Home » Review and Event » Swamedikasi dan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat
gmcmt1

Swamedikasi dan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat

Tidak dipungkiri bahwa banyak dari kita yang sudah sering melakukan swamedikasi atau upaya mandiri mengatasi keluhan atau gejala penyakit sebelum memutuskan untuk mencari pertolongan ke fasilitas pelayanan kesehatan data tenaga kesehatan. Namun hal ini seringkali tidak disertai dengan informasi yang memadai sehingga penggunaan obat kadang kala dilakukan dengan tidak tepat. Untuk itulah dilakukan sosialisasi pencanangan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat) pada stake holder oleh Departemen Kesehatan di Jakarta.

Sosialisasi pencanangan GeMa CerMat dibuka secara resmi oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia pada hari Jumat kemarin, 27 November 2015. Salah satu jenis kegiatan yang dilakukan adalah  Community Based Interactive Approach Method atau Metode Cara Belajar Insan Aktif (CBIA). Metode ini dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat yang didampingi oleh tutor untuk memandu diskusi serta narasumber yang berfungsi menjelaskan hal-hal yang tidak ditemukan jawabannya oleh peserta diskusi.

Metode ini pertama kali dikembangkan oleh Prof. Dr. Sri Suryawati dari Pusat Studi Farmakologi Klinik dan Kebijakan Obat Universitas Gajah Mada pada tahun 1992 dengan peserta didiknya adalah para ibu. Metode CBIA ini berupa diskusi kelompok kecil yang bersifat interaktif dan proses belajar secara mandiri (self-learning process) dengan memanfaatkan forum yang ada dalam masyarakat seperti arisan, perkumpulan dan pengajian.

Proses pembelajaran secara aktif dan interaktif membuat metode ini terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam memilih obat, juga meningkatkan efisiensi penggunaan obat dalam rumah tangga, sehingga metode ini sangat potensial untuk dikembangkan sebagai bentuk pendidikan masyarakat untuk meningkatkan kualitas swamedikasi. Saya dan beberapa teman yang berkesempatan mencoba langsung metode ini kemarin sudah merasakannya dan sepakat bahwa metode ini harus bisa menyentuh lapisan paling dalam masyarakat.

Metode ini sangat sederhana dan setiap kita bisa melakukannya. Namun tentu saja untuk menjadi tutor harus melalui proses pelatihan terlebih dahulu dan narasumber haruslah orang yang kompeten dengan permasalahan obat-obatan dan penggunaannya. Di bawah ini saya akan menceritakan pengalaman kami saat praktek langsung menggunakan metode CBIA. Meski persiapan seperti penyediaan obat-obat dan berbagai form telah dilakukan oleh panitia, namun saya akan tetap menyertakannya dalam penjelasan.

Materi Training

Untuk materi training kita membutuhkan satu paket obat OTC (obat bebas) yang biasa digunakan, diiklankan, dan dijumpai dalam masyarakat. Jumlahnya usahakan cukup banyak dan bervariasi. Dari merek maupun indikasinya seperti obat untuk nyeri, batuk, flu, demam, vitamin dan suplemen, diare, dan lain lain. Jangan lupa siapkan petunjuk kegiatan serta lembar pre-test dan post-test untuk mengetahui sejauh mana efektivitas kegiatan ini dalam memberi informasi sebelum dan sesudah kegiatan dikakukan.

Metode

Metode yang digunakan dalam CBIA yaitu berupa diskusi baik dilakukan dalam kelompok kecil yang terdiri dari 6-8 orang dan diskusi interaktif antar peserta. Tutor mendampingi saja dan bertugas memicu peserta agar belajar mandiri dan aktif serta memiliki sikap kritis dalam mencari informasi. Bila ada yang bertanya, tutor akan berusaha untuk memancing peserta agar bisa menganalisa dan mencari jawabannya sendiri, kecuali bila pertanyaannya memang membutuhkan jawaban dari ahlinya atau narasumber.

Kegiatan dalam CBIA

Kegiatan 1: Mengelompokkan obat menurut kandungan utamanya atau bahan aktifnya.

Dalam kegiatan ini, untuk memudahkan pengelompokan, peserta diminta untuk mengamati di bagian mana dari kemasan yang menyantumkan bahan aktif (bahan atau kandungan atau komponen utama suatu obat) lalu mengenali bagaimana cara menuliskan bahan aktif tersebut dan kekuatannya, misal obat tertentu mengandung bahan aktif  sekian gram atau ml. Semua hasil diskusi pengelompokan obat tersebut dicatat temuan-temuannya dalam selembar form yang telah disiapkan. Kami tak terlalu mengalami kesulitan saat melakukan pengelompokan meski ada beberapa yang namanya kami belum pernah kenal sebelumnya.

Kegiatan 2: Membaca teliti dan membandingkan informasi antar sediaan

Di tahap ini, peserta harus bisa menemukan dan membaca dengan teliti hal-hal penting seperti indikasi, komposisi baik kandungan isi maupun kekuatan sediaan, bentuk sediaan, efek samping, kontra indikasi, aturan pakai hingga harga satuan dosis. Hal ini adalah cara mengumpulkan informasi yang menjadi dasar untuk melakukan swamedikasi sehingga bisa menggunakan obat dengan tepat, tidak cukup hanya dengan melihat merek dan indikasinya saja. Ternyata banyak hal menarik yang kemudian kami temukan saat melakukan pencatatan atas temuan-temuan yang kemudian kami rangkum dan didiskusikan di tahapan selanjutnya yaitu kegiatan ketiga.

Kegiatan 3: Merangkum temuan kelompok

Nah, tahap terakhir adalah merangkum temuan-temuan kelompok, menganalisa dan mendiskusikannya. Bagian ini merupakan bagian yang paling menarik karena masing-masing peserta bisa saling berinteraksi menyampaikan penemuannya dan saling memberi masukan serta pertanyaan untuk didiskusikan. Banyak sekali temuan yang membuka wawasan peserta khususnya saya sebagai masyarakat awam tentang obat-obatan, dari hal yang sangat sederhana hingga beberapa hal yang memang harus diperhatikan secara khusus saat menggunakan obat.

Berikut adalah beberapa hal yang menjadi catatan dalam penggunaan obat.

  • KOMPOSISI adalah informasi tentang zat aktif yang terkandung dalam sediaan obat, bisa berupa zat tunggal seperti parasetamol atau kombinasi beberapa zat aktif  dan bahan tambahan lain, misalnya pada obat flu yang mengandung kombinasi fenilpropanolamin, klorfeniramin maleat, parasetamol dan salisilamid.
  • INDIKASI adalah informasi mengenai khasiat obat, misalnya parasetamol yang memiliki indikasi atau khasiat sebagai penurun panas dan penghilang rasa sakit.
  • ATURAN PAKAI adalah informasi mengenai cara penggunaan obat yang meliputi waktu dan berapa kali obat tersebut digunakan dalam sehari. INGAT: bila obat harus diminum dua kali dalam sehari itu berarti diminum setiap 12 jam, bukan siang dan malam, atau pagi dan siang. Begitu juga bila obat tersebut harus diminum tiga kali sehari, berarti obat tersebut harus diminum setiap 8 jam, bukan pada pagi, siang dan malam.
  • WAKTU MINUM OBAT harus sesuai dengan waktu terapi terbaik. Misal untuk vitamin dan diuretik itu diminum saat pagi hari sedangkan obat antikolesterol dan anticemas diminum pada malam hari. Obat maag atau obat anti mual diminum 1/2 – 1 jam sebelum makan, obat diabetes diminum bersama dengan makanan, sedangkan obat penghilang rasa sakit bisa segera setelah makan sampai dengan 1/2 – 1 jam sesudah makan.
  • EFEK SAMPING adalah efek obat yang merugikan dan tidak diharapkan yang terjadi karena penggunaan obat pada dosis yang dianjurkan.
  • KONTRA INDIKASI yaitu kondisi tertentu yang menyebabkan penggunaan obat tersebut tidak dianjurkan atau dilarang karena dapat meningkatkan risiko terhadap pasien. Contoh: penderita dengan gangguan hati yang berat tidak boleh minum parasetamol, ibu hamil tidak dan menyusui tidak  boleh minum obat cacing.
  • TANGGAL KADALUARSA harus benar-benar diperhatikan, Jangan pernah meminum obat yang telah kadaluarsa.
  • PENANDAAN pada kemasan juga hal yang penting diperhatikan. Obat dengan tanda bulatan berwarna hijau berarti obat tersebut adalah obat bebas yang dapat dibeli tanpa resep dokter. Obat dengan tanda bulatan biru tua berarti obat tersebut adalah obat bebas terbatas. Yaitu obat yang masih bisa dibeli bebas tanpa resep dokter, namun penggunaannya harus memperhatikan informasi obat pada kemasan. Sedangkan obat yang bertanda bulatan merah dengan huruf K di tengah menandakan bahwa obat tersebut adalah obat keras yang hanya dapat dibeli dengan resep dokter.

Nah, bagaimana dengan kita selama ini, apakah sudah menggunakan obat secara tepat dan membaca informasi dengan cermat?  Hati-hati ya menggunakan obat, kalau masih belum ada yang belum dipahami, yuk kita tanya pada apoteker.

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

IMG20170405103421

Forward Your Dreams: Catatan dari Peluncuran Brand Promises CIMB Niaga

Memiliki impian ternyata bukanlah hal sederhana bagi orang dewasa. Di masa kanak-kanak kita sangat mudah ...

15 comments

  1. Penting banget kegiatan ini memang Mbak Donna… Karena setahu saya masyarakat minum ya minum aja tanpa memperhatikan baik buruknya. Asalkan sudah ada iklannya untuk sakit apa ya langsung dibeli. Pengalaman bantuin Ibu jualan obat bebas di toko dulu..
    dani recently posted…Review Film Mockingjay Part 2: Pas dan Gak LebayMy Profile

    • donna imelda

      Bener banget, Dan. Masyarakat awam kayak aku sangat terbantu sekali dengan sosialisasi seperti ini. Jadi pengen roadshow ikutan sosialisasi ke ibu-ibu di berbagai tempat biar lebih banyak masyarakat yang tahu dan paham menggunakan obat. Metode ini ternyata efektif dan menyenangkan lho, dan.

  2. Wuuiih hebat deh terpilih jadi kader..
    Dan benar juga Mbak Don informasi mengenai obat-obatan harus lebih banyak lagi sampai ke masyarakat. Saya juga termasuk yang suka jadi dokter sendiri. Sakit kepala dikit langsung makan obat warung..
    Untungnya di rumahku sekarang ada dokter..Jadi kebisaan buruk itu berkurang dengan sendirinya 🙂
    Evi recently posted…Festival Teluk Semaka 8 – Mengenal Batik TanggamusMy Profile

    • donna imelda

      hehehe kebetulan aja kok, mbak. Karena teman2 aja mendaulat karena faktor U katanya hahaha. Btw… aku termasuk yang agak sembarang minum obat. Ikutan acara ini jadi tambah tahu ternyata harus cermat menggunakan obat. Alhamdulillah ada dokter di rumah ya mbak, aku boleh kapan2 konsultasi.

  3. Saya sering minum obat sendiri jika sakit kepala. Selebihnya ke klinik atau dokter.
    Minum obat memang harus hati2 agar terhindari hal yang tak diinginkan.Apalagi di kaki lima juga banyak beredar aneka obat.
    Terima kasih pencerahannya.
    Pakde Cholik recently posted…Hanya Pakai Daster Uangpun DitransferMy Profile

  4. Saya klo sakit ga asal minum obat mbak, ngeri juga klo apa2 obat. Klo sakit ringan ky flu atau batpil gt sih saya suka minum madu atau lemon tiap pagi.

    Makasih sharing nya yah mbak Donna 🙂
    Yeye recently posted…{Review Film} Dino Yang BaikMy Profile

  5. Selamat Mbak Donna terpilih menjadi kader… 🙂

  6. Jaman sekarang beli obat apa aja di apotik sangat mudah, padahal kalau kita sebagai orang awam asal pakai obat sangat berbahaya ya mbak…
    adi pradana recently posted…Family Gathering RS Mata dr. YAP YogyakartaMy Profile

  7. Wah Mak Dona keren jadi kader..tapi emang pas kok !

    Aku agak sembarangan minum obat nih…postingan ini jadi reminder bagiku…
    lieshadie recently posted…ISTRI GAK SHOLIHAHMy Profile

  8. Selamat Mak…jadi kader..emang pilihan yang tepat

    Aku juga agak semabarangan minum obat nih…postingan ini jadi pengingatku.
    lieshadie recently posted…ISTRI GAK SHOLIHAHMy Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge