Home » Review and Event » Sebarkan Berita Baik, Stop Hoax dan Ujaran Kebencian
IMG-20180509-WA0015

Sebarkan Berita Baik, Stop Hoax dan Ujaran Kebencian

Hoax dan ujaran kebencian. Kalau Bisa Sebarkan Berita Baik, Mengapa Harus Sebarkan Hoax dan Ujaran Kebencian?. Kalimat tanya itu selalu mampir di benak saya setiap melihat konten-konten hoax dan ujaran kebencian tersebar melalui internet di berbagai media, baik media sosial maupun lewat aplikasi-aplikasi percakapan daring seperti WhatsApp Grup. Geram rasanya teknologi informasi sudah semaju ini tak selalu sejalan dengan kemajuan cara berpikir dan perilaku penggunanya.

Pedang Bermata Dua

Sejak dahulu saya selalu mengatakan bahwa internet, khususnya media sosial adalah pedang bermata dua. Ia bisa begitu bermanfaat bila kita cerdas dan bijak menggunakannya, atau justru ia bisa mencelakakan kita bila kita tidak bijaksana menggunakannya. Apalagi terkait dengan penyebaran informasi, setiap dari pengguna internet atau netizen harus tau betul konsekuensi dari penyebaran sebuah informasi, termasuk aspek hukum yang bisa menjerat seseorang akibat penyebaran informasi yang bisa berdampak kerugian terhadap oran lain.

Salah satu yang harus diwaspadai adalah maraknya hoax dan ujaran kebencian yang tersebar secara masif di beragam platform media sosial. Sayangnya hal itu bukan hanya dikarenakan kurang bijaknya pengguna internet dan media sosial namun memang ada segelintir orang atau sekelompok orang yang dengan sengaja menyebarkan hoax dan ujaran kebencian secara terorganisir untuk tujuan negatif tertentu, misal untuk menjatuhkan seseorang atau untuk membuat masyarakat kita terpecah belah.

Jangan Terprovokasi

Sayangnya seringkali masyarakat tak memahami bahwa dirinya adalah sasaran organisasi seperti ini. Kita menjadi mudah sekali terprovokasi bahkan dari perbedaan hal-hal kecil. Apalagi bila itu terkait dengan isu SARA dan politik yang memang menjadi komoditas gurih zaman sekarang. Isu ini sengaja digoreng panas-panas agar semakin laris dan viral. Padahal bisa jadi itu berita bohong atau belum jelas kebenarannya. Akhirnya banyak di antara yang kemudian saling curiga, bahkan kemudian saling membenci dan menghujat.

Apalagi menjelang pemilihan umum 2019 seperti saat ini. Meski pelaksanaannya masih satu tahun ke depan, namun hawa panas sudah menyelimuti lini masa sejak kemarin-kemarin. Semakin hari semakin memanas. Sudah banyak kasus bahwa hoax dan ujaran kebencian membuat hubungan pertemanan jadi putus, hubungan keluarga menjadi tak harmonis atau hubungan dengan rekan kerja yang menjadi renggang. Bila hal ini terus menerus terjadi tentu saja ini sangat memungkin kita terpecah satu sama lain sebagai sebuah bangsa.

IMG20180509073531[1]

Pergeseran Fungsi Media Sosial

Tak bisa dipungkiri ada yang berbeda dalam dunia media sosial kita saat ini. Sebagai pengguna media sosial lebih dari sepuluh tahun saya merasa ada pergeseran fungsi media sosial yang tadinya sebagai media untuk berbagi informasi, berjejaring dan menjalin informasi, kini dimanfaatkan oleh sekelompok orang untuk menyebarkan hoax dan ujaran kebencian. Untuk itu kita sebagai netizen pun harus menyikapinya secara berbeda. Tak cukup hanya mengeluh dan begitu saja menerima informasi tetapi juga berperan aktif memeranginya dengan melakukan hal yang berbeda yaitu hanya  menyebarkan berita kalau itu benar, baik dan bermanfaat.

Tiga Pertanyaan Kunci

Sebenarnya banyak yang bisa kita lakukan di media sosial yang lebih bermanfaat dibanding menyebarkan hoax dan ujaran kebencian. Kita bisa menyebarkan berita-berita baik juga konten-konten kreatif dan positif yang jauh lebih bermanfaat. Seperti menyebarkan berita tentang prestasi dan pencapaian bangsa ini atau kegiatan-kegiatan yang menginspirasi, mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk melakukan kebaikan di berbagai bidang.

Saya punya rumusan sederhana terkait dengan hoax yang mungkin teman-teman sudah pernah dengar sebelumnya. Sebenarnya ini diadaptasi dari buah pikir Socrates, seorang filsuf Yunani yang mengajukan tiga buah pertanyaan tentang sebuah berita yang disampaikan kepadanya. Hal ini relevan dengan bagaimana saya menanggapi sebuah informasi atau berita yang sampai kepada saya baik secara langsung antar personal maupun yang saya lihat di media sosial dan internet. Sebelum saya menyebarkannya lebih lanjut, saya selalu mengajukan tiga pertanyaan kunci kepada diri saya sendiri, yaitu:

  1. Tentang Kebenaran

Apakah saya yakin bahwa informasi yang akan saya sampaikan itu benar. Kalau saya tidak yakin bahwa informasi itu benar atau saya tak sempat memeriksa kebenarannya, maka saya akan memilih untuk tidak menyebarkannya.

  1. Tentang Kebaikan

Apakah informasi yang akan saya sampaikan itu adalah sesuatu yang baik. Sesuatu yang benar belum tentu baik untuk disebarkan. Bisa jadi hanya akan memicu pertentangan atau menimbulkan keresahan.

  1. Tentang Kegunaan

Apakah informasi yang akan saya sampaikan itu bermanfaat, baik bagi diri saya maupun bagi yang menerimanya. Bila memang tidak ada manfaatnya, untuk apa kita menyebarkannya

Berhenti Sampai di Saya

Kita memang tak selalu bisa mencegah orang lain menyebarkan sebuah berita, juga acapkali tak kuasa mencegah suatu informasi sampai pada diri kita. Namun demikian, kita jelas punya kendali penuh atas diri kita untuk memilih meneruskan berita atau informasi tersebut atau berhenti sampai di diri kita saja. Tiga pertanyaan kunci di atas sungguh membantu saya untuk mengambil sikap. Jadi bila ketiga unsur di atas yaitu benar, baik dan bermanfaat tidak terpenuhi atas suatu berita, maka saya sama sekali tidak ragu untuk menghentikan berita tersebut cukup sampai di saya saja. Bagaimana dengan anda?

IMG-20180513-WA0013

#SebarkanBeritaBaik

Terkait dengan maraknya berita hoax dan ujaran kebencian yang semakin masif di media sosial, Polda Metro Jaya mengundang netizen hadir di acara Coffee Morning di Gedung Promotor Polda Metro Jaya, pada hari Rabu, tanggal 9 Mei 2018 kemarin. Dalam acara tersebut Polda Metro Jaya mengajak semua netizen yang aktif menggunakan media sosial untuk bersama-sama menyebarkan berita baik, berkonten positif dan menyampaikan pesan yang bermanfaat untuk masyarakat.

Untuk mendorong hal baik yang kita inginkan seperti yang tersebut di atas, Polda Metro Jaya mengadakan lomba membuat konten yang positif dan kreatif bagi para netizen dengan mengusung tema “Mari Bersatu Menjaga NKRI” dengan tanda pagar #SebarkanBeritaBaik. Konten bisa berupa karya terbaik baik berupa tulisan di blog, vlog dan media sosial. Lomba ini berlangsung dalam periode 9 Mei – 22 Juni 2018. Pemenang akan diumumkan pada hari ulang tahun Bhayangkara pada tanggal 1 Juli 2018.

Nah, mari kita sambut baik ajakan ini. Mari kita mulai dari diri sendiri dan mulai saat ini, karena kalau bukan kita bersama yang memulai dan melakukannya, maka siapa lagi yang akan bersatu dalam menjaga NKRI.

Sebarkan berita baik, berhenti menyebarkan hoax dan ujaran kebencian, dan jangan terprovokasi.

IMG20180509080203[1]

Yuk sama-sama bersatu dalam menjaga NKRI.

Salam

~donna~

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

_DSC3138

Berkenalan dengan Hunian Kolektif Humanis di Vida Festival 2017

Kemeriahan sebuah festival sudah terasa saat kendaraan kami memasuki boulevard lebar dua jalur di perumahan ...

3 comments

  1. Sekarang orang-orang lebih memilih jadi yang pertama menyebarkan informasi ketimbang jadi penyebar informasi benar.
    Yuk #sebarkanberitabaik!

  2. Ujaran kebencian kayak hal yang biasa ya sekarang do sosmed padahal ada pertanggungjawaban juga nanti. Makanya belajar #sebarkankebaikan sekecil apapun
    gita siwi recently posted…#SebarkanKebaikan Untuk Membantu Menjaga NKRI dimulai Dari Diri SendiriMy Profile

  3. Kalau dulu suka percaya aja sama berita yang disebar tapi setelah sering ikut seminar tentang cerdas di era digital jadi makin paham kalau ga semua berita di dunia maya itu benar. Nah Amel sendiri kalau ada teman yang sering mengujar kebencian di dunia maya suka unfollow aja sih hehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge