Wednesday, August 23, 2017
Home » Review and Event » [event] Pertunjukan Perdana Drama Musikal Khatulistiwa – Jejak Langkah Negeriku
IMG20161118132724

[event] Pertunjukan Perdana Drama Musikal Khatulistiwa – Jejak Langkah Negeriku

Kebahagiaan saya sebagai anak bangsa memuncak sore itu saat menyaksikan penayangan perdana Drama Musikal Khatulistiwa Jejak Langkah Negeriku di Taman Ismail Marzuki, Jumat, 18 November 2016 yang lalu. Terharu sampai merinding saat menyaksikannya. Kagum, takjub, salut sekaligus bangga melihat mahakarya dari mereka yang peduli dengan sejarah bangsa dan menghidupkannya kembali dalam sebuah pertunjukan drama musikal yang spektakuler. Sampai merinding.

Pembaca www.donnaimelda.com mungkin sudah tak asing lagi dengan cerita tentang Drama Musikal Khatulistiwa – Jejak Langkah Negeriku. Tulisan mengenai program ini memang bukan baru pertama kali saya tulis. Bersama beberapa blogger lainya, kami telah mengikuti dan meliput acara ini sejak press conference, behind the scene hingga pertunjukan perdananya kemarin. Sun Life Financial sebagai salah satu pihak yang mensponsori acara ini mengundang kami untuk mengikuti sejak progam ini pertama kali diluncurkan.

IMG20161004164037

Sun Life Financial adalah sebuah perusahaan penyedia layanan jasa keuangan internasional yang usianya saat ini sudah lebih dari 150 tahun. Sejak tahun 1865, Sun Life Financial telah berdiri dan beroperasi di negara asalnya yaitu Toronto, Kanada. Di Indonesia sendiri, perusahaan ini dikenal dengan nama Sun Life Financial Indonesia yang berdiri sejak tahun 1995 dan menyediakan berbagai berbagai produk proteksi dan layanan pengelolaan kekayaan seperti asuransi jiwa, asuransi pendidikan, asuransi kesehatan, perencanaan hari tua.

Bersama CIMB Niaga yang tergabung dalam grup Sun Life Financial Indonesia, melalui kampanye untuk Indonesia #lebihbaik, Sun Life Indonesia mendukung penuh kegiatan Drama Musikal Khatulistiwa – Jejak Langkah Negeriku. Selain mendukung penuh kampanye ini melalui donasi dan promosi digital yang melibatkan blogger, vlogger dan social media influencer, Sun Life Financial Indonesia juga menyelenggarakan lomba vlog yang bertajuk kepahlawanan dengan tagar #aksidarihati.

Uniknya, dalam lomba ini peserta diminta untuk menceritakan hal apa yang sudah mereka lakukan untuk orang terdekat atau lingkungan sekitar mereka sehingga mereka layak disebut pahlawan. Buat saya ini tak mudah awalnya, karena saya dan mungkin sebagian besar dari kita lebih terbiasa mendefinisikan pahlawan adalah orang yang telah berjasa untuk orang lain atau orang yang memiliki rekam jejak luar biasa buat bangsa dan negara. Pahlawan itu seolah hanya layak disandang oleh mereka yang telah melakukan aksi heroik.

Bersama Paduan Suara dan Tim Sun Life Financial. Pict: Rani Novariani
Bersama Paduan Suara dan Tim Sun Life Financial.
Pict: Rani Novariani

Ternyata setelah dipikir-pikir, benar juga ya, bahwa sebenarnya setiap orang bisa menjadi pahlawan untuk orang lain dengan melalukan hal-hal yang bermanfaat sebagai bentuk aksi dari hati. Saya pun merasa begitu, dengan mengajar saya berkontribusi bagi negeri ini untuk mencerdaskan anak bangsa melalui pendidikan. Tidak hanya di dalam kelas secara formal terkait pekerjaan saya sebagai dosen, namun juga di berbagai pelosok daerah di Indonesia melalui kegiatan volunteering. Melintasi waktu, melintas jarak tak terkendala musim.

Bahagianya, video yang saya buat untuk lomba ini berhasil membawa saya sebagai salah satu pemenang utama. Saya pun berhak mendapatkan Tiket Platinum untuk menonton pertunjukan perdana Drama Musikal Khatulistiwa dan hadiah lain berupa tas ransel dan sebuah action cam. Ah senangnyaaaaa, apalagi penyerahan hadiahnya bertepatan dengan waktu pertunjukan perdana, akhirnya saya bisa mengajak anak-anak untuk ikutan nonton drama musikal dengan gratis dan bikin foto-foto keren saat traveling nanti dengan kamera aksi baru. Yipppeee…. Terimakasih Sun Life.

Penyerahan hadiah oleh Mas Fabi dari Sun Life Financial Indonesia
Penyerahan hadiah oleh Mas Fabi dari Sun Life Financial Indonesia Pict: Rani Novariany

Nah, setelah urusan penyerahan hadiah selesai, pertunjukan pun segera dimulai di dalam ruang Teater Jakarta. Saya dan keluarga menempati tempat duduk di bagian Platinum, tempat yang sangat strategis untuk menonton karena berada di atas dan berada segaris lurus dengan panggung, sehingga saya pun sangat leluasa menonton sambil sesekali mengambil gambar. Pertunjukan dibuka dengan sambutan dari Tiara Josodirdjo dari Yayasan Josodirjo sebagai pemrakarsa kegiatan ini dan Sita Nursanti yang menyanyikan lagu Tanah Airku sebagai pembuka. Ah, suara Sita saat menyanyikan lagu ini bikin merinding.

Drama musikalnya sendiri dikemas dengan sangat apik melalui petualangan sekelompok anak-anak yang didampingi ayah dan paman mereka saat berkemah. Dalam petualangan tersebut sang paman bertutur tentang sejarah bangsa ini melalui cerita perjuangan sepuluh orang pahlawan yang mewakili berbagai daerah dan berbagai masa, dari jaman penjajahan Belanda, penjajahan Jepang hingga perjuangan merebut kemerdekaan dan memplokamirkannya.

Jaman penjajahan dan perang fisik
Jaman penjajahan dan perang fisik

Setiap pahlawan bangsa yang diceritakan memiliki ciri khas perjuangan masing-masing, ada yang dengan angkat senjata, ada yang melalui pemikiran intelektual dan kekuatan dari persatuan. Alur cerita dibuat seperti sebuah kilas balik yang menceritakan semangat perjuangan para pejuang, dari perlawanan Pangeran Kornels terhadap Daendels, Cut Nyak Dien, Sisingamangaraja, Christina Martha Tiahahu, Dewi Sartika, Sultan Hasanudin, hingga para penggerak Sumpah Pemuda dan di masa Proklamasi Kemerdekaan oleh Soekarno dan Hatta.

Drama musikal yang berdurasi hampir selama empat jam ini berhasil memukau dan mengaduk-aduk perasaan saya. Berbagai rasa hadir saat menyaksikannya, ada rasa gemas menyaksikan akting anak-anak yang polos dan lucu itu, hadir pula rasa nasionalisme yang tak rela bangsanya dijajah dan kekayaan alamnya dirampok penjajah, hingga rasa haru yang membuncah saat gugurnya Lopian di pangkuan ayahnya, Sisinga Mangaraja dan saat Christina Marta Taihahu menyaksikan ayahnya gugur di hadapan regu tembak Belanda. Saya turut mengucurkan air mata.

Episode Cut Nyak Dien
Episode Cut Nyak Dien

Perasaan saya terhanyut di episode Cut Nyak Dien, dimulai dari lagu yang menyayat hati Cut Gambang atas wafat ayahnya, Teuku Umar di tangan Belanda hingga klimaksnya saat Cut Nyak Dien ditangkap dan diasingkan ke Sumedang hingga menghembuskan nafas terakhirnya di sana. Suasana dramatis sangat terasa di episode ini, saat tirai hujan diturunkan di sela gemuruh petir di detik-detik Cut Nyak Din ditangkap. Semua seolah tergambar nyata dan kita turut berada di sana. Sungguh mengaduk-aduk perasaan saya. Hal seperti ini tak mungkin saya dapat hanya dengan membaca buku sejarah dan menghapalkannya di kelas.

Lengkapnya ada sepuluh kisah kepahlawanan yang dituturkan, eposide penutupnya adalah adegan di masa genting persiapan proklamasi kemerdekaan Indonesia hingga memuncak saat dikumandangkannya proklamasi kemerdekaan Indonesia yang dibacakan Ir Soekarno. Penonton pun sontak berdiri ketika lagu Kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan oleh para pemain, dan ikut serta menyanyikannya. Saya sempat tercekat mengingat semua perjuangan para pahlawan tadi, yang tanpa mereka mungkin saya tak bisa menikmati kemerdekaan seperti sekarang ini. Perasaan ini lah yang terus terbawa meski pertunjukan telah usai.

Perang intelektual dan lahirnya Sumpah Pemuda
Perang intelektual dan lahirnya Sumpah Pemuda

Nah, bagi kalian yang tak sempat menyaksikannya, Sun Life Financial Indonesia, CIMB Niaga dan beberapa pendukung lainnya telah merencanakan untuk mendokumentasikan pertunjukan Drama Musikal Khatulistiwa ini dalam bentuk keping DVD, dan sebagian keping nantinya akan disebar ke sekitar 500 sekolah yang ada di Indonesia. Semoga dengan upaya ini kesadaran akan sejarah dan jejak langkah bangsa akan semakin kuat dan tertanam di sanubari kita terutama di kalangan generasi muda untuk lebih mencintai tanah airnya.

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

IMG20170405103421

Forward Your Dreams: Catatan dari Peluncuran Brand Promises CIMB Niaga

Memiliki impian ternyata bukanlah hal sederhana bagi orang dewasa. Di masa kanak-kanak kita sangat mudah ...

2 comments

  1. duh, saya yang baca aja bukan menyaksikan langsung turut merasakan haru biru, perjuangan mereka memerankan dengan baik drama tentang para pahlawan. Usaha mereka keren banget, totalitas.

  2. Ah aku lihat posting” di media sosial acara keren dan seru y tante donna. *Mupeng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge