Home » Review and Event » [Event] Inspirasi di 26 Tahun JNE Menginspirasi Negeri
IMG20161122131028

[Event] Inspirasi di 26 Tahun JNE Menginspirasi Negeri

Inspirasi datang bisa kapan saja lewat beragam cara. Meski kata orang tak ada yang kebetulan namun inspirasi seringkali hadir tanpa diperkirakan, seperti yang saya alami kemarin saat gathering antara media dan blogger dalam perayaan 26 Tahun JNE Menginspirasi Negeri. Seusai acara tersebut, impian untuk menghidupkan kembali bisnis pribadi semakin kuat dan rasa-rasanya harus segera restart di awal tahun 2017 ini. Mengapa demikian, demikian liputannya.

26 Tahun JNE Berbagi Kebahagiaan

Bulan November 2016 ini adalah momen istimewa dimana JNE merayakan hari jadinya sejak berdiri tahun 1990. Tema ini diusung karena JNE berkeinginan kuat untuk lebih memberikan inspirasi bagi bangsa dengan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi karyawan, pelanggan (baik retail maupun corporate), mitra, UKM dan masyarakat luas. Sungguh sebuah harapan yang mulia untuk berkontribusi terhadap kemajuan bangsa dan negara.

Nah, di momen perayaan hari jadinya ini, perusahaan yang telah meraih banyak penghargaan bergengsi seperti Indonesia Original Brand 2016, Indonesia Customer Satisfaction Award 2016 juga memberikan penghargaan bagi blogger dan media yang telah berkontribusi bagi JNE melalui tulisan dan liputan-liputannya berupa perjalanan wisata ke Bali selama 5 hari. Tentu saja penghargaan ini sukses membuat saya pengen juga, terus terbit pertanyaan gimana caranya ya bisa jadi kontributor seperti mereka dan memperoleh penghargaan. Sayang kemarin nggak sempat menanyakan sehingga sampai sekarang masih penasaran.

IMG20161122115854

Selama 26 tahun, JNE mengalami kemajuan yang sangat signifikan. Dengan kapasitas pengiriman sebesar 16 juta paket per tahun, jumlah transaksi pengiriman meningkat secara konsisten sebesar 30% setiap tahunnya seiring dengan perkembangan e-commerce di era digital. Bahkan mulai tahun ini, JNE telah melakukan inovasi dengan meluncurkan aplikasi MY JNE yang bisa di donlot melalui Play Store.

Berbagai kemudahan terdapat di dalam apps tersebut. Pelanggan bisa menggunakan fitur-fitur yang disedain untuk mempermudah transaksi pengiriman termasuk informasi yang diperlukan pelanggan seperti tarif pengirimian, lokasi agen pengiriman terdekat dan lain-lain. Bahkan kini untuk pelaku usaha online dan pelangganya bisa menggunakan fasilitas Cash on Delivery (COD), praktis khan?.

Serunya, dalam rangka ultahnya yang ke-26, JNE akan memanjakan pelanggan dengan membebaskan biaya ongkos kirim selama dua hari di Harbokir (Hari Bebas Ongkos Kirim) yaitu pada pada tanggal 26 dan 27 November 2016. Program ini berlaku untuk semua produk layanan dengan wilayah pengiriman intra wilayah Jabodetabek (dari dan tujuan paket Jabodetabek) serta intracity atau dalam kota (dari dan tujuan paket di kota yang sama) di seluruh Indonesia dengan berat paket maksimum 2 kg.

Inspirasi di Perayaan 26 Tahun JNE

Seperti yang saya sampaikan dalam pembuka tulisan ini, di acara Media dan Blogger Gathering 2016 kemarin saya mendapatkan banyak sekali informasi dan inspirasi dari para narasumber. Ada tiga narasumber yang hadir sebagai pembicara tamu yaitu Jaya Setiabudi selaku pakar pemasaran dan UKM, Ria Sarwono – Brand & Marketing Director Cotton Ink, serta Vice Presiden of Marketing JNE, Eri Palgunadi.

IMG20161122140645

Meski ketiganya menginspirasi saya, namun Jaya Setiabudi dengan gaya lugas tapi santai mampu menyedot emosi saya lebih dalam. Dari beliau saya mendapatkan inspirasi tentang bagaimana membangun bisnis lewat merek dan branding. Beliau mengawali pemaparannya dengan memberikan contoh sebuah produk sepatu merek terkenal di dunia, Nike. Beliau menampilkan dua gambar sepatu yang sama, namun yang satu terdapal logo merek Nike pada sepatunya yang tidak terdapat di gambar satunya. Coba tebak, persepsi anda terhadap harga keduanya berbeda atau sama, atau bahkan bisa berbeda jauh harganya.

Ya, betul sekali. Meski barang yang sama dan memiliki kualitas yang sama, namun merek membuat keduanya menjadi berbeda terutama pada harga yang harus dibayarkan oleh pembeli. Pada setiap produk ada dua jenis benefit yang ditawarkan penggunanya yaitu rasional benefit dan emosional benefit. Dan pada kenyataannya, ternyata kita lebih banyak membayar untuk emosional benefit. Benarkah? Coba perhatikan ilustrasi ini.

Untuk sepatu yang bermerek tadi, kita rela membayar dengan harga sekitar 800 ribuan setelah diskon dari harga aslinya yang mencapai jutaan. Tapi tanpa merek tersebut, jangankan yang jutaan,yang 800 ribu saja mungkin kita enggan. Tanpa merek tersebut, bisa jadi kita hanya mau membayar sebesar 300 ribu saja. Jadi ada selisih sekitar 500 ribu yang kita bayarkan untuk emosional benefit. Itulah mengapa urusan merek dan branding adalah urusan penting bagi setiap pelaku usaha.

Untuk para pelaku UKM, bisnis ini bisa dimulai dengan cara yang sederhana, tanpa harus memproduksi produk. Beli saja produk yang sudah ada di pasar dengan kualitas yang sesuai dengan target pasar anda namun belum memiliki merek dan branding. Dari situ kita bisa masuk langsung ke ranah pemasaran yaitu dengan 3 tips jitu yaitu Rename, Rapackaging dan Reposition. Kasih merek dan logo yang keren, kemas ulang dengan menarik, pasarkan sesuai target pasar sambil terus melakukan branding.

Tapi ada satu hal yang harus diingat, jangan jadi pedagang saja apalagi yang hanya terjebak pada euforia omset semata tapi tak punya diferensiasi dan ciri khas unik yang kuat. Buat produk kita menjadi berbeda dan berkelas. Nah aktivitas branding seperti inilah yang bertujuan untuk membuat pelanggan loyal. Branding yang berhasil akan mampu menaikkan value produk di mata konsumen. Hindari jebakan komoditas! Kalau kata pakar marketing Hermawan Kartajaya, “Avoid comodity like a trap.”

IMG20161122134030

Tanpa brand atau tanpa keunikan dan diferensiasi, sebuah produk tidak lebih dari sebuah komoditas. Padahal barang-barang atau produk komoditas adalah “barang pasaran” yang tidak berbeda dengan barang lainnya, serupa satu sama lain. Komoditas seperti ini akan mudah sekali disubstitusi oleh produk lain. Nah…, nggak mau khan produk kita mudah ditinggalkan dan digantikan oleh produk lain karena tidak memiliki diferensiasi.

Sudah siap dengan merek dan melakukan branding?
Sebagai blogger kita juga perlu lho, supaya nggak jadi komoditas.

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

IMG_20170402_162325

Seputar Anemia dan Produktivitas Perempuan

Anemia bukanlah persoalan baru jaman kini, sejak lama saya sudah sangat akrab dengan istilah 5L ...

2 comments

  1. Duuh, brandingku sbg blogger apa ya, Tante? Ada usul? Wkwkwkwk

    Selamat ulang tahun JNE. Semoga pelayanan makin bagus, gerak makin cepat, pengiriman secepat kilat. 😀

  2. JNE dah jadi langgananku sejak lama.. Sampai sejauh ini belum pernah punya pengalaman burk sama JNE..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge