikan, bahkan sekali dua rasanya nyaris putus asa saat harus bolak-balik melerai mereka yang bertikai. Anak-anak ini sebagian besar memeliki karakter yang keras dan mdah tersulut marah, mungkin ada kaitannya dengan lingkungan mereka di pesisir pantai. Namun bagaimanapun mereka adalah anak-anak, tugas kamilah orang dewasa yang mengarahkan mereka.

Sedih rasanya mereka terkungkung di lingkungan tempat mereka tinggal dengan akses informasi dan teknologi yang sangat minim. Jangankan bicara soal Paris atau keindahan Raja Ampat, Jakarta saja mereka ada yang tidak tahu dan Monas adalah hal asing bagi mereka. Cita-cita mereka sebagian besar normatif sebagaimana yang kita dengar sejak gulu kala bahwa cita-cita itu tak jauh dari jadi dokter, guru, polisi dan atau pemain bola. Mereka tak mengenal travel blogger apalagi chemical engineer seperti saya.

Namun saya percaya, bahwa setiap anak unik dan setiap anak adalah hebat, apapun cita-cita dan profesi yang akan mereka sandang kelak. Pada mereka kutitipkan asa, bahwa suatu saat kelak, merekalah yang akan menjaga negeri ini, menjadikan bangsa dan negara ini bermartabat dan muncul di panggung dunia melalui karya dan kiprah mereka.

Pada mereka kusemaikan asa di Tanah Samawa, agar mereka tumbuh menjadi anak-anak negeri yang hebat yang kelak mampu meneruskan tongkat kepemimpinan pendahulunya dan terus melanjutkan pembangunan negerinya agar menjadi bangsa yang layak diperhitungkan di kancah dunia.

Semoga.

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

team SDN Babakan Surabaya

Janji Kemerdekaan

Bahwa kewajiban semua anak bangsa yang terdidiklah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.  Sebuah janji kemerdekaan yang ...

14 comments

  1. Seruu deh mba perjalanannya. Bukan hanya travelling, tapi juga membawa misi memajukan pendidikan anak Indonesia ya mba. Saluut!

  2. Ahh..penasaran sama jagung bertekstur ketan itu..murah banget lg..

  3. memang teladan mba ku yang satu ini. pendidik sejati.
    Kalau aku sedang tidak dalam trip yang massal. aku selalu sempatin mampir sekolah2. berbagi kebahagiaan besama adik2 di sana. dan tentunya, kalau diberi kesempatan, aku senang sekali mengajar walau cuma 1 jam saja.

    Mungkin voluntourism perlu giat diwacanakan dan dijadikan konsep jalan2 yang mengedukasi. karena jujur, kebahagiaanku berada pd puncaknya kalau pas ngetrip sambil membawa misi sosial. hehe

    semangat Mba Donna!

  4. Makin mantap aja Mak Donna dan selalu menginspirasi niy. Sukaa banget deh selain traveling lihat2 pemandangan alamnya, terselip hati yg tulus utk berbagi kisah inspirasi dengan anak2 di sumbawa.
    Lanjutkan Maak, aku suka lihat ekspresi anak2 itu..

  5. Seru sekali tampaknya mbak. Jadi materi yang disampaikan biasanya apa? Apakah awareness soal cita-cita, masa depan dan pilihan profesi saja, atau yang lainnya?

  6. wah saya juga pernah ikut kegiatan kelas inspirasi mbak…. sungguh sangat bermanfaat

  7. Bu dosen satu ini emang keren banget deh selalu inspiratif. Seneng ya mbak bisa berbagu mimpi sama anak2 pulau semoga mereka tumbuh jd anak2 tangguh yg semangat mengejar impiannya

  8. semangatnya sungguh luar biasa, dari Jakarta ke Sumbawa mengemban misi Menginspirasi anak anak Indonesia. saya ikut kelas inspirasi hanya bisa di level lokal saja. Ruang lingkup kabupaten karena berbagai alasan

  9. Alhamdulillah Mbak Do_Im semoga menjadi investasi amal sholeh untuk bekal kelak di Yaumil Akhir
    Intan Rosmadewi recently posted…Nabi Adam AS Ayah Umat Manusia SeduniaMy Profile

  10. Jagung Rhee tiba di Jakarta hrgnya luar biasaaa. *Naik pesawat*

    Kelas inspirasinya keren ?? semangat ????

  11. sarat makna, menginspirasi banget mba. pasti rasanya beda dari traveling aja. istilah baru, yuk dipopulerkan hehe
    Inayah recently posted…Curhat Ditemani Cemilan Sehat Di Tahun BaruMy Profile

  12. Ah senang nya berbagi dengan adek2 … semoga terus meninspirasi

  13. Perpaduan yg keren mbk, sekalin travelling bisa berbagi

  14. Perjalanan yg mengasyikan dgn keindahan alam yg ditelusuri namun sekaligus mengharu juga melihat anak-anak disana yg demikian sederhana.
    Berbahagia mbak bisa menjalani model perjalanan seperti ini.

    Salam dari saya di Sukabumi,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge