Thursday, November 23, 2017
Home » Inspiration, Opinion, and Self Development » is it passion? is it yours?
IMG_0248

is it passion? is it yours?

“Ayo dong, Bli, apa lagi hasil penerawangannya?’. Setengah merajuk aku memaksa Bli Komang bercerita tentang apa yang ia “lihat” tentang aku. Empat hari mengelilingi Bali bersama Bli Komang yang pandai menerawang membuat perjalanan kami sungguh menarik. Diantara keindahan dan kenangan Bali, obrolan lebih banyak diisi dengan hal-hal yang asyik berkaitan dengan diri. Aku pikir banyak orang sepakat bahwa membicarakan diri sendiri itu adalah topik yang paling menyenangkan hampir semua orang. *ups…untuk perempuan lebih tepatnya.

Begitu pun aku, seneng banget kalo sudah ada orang yang memulai pembicaraan dengan kalimat “loe tuh ya don…orangnya…”.hehehe. Tapi teteup ya….membicarakan diri sendiri itu harus tepat timingnya dan tepat pula dengan siapa kita berinteraksi, karena sesungguhnya bagi orang lain, kita akan jadi sosok yang membosankan bila kita cuma asyik bicara tentang diri sendiri, apalagi sampai mendominasi pembicaraan dan gak bersedia jadi pendengar yang baik saat orang lain berbicara.

Pagi ini saya pengen banget menulis tentang saya dan yang asyik-asyik itu. Mungkin bagi orang lain hal ini tak menarik, gak asyik banget khan dengerin saya berceloteh tentang diri saya sendiri, hingga saya memilih media ini untuk menyalurkan hasrat. Harapannya sih, bagi yang gak tertarik dia tinggal tutup layar tanpa sungkan dan saya juga gak pake ngerasa gak enak karena ternyata yang asyik menurut saya belum tentu asyik bagi orang lain.

Beberapa bulan terakhir ini saya akrab sekali dengan kata “enjoy” yang secara sederhana sering saya terjemahkan bebas menjadi asyik, karena hal-hal yang bikin saya enjoy pasti saya asyik sendiri didalamnya. Sejak menyelesaikan study lanjut dan purna tugas dari sebuah tanggungjawab struktural di institusi tempat saya bekerja, saya memiliki banyak sekali waktu luang. Empat tahun terakhir gedumbrangan berbagi waktu antara rumah, kantor dan kampus membuat tubuh saya seperti seorang pelari marathon yang saat tiba di titik finish, saya gamang gak tau mau ngapain. Bawaannya pengen terus berlari.

Seharusnya saya membuat impian besar yang mampu membuat saya kembali berlari. Tapi kok rasanya masih capek banget ya, hingga yang saya buat hanyalah beberapa goal, saya berpikir goal-goal kecil cukuplah, setidaknya mampu membuat saya tetap bergerak. Tapi ternyata benar kata orang bijak, goal-goal kecil tak akan membuat perubahan yang signifikan, apalagi harus menjalani kegiatan yang kita gak enjoy didalamnya. Study lanjut lagi, doktoral, sertifikasi, kepangkatan, jabatan struktural mendadak menjadi hal2 yang gak menarik buat saya. Itu semua bukan impian besar, tak menggerakkan saya tuk sampai disana. jelas sudah sesuatu itu….sudahlah goal kecil tak enjoy pula, siapa pula yang akan bergerak. Begitu pun saya, lalu saya mulai gelisah…sebenarnya apa sih yang saya mau, apa sih yang saya cari dan apa sih yang asyik buat saya.

Lalu teringatlah sebuah obrolan kecil di suatu masa yang tlah lewat dengan seorang sahabat di sebuah rumah makan yang terkenal dengan udang bakar madunya yang maknyuus. Dinni nama sahabat saya itu, ia lah yang memperkenalkan saya lebih lanjut sebuah nama lewat sebuah buku, “Rene Suhardono, dalam bukunya Your Job Is Not Your Career”. Dalam gelisah saya, nama itu muncul kembali. Saya harus dapatkan dan baca buku itu, berharap bisa menjawab sebagian kegelisahan saya.

Saya juga memanfaat social media untuk menemukan hal-hal yang menarik buat saya. Saya jadi “pengikut” untuk banyak akun twitter. Lalu saya mulai membuat target, bahwa bila saya hanya inginkan 75 akun yang akan saya ikuti, maka berarti saya harus memangkas satu persatu akun yang berjumlah sekitar 300-an itu dari lini masa saya agar saya bisa melihat gambaran objek apa sih yang asyik saya ikuti.. Saya lakukan itu secara perlahan, satu persatu akun yang tidak menarik perhatian saya atau informasi nya tidak sesuai dengan apa yang saya butuhkan untuk tahu mulai saya tinggalkan, dan beberapa bulan kemudian ketika jumlah nya sudah turun sampai dibatas target saya, saya seperti menemukan keajaiban, seperti melihat potongan2 puzzle yang tadinya berserak menjadi sebuah gambaran utuh, sesuatu yang menarik buat saya dan membuat saya enjoy didalamnya.

Ternyata saya gak salah-salah langkah amat kok. *nyengir. Lalu saya gabungkanlah dua pendekatan diatas, buku nya Rene dan akun2 twitter di lini masa saya untuk menjawab pertanyaan itu. Ternyata hal ini terkait dengan objek aktivitas tersebut. Mengajar adalah hal yang menarik buat saya, tapi ternyata chemical engineering bukanlah objek yang menarik buat saya. Pantaslah saya males banget kalo ngajar yang eksak banget. Mengajar menjadi aktivitas yang mengasyikkan buat saya karena saya punya panggung untuk share. Dan jantungnya mengajar itu ternyata adalah “sharing” dan “panggung”. Ada ilmu yang bisa di bagi dan ada kelas sebagai pentasnya. Kebetulan saja saya memiliki kompetensi untuk membagi ilmu yang saya punya.

Ternyata berbagi dan bercerita adalah aktivitas yang membuat saya merasa asyik, seru dan kuat. Kata Rene, ketiga rasa itu bisa menjadi petunjuk yang sahih dan mudah atas passion. Menulis, mengajar sebagai bentuk aktivitasnya, blog dan social media sebagai medianya. Objeknya juga semakin jelas, saya peduli dengan hal2 yang terkait dengan pertumbuhan pribadi, anak-anak, dan pendidikan, saya asyik dengan urusan travellling dan photography dan yang akhir2 ini menjadi tambahan objek yang menarik buat saya adalah bagaimana bisa mengelola keuangan dengan baik, dan mewujudkan menjadi obsesi saya menyentuh sebanyak mungkin hidup orang lain melalui aktivitas yang saya asyik didalamnya dengan baerbagi melalui tulisan dan gambar.

Saya pikir sudah waktunya saya tidak berlama-lama gelisah, sudah waktunya tak terganggu dengan tanda tanya di kepala orang lain, karena saya sudah tau apa yang saya mau, dan apa yang saya cari dan apa yang paling asyik yang bisa lakukan.

semoga…..

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

P_20160401_151657

Kebun Raya Eks Tambang Emas Minahasa, Sebuah Persembahan Bagi Alam

Berkali saya melihat gambar yang sejatinya memancing imaji keindahan. Lubang-lubang putih menganga, berserakan di sebuah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge