Sunday, September 24, 2017
Home » Inspiration, Opinion, and Self Development » Inspiring Mom, versi majalah Anakku Edisi April 2014
Karena Perempuan adalah Ujung Tombak Kemajuan Bangsa
Karena Perempuan adalah Ujung Tombak Kemajuan Bangsa

Inspiring Mom, versi majalah Anakku Edisi April 2014

Dear Mba Donna,

Semingguan ini saya mencari sosok ibu yang punya semangat untuk menginspirasi sesama melalui aktivitas yang digelutinya. Kemudian, saat blogwalking, saya menelusuri para finalis Srikandi Blogger 2014. Entah mengapa, saya merinding kagum melihat bagaimana Mba Donna yang tengah menjalani kegiatan di Kelas Inspirasi.

Semangat, passion, dan kepedulian terhadap anak bangsa, khususnya di bidang pendidikan, begitu kental. Alangkah senangnya kami jika berkesempatan melakukan sesi interview (via email atau langsung) dengan Mba Donna di minggu ini.

Kami tunggu kabar baiknya ya, Mba.

Surat elektronik tersebut saya terima 23 Maret yang lalu dari mbak Shelvy, redaksi majalah Anakku tak lama setelah puncak perhelatan Srikandi Blogger 2014 berlangsung di Museum Nasional, Jakarta pada tanggal 9 Maret 2014. Saat itu saya adalah satu dari sepuluh finalis pemilihan Srikandi Blogger yang diselenggarakan oleh sebuah komunitas yang bernama Kumpulan Emak2 Blogger (KEB). Empat diantara kami kala itu terpilih sebagai pemenang, masing-masing mendapat predikat Srikandi Blogger 2014, Srikandi Persahabatan, Srikandi Favorit dan Srikandi Inspiratif. Saya tidak termasuk diantara empat orang tersebut, namun perhelatan tersebut ternyata meninggalkan jejak untuk seseorang menemukan blog saya dan masuk dalam kehidupan saya.

Surat elektronik tersebut tentu saja sedikit mengejutkan, pertanyaan pertama yang muncul di kepala saya adalah, kenapa saya? Saya berpikir bahwa saya bukanlah siapa-siapa dan rasa-rasanya kalaupun yang saya lakukan itu disebut sebagai kegiatan yang istimewa, tentu saja yang hebat dan istimewa adalah kegiatan dan komunitasnya, bukan diri saya. Saya coba menelusuri laman resmi majalah ini -yang merupakan majalah parenting– mencoba mengetahui apa itu rubrik profil Inspiring Mom yang sedianya akan diisi dengan profil diri saya kelak bila saya bersedia. Dari penelusuran tersebut kemudian saya merasa cocok dan kemudian menyatakan kesediaan saya melalu balasan surat elektronik yang saya kirimkan keesokan harinya.

Saya berpikir mungkin ini adalah salah satu jalan untuk menularkan virus inspirasi lebih luas lagi. Saya sadar diri bahwa masih banyak orang hebat yang lebih inspiratif di banding saya. Mereka yang memiliki segudang karya dan aktifitas. Teman-teman relawan Kelas Inspirasi dan blogger-blogger hebat di KEB yang hebat-hebat. Tapi harapan saya, yang kecil dan sedikit yang saya miliki ini semoga bisa menjadi setitik cahaya dan menyentuh jiwa yang mereka-mereka yang mungkin ada di luar sana dimana tangan saya tak mampu menyentuh mereka.

Wawancara kemudian dilakukan melalui surat elektronik dengan pertimbangan kami berdua punya kesibukan masing-masing, yang tentu saja harus repot mencocokkan jadwal satu dengan yang lain bila harus melakukan wawancara tatap muka. Pribadi saya yang sesungguhnya tak bisa langsung bisa membuka diri pada orang yang baru saya kenal juga membuat saya merasa lebih enak bila wawancara dilakukan lewat surat elektronik. Ada sepuluh point yang disodorkan redaksi pada saya, delapan pertanyaan, satu biodata dan satu daftar foto yang harus disiapkan. Point terakhir ini justru yang agak sulit, karena redaksi meminta foto dengan ukuran minimum 1 MB, dan salah satu foto yang diminta adalah saat Penganugerahan Srikandi Blogger 2014.

Sebagai penyuka fotografi dan kemana-mana menenteng kamera tentu saja tak sulit menyediakan foto diri dan keluarga dengan ukuran high resolution. Untuk kegiatan-kegiatan Kelas Inspirasi saya memiliki copy file dari dokumentator saat Kelas Inspirasi berlangsung, saya hanya perlu meminta izin dari mereka dan alhamdulillah mereka dengan senang hati membantu. Namun untuk kegiatan Srikandi Blogger, kok ya kebetulan sekali saat penganugerahan berlangsung saya masih belum pulih benar dari serangan vertigo, sehingga praktis saya tidak menggunakan kamera dan selama acara berlangsung praktis saya duduk manis di kursi finalis kecuali saat pengumuman pemenang. Sehingga nyaris tidak ada foto yang khusus diambil untuk saya. Foto-foto yang tersedia hampir semua foto bersama, berukuran kecil dan tidak fokus mengambil gambar saya, atau kalaupun ada sudah dalam keadaan di watermark. Untung saja seseorang teman yang mau direpotkan malam-malam, bersedia mengirimkan foto yang menurut saya memang itulah foto terbaik yang bisa saya dapatkan.

Terimakasih Anazkia, Nicholas Dianto dan Bradda Daus yang berkenan fotonya saya gunakan. Dari sekian banyak foto yang saya sediakan, tiga foto yang dipilih redaksi adalah hasil jepretan mereka bertiga. Terimakasih teman-teman Kelas Inspirasi, terimakasih teman-teman di KEB, terimakasih mbak Shelvy dan redaksi majalah Anakku. Apa yang saya tulis mudah-mudahan bisa amanah dan menginspirasi banyak perempuan lainnya.

Dan ini hasilnya…taraaaaa. 

Screenshot_2014-05-08-14-26-51

Screenshot_2014-05-08-14-27-14

Oh ya, bagi yang ingin membaca versi online bisa mengunjungi www. wayangforce.com, ketik “anakku” di kotak search, pilih edisi april 2014, klik buy. Bagi yang menggunakan iPad atau Android pastikan dulu untuk menginstall aplikasi wayangforce ya.

Dibawah ini, adalah jawaban atas pertanyaan yang disampaikan melaui surat elektronik pada tanggal 27 Maret 2014, sebelum melalui proses editing. Selamat membaca…..

1. Donna dan masa kecil. Apa cerita masa kecil yang bisa dibagi kepada pembaca Anakku yang mendukung dan berkesan sehingga menghadirkan sosok Donna Imelda yang sekarang?

Sejak kecil saya sering berpindah ke beberapa kota di Indonesia mengikuti ayah saya yang bertugas di salah satu bank pemerintah. Hal ini membuat saya punya banyak sekali kenangan masa kecil yang menarik di setiap daerah yang kami tinggali. Budaya, adat istiadat dan keindahan alamnya sangat berkesan dan membekas pada diri saya hingga membuat saya selalu merasa bangga dan bersyukur lahir sebagai anak Indonesia dan ingin menjelajah ke seluruh pelosok Indonesia. Orangtua saya tidak pernah membatasi dengan siapa saya harus bergaul, sering berpindah membuat saya terbiasa punya teman baru, lingkungan baru dan memilik banyak teman dengan latar belakang yang berbeda-beda. Hal ini membentuk diri saya menjadi pribadi yang toleran, mudah berempati, mandiri, adaptif dan mudah bergaul dengan siapa saja. Saya tak pernah risau dan mudah menikmati keadaan dimana saya berada dan dengan siapa.

2. Donna dan karier. Kabarnya pernah menjalani sebagai tenaga pengajar di Universitas Jayabaya. Bagaimana seorang Donna menjalani keseharian di tengah-tengah mahasiswa?

Sampai saat ini saya masih mengajar di Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Jayabaya. Saya menjalani keseharian saya di tengah-tengah mahasiswa dengan gaya yang cenderung santai. Saya suka bercanda dengan mahasiswa bahkan menjadikannya bagian dari proses belajar mengajar di dalam kelas agar mahasiswa rileks dalam belajar dan tidak cepat bosan. Interaksi saya dengan mahasiswa tidak hanya sebagai dosen bagi mereka tapi juga sebagi teman dimana kami bisa berinteraksi di luar kelas, diskusi tentang banyak hal baik yang berkaitan dengan keilmuan atau hal lain yang menarik seputar kegiatan kampus bahkan sampai ke soal pribadi. Oh ya, ini salah satu testimoni mahasiswa saya tentang saya ketika pemilihan Srikandi Blogger 2014.

Menurut kami Bu Donna pantas menjadi pemenang Srikandi Blogger karena goresan tintanya mampu menginspirasi kami sebagai mahasiswa untuk terus semangat menggapai mimpi. Bu Donna Juga agen Curhat yang oke banget karena beliau mampu memberikan solusi terbaik saat sesuatu yang terlihat sulit menjadi mudah mudah untuk dijalani. Bu Donna juga seorang planner yang baik dalam segala hal, tak ketinggalan bahwa jiwa sosial dan sikap humble yang dimilikinya mampu membius orang-orang di sekitarnya untuk sayang sama beliau dan point terakhir namun bukan yang paling akhir adalah beliau memiliki kepribadian yang menarik dan unik namun tetap di segani

3. Donna dan menulis. Bagaimana ceritanya sampai bisa menjadi finalis Srikandi Blogger 2014 dan bagaimana Mba Donna memaknai dunia tulis-menulis dengan kehidupan yang tengah dijalani?

Saya suka menulis sejak kecil meski sekedar curhat di buku harian, saat SMA saya sesekali menulis cerita fiksi meski lebih banyak dibaca sendiri. Saat internet mulai masuk dalam hidup saya di tahun 2007 saya mulai menulis blog gratis di Multiply lalu memutuskan untuk kemudian menulis dengan serius dan memiliki self hosting di www.donnaimelda.com.

Menulis adalah salah satu media untuk saya berkarya, berbagi dan menginspirasi. Saya ingin hidup saya berarti dan bermanfaat bagi orang lain melalui tulisan, sehingga saya merasa perlu memiliki network yang lebih luas, meningkatkan kemampuan saya menulis dan berkarya lebih banyak dengan bergabung dalam Komunitas Kumpulan Emak-Emak Blogger (KEB) yang beranggotakan perempuan-perempuan blogger yang didirikan oleh Mira Sahid. Dalam komunitas tersebut kami saling berbagi, belajar dan tumbuh bersama. KEB pula yang menyelenggarakan acara pemilihan Srikandi Blogger sejak tahun 2013.
Saya memutuskan untuk ikut pemilihan Srikandi Blogger 2014 berkat dorongan teman baik saya. Tujuan awalnya hanya ikut meramaikan, tapi kemudian menjadi serius dan saya melaksanakan semua tantangan yang diberikan panitia sebaik mungkin. Yang penting buat saya saat itu adalah belajar berani menghadapi tantangan dan melakukan yang terbaik dalam melewati setiap tahapan prosesnya. Alhamdulillah, ternyata saya lolos di babak 50 besar lalu maju lagi ke tahapan berikutnya dan masuk menjadi satu diantara 10 finalis Srikandi Blogger 2014.

4. Donna dan travelling. Mengapa memilih travelling sebagai hal yang disukai serta bagaimana mengatur waktu agar tetap bisa bekerja namun juga sempat berjalan-jalan?

Travelling buat saya adalah kebutuhan jiwa. Cara untuk melepaskan ketegangan atau kepenatan karena aktivitas sehari-hari yang padat. Travelling adalah cara saya untuk tahu lebih banyak hal, kenal lebih banyak orang, melihat lebih banyak, dan eksplorasi lebih dalam. Travelling juga memberikan banyak pengalaman dan kesempatan merekam momen-momen istimewa.

Sejak awal memilih karir, saya memang dengan sengaja memilih pekerjaan sebagai dosen yang jam kerja yang tidak terlalu mengikat. Hal ini membuat saya mudah menyesuaikan waktu antara mengajar dan travelling. Biasanya saya berpergian di saat saya tidak mengajar atau saat liburan.

5. Donna dan fotografi. Apakah pernah ikut kursus tertentu dan objek apa yang paling diminati untuk dibidik?

Saya tidak pernah kursus tertentu di bidang fotografi. Belajar secara otodidak saja dan dari pengalaman karena sering memotret. Objek yang saya sukai adalah anak-anak, human interest dan keindahan alam.

6. Donna dan Kelas Inspirasi. Di blog tertulis “berbagi dan menginspirasi”, apa hubungan hal tersebut dengan terjunnya seorang Donna di Kelas Inspirasi. Sudah menggerakan kelas di mana saja dan apa tujuannya serta mimpi besar apa yang ingin diraih?

Saya peduli dengan pendidikan karakter anak bangsa dan sangat mencintai anak-anak. Misi besar dalam hidup saya adalah sebanyak mungkin menyentuh hidup orang lain. Saya ingin mengatakan pada dunia bahwa berbagi adalah cara terbaik untuk mencapai kebahagiaan sejati. Passion saya yaitu sharing, capturing moments, writing and travelling seperti menemukan jodoh yang tepat bersama Kelas Inspirasi. Saya dapatkan semuanya di satu kegiatan. Jadi ketika saya mengenal Kelas Inspirasi, saya langsung bergabung.

Mimpi besar saya adalah mampu membawa perubahan yang berarti untuk negeri ini dengan aksi nyata. Saya ingin anak-anak Indonesia berani bermimpi dan memiliki cita-cita besar untuk membangun bangsa. Dengan membawa cerita dan motivasi tentang berbagai profesi melalui Kelas Inspirasi, diharapkan kelak mereka inilah yang akan meneruskan cita-cita bangsa melaui profesi yang akan mereka pilih kelak.

Kelas Inspirasi yang pernah saya ikuti adalah Kelas Inspirasi Bogor, kelas Inspirasi Bandung sampai ke Lereng Pegunungan Tengger di Kelas Inspirasi Probolinggo. Selain saat ini sedang menunggu pengumuman untuk Kelas Inspirasi Jakarta, bersama relawan Kelas Inspirasi lainnya, pada tanggal 7 April nanti kami akan mengadakan Kelas Inspirasi Simulasi untuk anak-anak di Kepulauan Seribu. 

7. Donna dan keluarga. Dengan seabreg kesibukan dan hobi, bagaimana Mba Donna menyiasati agar tetap bisa menjadi istri yang baik sekaligus ibu yang siap menemani anaknya. Cerita haru atau berkesan apa yang bisa dibagi dengan pembaca berkenaan dengan interaksi Mba Donna bersama si kecil?

Saya bersyukur memiliki suami seorang family man yang tidak pernah menuntut dan mempermasalahkan pembagian tugas dalam rumahtangga. Kami terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah tangga bersama-sama, saling memahami personality serta saling mengisi kekurangan masing-masing. Suami dan anak-anak sangat mendukung bahkan terlibat dalam sebagian besar kegiatan saya. Kata kuncinya adalah skala prioritas dan mengutamakan kualitas dalam setiap kegiatan. Menempatkan setiap kegiatan pada prioritas yang tepat, yaitu Tuhan, Keluarga, Pekerjaan dan hobi sangat membantu saya menjalani setiap kegiatan.

Setiap ibu adalah inspirator terbaik buat anak-anaknya, menjadi role model dalam kehidupan mereka. Menanamkan nilai-nilai positif sejak dini pada mereka adalah bekal buat tumbuh kembang mereka kelak. Kita tak mungkin mengajarkan hal yang tidak kita lakukan. Kita tak mungkin mengajarkan kebajikan apabila kita tidak melakukannya. Mereka belajar dari apa yang kita lakukan.

Suatu ketika, saya terharu saat Hanifah -anak kedua saya- berkata tentang kegiatan saya di Kelas Inspirasi. Waktu itu saya sedang bercerita tentang pengalaman saya sambil memperlihatkan foto-foto saat kegiatan berlangsung.

Katanya “aku bangga dengan bunda, karena mau jadi relawan dan meluangkan waktu untuk menginspirasi anak-anak lain. Aku mau seperti bunda nanti. Boleh khan bun aku jadi relawan PBB? Aku ingin keliling dunia dan mengurusi anak-anak yang tidak seberuntung kita”.

Cimanggis, 7 Mei 2014

 

 

 

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

P_20160401_151657

Kebun Raya Eks Tambang Emas Minahasa, Sebuah Persembahan Bagi Alam

Berkali saya melihat gambar yang sejatinya memancing imaji keindahan. Lubang-lubang putih menganga, berserakan di sebuah ...

22 comments

  1. inspiring mom juga versi saya.
    salam kenal mak, senang membaca tulisan ini.

    • donna imelda

      Alhamdulillah, salam kenal juga mak. Terimakasih…terimakasih. Setiap perempuan adalah inspirasi, termasuk dirimu. Thanks sudah mampir ya mbak naniknara…

  2. Menjadi kebanggaan tersendiri ketika foto saya nampang di situ, huehehehe

    • donna imelda

      thank banget Anaz, tanpa kamu yang bersedia tanpa berpikir dua kali untuk membantu, tentu saya cukup kewalahan mencari dokumentasi saat Anugerak Srikandi Blogger 2014. Thank banget ya say

  3. Alhamdulillaah, senangnya banget pastinya ya, Mba.
    Semoga berbuah terus, dan predikat Blogger selalu melekat ya, Mba. 🙂

    • donna imelda

      Alhamdullah, Idah. Aamiin Allahumma Aamiin. Doa yang sama untukmu…semoga aktivitas menulis kita menghasilkan buah yang manis dan barakah. Keep Blogging, keep writing…

  4. Proud of you Don :))

  5. Semakin bangga dengan emak2 KEB! Keren!

  6. Mba Donna sudah memberikan kontribusi nyata untuk anak bangsa melalui Kelas Inspirasi (KI) dan apa yang Mba lakukan adalah sangat dibutuhkan oleh anak bangsa yang haus akan pengetahuan. Jadi tak heran jika Majalah Anakku memilih Mba sebagai sosok yang patut menjadi inspirasi dan teladan.
    Selamat ya Mba Donna, saya ikut senang dan ikut bangga 🙂

  7. Beruntung, aku pernah jalan bareng dengan ibu keren ini 🙂

  8. Selamat pagi Mak Donna Imelda, memang kedatangan atau limpahan rezeki itu tidak pernah kita duga ya. Mak Donna tak pernah menduga akan ‘dilamar’ (hehe..) oleh Mbak Shelvy dari Majalah Anakku melalui sebuah ajang KEB yang spektakuler itu SB2014. Begitu juga Bunda yang sudah kenal nama Mak Donna beberapa lama, tapi baru kali ini berkunjung ke rumah online Mak Donna, berkat FunBlogging. Bunda suka tulisan diatas dan tulisan yang lain pastinya keren-keren. Suatu saat akan Bunda kunjungi juga, spy Bunda juga ikut terinspirasi dengan cara menulis Donna. Salut.

  9. Duuh…semangat deh bacanya! tahun 2007? Wah, saya belum pegang-pegang komputer waktu itu. 2012 baru belajar nulis. Salut buat Mbak Donna yang istiqomah berbuat lewat tinta dan terjun langsung. Impian saya banget! Doakan ya Mak , biar saya ketularan 🙂

  10. artikel bagus
    Wahyu recently posted…Sepatu Milton 11My Profile

  11. Baru baca ini Mak Donna. Selamat ya Mak …. tetap menginspirasi sampai kapan pun 🙂
    Mugniar recently posted…Main Suka-SukaMy Profile

  12. Benar-benar menginspirasi.
    Tri Sapta recently posted…Assalamualaikum BeijingMy Profile

  13. kapan yak saya masuk majalah juga.
    hahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge