Home » Volunteering » Inspirasi Buat Anak Negeri
IMG_1365

Inspirasi Buat Anak Negeri

Saya ingin menjadi pilot, karena saya ingin mengantarkan orang-orang keliling dunia
Saya ingin menjadi atlit anggar, agar saya dapat mengharumkan nama Indonesia di luar negeri
Saya ingin menjadi artis agar bisa terkenal ke seluruh dunia
Saya ingin jadi dokter supaya bisa menolong orang sakit
Saya ingin jadi polisi supaya bisa menangkap buronan dan yang suka korupsi supaya Indonesia maju
Saya ingin jadi guru supaya semua anak Indonesia pintar

P2190038Sudah lebih dari sebulan berlalu, namun kenangan saat Kelas Inspirasi Bandung 2 berlangsung hari itu, Rabu, 19 Februari 2014 masih melekat erat dalam benak saya. Sungguh, saya merinding saat menuliskan kembali beberapa cita-cita yang sempat disampaikan oleh anak-anak di SDN Babakan Surabaya 1 Bandung, di kelas tempat saya mengajar. Bahkan saat saya menghadirkan kembali suasana hari itu melalui foto-foto yang terekam, saya tak mampu membendung rasa yang membuncah hingga terasa sesuatu yang hangat bergulir di ujung mata saya.

Masih teringat jelas kala itu, pukul setengah tujuh pagi. Saya dan Kang Danu –salah satu relawan pengajar- sudah tiba di komplek SDN Babakan Surabaya Utara untuk bergabung bersama beberapa relawan lainnya. Kami bersembilan yang terdiri dari dua fasilitator, lima relawan inspirator dan dua orang relawan dokumentator ditempatkan di SDN Babakan Surabaya 1, sementara beberapa relawan lain selain kami bertujuh, bertugas di SDN Babakan Surabaya 2 dan 3 yang terletak dalam area yang sama.

Suasana sekolah sudah ramai saat itu. Belum lagi kaki saya melangkah memasuki gerbang sekolah, mata saya sudah terpikat pada beberapa anak-anak berpakaian ala khas Sunda menggendong tas berjalan menuju sekolah. Tema Rabu Nyunda yang dicanangkan Pemerintah Kota Bandung menghadirkan suasana yang berbeda dengan keseharian saya di Jakarta. Betapa pemandangan begitu sedap di mata kala melihat anak-anak perempuan begitu manis dan cantik terbalut kain dan baju kebaya putih, sementara yang lelaki terlihat tampan dan gagah dengan setelan pangsi hitam dan ikat yang melilit di kepalanya, mereka semua semangat, bergegas memasuki gerbang sekolah dan menyalami ibu dan bapak gurunya.

Memasuki gerbang sekolah, saya seperti masuk ke dalam mesin waktu, ke masa saya menempuh pendidikan dasar. Lapangan riuh rendah oleh anak-anak yang berlarian, bermain lompat tali, bermain kelereng atau sekedar bersenda gurau menanti bel tanda masuk berdentang. Dunia anak-anak memang penuh kegembiraan dan memang seperti itulah seharusnya. Teringat anak-anak di luar sana yang mungkin tak seberuntung mereka ini, yang mungkin memiliki keterbatasan ekonomi dan akses transportasi hingga tak bisa mengenyam bangku pendidikan. Ah, semoga kelak seluruh anak-anak Indonesia, sampai ke daerah terpencil, berkesempatan merasakan kegembiraan yang sama dengan anak-anak ini.

P2190030

Selepas upacara pembukaan, kami para relawan pengajar yang terdiri Ajier yang berprofesi sebagai dokter, Kang Danu yang berprofesi sebagai praktisi hukum, Gilang sebagai performer dan bu Maria yang seorang entrepreneur segera bertugas menuju kelas masing-masing. Morinta dan Aulia menjalankan tugasnya sebagai fasilitator memastikan semua berjalan sebagaimana yang direncanakan, sedangkan Saka dan Annoy sebagai dokumentator sibuk hilir mudik dari satu kelas ke kelas lain mengabadikan momen-momen spesial selama Kelas Inspirasi berlangsung.

Jangan ditanya lelahnya. Mengajar sebanyak tiga kelas dengan jumlah murid rata-rata per kelas empat puluh sampai lima puluh anak, -bahkan salah satu kelas ada yang berjumlah 74 anak- dengan tingkah polah khas anak-anak yang tak bisa diam benar-benar menguras tenaga dan pikiran supaya mereka fokus tapi tetap gembira. Untunglah setiap relawan pengajar telah dibekali tips dan trik pada saat briefing bagaimana manajemen kelas untuk anak-anak tingkat sekolah dasar. Berbagai permainan, lagu, yel-yel, sampai alat peraga telah kami persiapkan.

Lihatlah Kang Danu dan Ajier terlihat gagah dengan pakaian khas sebagai praktisi hukum dan dokter, Gilang terlihat antusias berpindah dari satu kelas ke kelas lain meski harus menenteng-nenteng LCD Projector dan laptop sebagai alat bantu untuk memperlihatkan bagaimana anak muda ini melakukan akrobatik saat berperan sebagai performer. Bu Maria sebagai enterpreneur lengkap membawa peralatan dan pernik-perniknya sehingga anak-anak bisa turut aktif membuat aksesoris. Begitu pun aku, dengan gambar-gambar yang aku cetak dengan ukuran besar, menjelaskan apa itu profesi dosen dan insinyur teknik kimia. Kami lakukan semua dengan penuh keceriaan sambil bermain dan bernyanyi. Semua berseru, menggerakkan badan, tertawa, meneriakkan yel-yel sedemikian heboh, seru dan semangat. Tapi jangan khawatir, semua kelelahan itu terbayarkan bahkan lebih dari yang kita bayangkan. Selalu saja ada momen spesial yang tercipta yang begitu manis dikenang dan lekat dalam ingatan.

KIbdg2

Tugas utama kami para relawan memanglah menginspirasi anak-anak ini untuk berani bermimpi memiliki cita-cita dengan cara memperkenalkan profesi kami. Kami juga memberi pemahaman mengapa profesi ini penting dan bagaimana cara mencapainya. Namun ada maksud yang lebih besar dari sekedar menginspirasi mereka yaitu menanamkan nilai-nilai luhur bangsa dan peran besar mereka sebagai generasi penerus yang akan membangun bangsa ini kelak lewat profesi yang mereka pilih. Saya harus pastikan dengan cara yang anak-anak pahami bahwa mereka harus bangga terlahir sebagai bangsa Indonesia, bahwa negeri ini adalah negeri yang hebat dan apapun profesi yang mereka pilih kelak, merekalah yang akan menerima tongkat estafet pembangunan negeri ini. Masa depan bangsa ini ada di tangan mereka.

Di setiap kelas yang saya masuki, saya membagikan selembar kertas yang harus mereka isi dengan cita-cita. Di balik kertas tersebut mereka juga akan menulis mengapa mereka memilih profesi tersebut sebagai cita-cita. Bagian ini selalu menjadi bagian terbaik setiap Kelas Inspirasi bagi saya. Bagian yang selalu berhasil membuat saya bolak balik merinding bahkan sampai menitikkan airmata. Bagaimana tidak, di kertas itu tertulis berbagai profesi yang mereka inginkan dan seluruh dari mereka memiliki alasan dan tujuan mulia. Tujuan yang membuat saya terharu, hingga pada setiap kertas yang mereka bacakan satu persatu dihadapan teman-teman dan gurunya, saya selalu menyempatkan untuk mengamini dan mendoakannya. Selalu ada getar yang tak terdefinisi dan tak terwujud dalam bentuk kata, hingga saya selalu spontan mengatupkan telapak tangan saya ke dada, merendahkan diri serendah-rendahnya sambil berdialog singkat dalam hati pada Tuhan, Allah…. kabulkan cita-cita mereka.

Saya masih merinding teringat seorang anak bernama Raisa, yang menulis bahwa ia ingin menjadi atlit Anggar agar bisa mengharumkan nama Indonesia di luar negeri. Dengan menggunakan penggaris panjang, Raisa terlihat terlatih memperagakan bagaimana bermain anggar sambil menjelaskan setiap langkah yang ia lakukan. Dan kami sekelas termasuk guru pendamping menyaksikan harapan yang tersampaikan, bahwa sepuluh tahun yang akan datang, lagu Indonesia Raya akan berkumandang seiring dengan berkibarnya Sang Merah Putih di arena Olimpiade atas prestasi Raisa memperoleh medali emas di cabang olahraga Anggar. Kami sekelas mengaminkan.

Saya juga teringat kejutan yang diberikan seorang anak tampan yang sangat pendiam, duduk sendirian di bangku paling belakang. Tidak menonjol dan seaktif teman-temannya, tapi ketika saya hampiri dan saya tanya apa cita-citanya, ternyata luar biasa, dia mengatakan ingin menjadi artis penyanyi internasional supaya bisa terkenal di seluruh dunia. Ia tak keberatan ketika saya memintanya untuk menyanyikan satu bait lagu. Lagu berjudul Matahari milik Agnes Monika yang dipilih, dinyanyikan begitu apik dan mengejutkan. Suaranya sungguh sangat indah.

Ah, anak-anak ini semua spesial, selalu memberikan kejutan-kejutan manis di setiap polahnya, selalu menghadirkan rasa haru dalam setiap alasan dan tujuan mulia cita-cita mereka. Bayangkan bahwa belasan tahun yang akan datang, Indonesia akan memiliki banyak pemain sepakbola berprestasi dunia, polisi dan tentara yang menjaga keamanan dan kedaulatan bangsa, dokter dan guru serta pengusaha sukses yang memajukan negeri ini, dan mereka semua merupakan lulusan sekolah ini. Luar biasa. Rasanya tak habis kata untuk menceritakan satu per satu kesitimewaan dan keunikan mereka seiring upaya saya yang tak habis-habis untuk menahan haru yang kerap muncul.

kibdg1

Teringat pada salah satu anak yang berkata dengan lantang,
“Cita-cita saya ingin menjadi pilot, supaya bisa membawa semua orang keliling dunia”, katanya.
“termasuk teman-teman dan Bu Guru?”, tanyaku.
“Iya, semua boleh”, jawabnya.

Lalu saya bertanya pada Ibu Guru, “Ibu Guru…, ini muridnya yang hebat ingin jadi pilot dan nanti kalau sudah jadi pilot akan membawa ibu keliling dunia. Bu Guru mau dibawa terbang kemana?”

Bu Guru tak langsung menjawab, terlihat seperti tercekat. Mungkin sejak tadi sudah menahan rasa. Beliau membuka kacamatanya, dan mengusap ujung matanya. Dengan suara tertahan, Bu guru berkata, “Ibu ingin terbang ke Mekkah saja, nak”.

Tiba-tiba rasanya aku ingin memeluk bu guru, menyampaikan terimakasih yang tak terhingga. Betapa tidak, menyaksikan bahwa tiada mungkin ada anak-anak hebat di ruangan ini, tanpa ada seseorang yang tiada lelah mendampingi dan memberikan ilmunya selama ini. Sosok yang mereka panggil “guru”.

Pada mereka lah sepatutnya kita berikan penghargaan yang sebesar-besarnya.

Sesuatu yang hangat pun bergulir di ujung mataku.

Kiara Condong, 19 Ferbuari 2014

IMG_1552

 

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

team SDN Babakan Surabaya

Janji Kemerdekaan

Bahwa kewajiban semua anak bangsa yang terdidiklah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.  Sebuah janji kemerdekaan yang ...

17 comments

  1. Saya ikutan terharu membaca postingan ini, Mak Donna. Betapa tingginya cita-cita para anak bangsa yang patut kita dukung bersama. Senang sekali tentunya dirimu ya Mak bisa ikut menumbuhkan inspirasi kepada anak2 itu.

    • donna imelda

      iya mak Uniek…yuk kita dukung sama-sama. Senang bisa menginspirasi anak-anak itu. Ikutan yuk mak, anak2 Indonesia pasti senang dengan kehadiran mak Uniek

  2. Terharu banget mak bacanya….seneng banget lihat anak-anak dengan cita-cita mereka yg mulia…semoga apa yg mereka cita-citakan menjadi kenyataan dan dikabulkan oleh Allah mak Donna…Semoga Sukses terus dg klas Inspirasinya mak….Wah kebtulan pas baca postingan ini, diluar anak-anak SD dkt sekolah sy lg jalan sehat keliling kompleks….ramai sekali….senang meilhat bocah-bocah ceria spt itu…

    • donna imelda

      Aamiin Allahumma Aamiin… wah senang betul ya weekend pagi2 disuguhi pemandangan anak2 SD yang lagi jalan sehat. Binar mata dan senyum mereka selalu bikin jatuh cinta. Sukses buatmu juga mak Irowati. *peluuuuuk

  3. Ikut berkaca2 baca ceritanya Mbak dan di foto itu semua tampak senang ya.

  4. mempunyai cita-cita setinggi mungkin buat anak-anak itu perlu ya mbak dan berikan dukungan untuk mereka

  5. huhuhu…terharu….bangga sama anak-anak ini mereka mempunyai cita-cita yang tinggi semoga mereka bisa mewujudkan cita2nya

  6. hiks, baca tulisan ini sungguh terharu dan bikin mata berkaca-kaca…
    Foto-fotonya seolah bercerita. Salut untuk semua yang bergerak di kelas Inspirasi. Sejuk rasanya di tengah berita perlakuan sebagian orang yang merampas masa depan anak-anak yang tak berdosa. Masih banyak cinta dan inspirasi yang bisa mereka dapatkan. Semoga cita-cita mereka tercapai.. Semangat terus ya, mak.

  7. diah (ibunya icha bolu)

    aq mewek niy bun, teringat murid2qu…dulu juga sempet ngajar sebentar. Senangnya mengajar anak2 setiap hari jd ketularan riang gembira. heeeee

  8. Mbak Donna… gerimis nih,bacanya 🙁 Kepengen gabung sambil belajar. Semoga TK dhuafa yang saya bina bisa merasakan manfaatnya juga.
    mutia recently posted…Jalannya SedekahMy Profile

  9. Ah jadi ikut terharu mbacanya mbak donna. Kelas inspirasi mjuga sudah pernah diadakan di Semarang tapi saya ga daftar, masih rieweh sama bocah-bocah terutama yang masih ngASI. Moga ada kesempatan di lain waktu
    rahmiaziza recently posted…Target MenulisMy Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge