Home » Inspiration, Opinion, and Self Development » Doodle Art: Sekilas Coretan Tentang Diri dan Suasana Hati
photo credit
photo credit

Doodle Art: Sekilas Coretan Tentang Diri dan Suasana Hati

Kelopaknya ada lima dengan sehelai daun di tangkainya. Ukurannya kecil dan memenuhi satu halaman buku catatan. Lalu ku bingkai dengan gambar bintang yang saling berkait dengan sulur-sulur yang menjalar di antara bintang-bintang tersebut. Demikian caraku mengisi waktu jika bosan menghampiri atau waktu cukup leluasa untuk menggambar.

Aku berusaha mengingat-ingat lagi kapan terakhir aku menggambar bunga kecil-kecil itu. . Ya… ya… ya… aku ingat, di penghujung masa putih abu-abu dan di masa kuliah. Rasanya tak ada yang istimewa dengan kegiatan dan gambar itu hingga seorang Tanti Amelia menyadarkan saat dirinya mengisi acara talk show tentang doodle saat Jakarta Kids Festival berlangsung bulan September yang lalu.

Tanti Amelia memang memiliki keahlian menggambar, termasuk di dalamnya membuat sketsa dan doodle. Tak heran teman saya ini sering diminta untuk menjadi ilustrator buku atau majalah anak-anak dan menjadi pembicara berkaitan dengan menggambar di berbagai kesempatan. Saya yang sama sekali tak punya bakat menggambar ini seringkali berkhayal ingin sekali bisa menggambar seperti beliau, terutama menggambar doodle.

Dengan terjemahan bebas menurut Wikipedia, doodle bisa diartikan sebagai suatu kegiatan menorehkan coretan-coretan tertentu di saat kita sedang memikirkan suatu hal. Definisi bebas inilah yang kemudian membuat saya merasa doodle istimewa. Beda dengan menggambar atau melukis yang sebagian besar kegiatannya sudah diinisiasi oleh otak untuk menggambar sesuatu, doodle dibuat ketika kita justru fokus dengan hal lain.

Dan itulah bagian yang paling menarik dalam talk show tersebut. Selain menjelaskan apa itu doodle dan bagaimana teknik doodling, Tanti Amelia dengan sangat apik menyampaikan bahwa setiap coretan itu memiliki arti, bisa menggambarkan suasana perasaan di saat tertentu, bahkan bisa mengetahui karakter seseorang. Dan, doodling ternyata bisa membantu untuk melepas tekanan, kejenuhan atau perasaan tak enak.

Saya menyimak dengan baik saat Tanti Amelia menjelaskan satu persatu doodle yang digambar oleh anak-anak peserta talk show tersebut. Dari gambar anak-anak itu terlihat bagaimana seorang anak yang tumbuh penuh kasih sayang dan keinginannya yang selalu dipenuhi oleh orangtuanya. Sementara di gambar yang lain, terbaca karakter seorang anak yang tak memiliki banyak teman namun dia adalah anak yang justru setia kawan.

Banyak yang Tanti Amelia jelaskan mengenai setiap gambar saat itu, namun saya tak mungkin menjelaskan satu persatu di tulisan ini, karena banyak sekali anak-anak yang antusias dengan doodling ini dan berebutan untuk ikut menggambar di atas panggung. Oh ya, tak hanya anak-anak lho yang tertarik, ada dua orang dewasa yang saat itu bertindak sebagai pembawa acara yang juga heboh ikutan doodling. Saya juga ingin mencoba sebenarnya, tapi saya malu hehehe. Yang jelas, ternyata seru juga lho kegiatan satu ini.

Namun dari hasil menyimak dengan semangat penjelasan Tanti Amelia, saya kemudian bisa membaca diri saya dan melakukan sedikit kontemplasi. Mengapa di usia tertentu, saya sering sekali mencoret-coret gambar bunga kecil-kecil itu atau mengapa saya senang sekali menggambar bintang-bintang justru saat dosen sedang menjelaskan Teknik Reaksi Kimia Ordo Tiga hahaha.

Bulatan mengusir kegalauan
Ada fase-fase sulit dalam hidup yang kala itu gawai belum merangsek di hidup saya. Saat itu bolpoint dan buku catatan adalah dua benda yang tak pernah terpisahkan di keseharian, dan selalu ada dalam tas ransel. Saya ingat sekali bila saya merasa tak nyaman, merasa resah, atau sedang dalam kondisi “nggak puguh rasa”, tangan saya otomatis akan mencoret-coret kertas dengan coretan-coretan membentuk lingkaran atau lengkungan-lengkungan tak terputus menyerupai per.

Dan ternyata, orang yang sedang menggambar bentuk seperti itu biasanya sedang mengalami keadaan atau kondisi perasaan yang sedang galau. Teknik menggambar lingkaran atau lengkungan tersebut ternyata juga, bisa digunakan untuk membuat perasaan galau tadi menjadi lebih nyaman. Daripada  galau lalu cari tali dan gelantungan di pohon tomat, sepertinya cara ini bisa jadi alternatif.

Deretan huruf “i” dan kemarahan.
Masih berkaitan dengan perasaan, Tanti Amelia juga menjelaskan bahwa doodling bisa digunakan untuk membantu me-release perasaan marah. Saat amarah melanda, ambil alat menulis lalu buatlah sebanyak mungkin huruf “i”, lakukan terus sampai rasa marah itu berkurang dan anda merasa lebih enak.  Lumayanlah, daripada marah-marah dan banting piring gelas, baikan menghabiskan banyak kertas.

Bunga dan Romantika
Saya senyum manis sekali saat sampai di bagian ini. Betapa tidak, saya sedang mengenang perjalanan cinta saya, ow… ow… ow. Ya!, ternyata ada hubungan antara bunga-bunga dengan perasaan romantis dan erotisme. Maka melayanglah saya ke masa putih abu-abu. Saat apa yang dijelaskan guru tak ada yang menempel di kepala saya dan mencoret-coret buku terasa lebih menarik. Hasilnya sudah jelas, buku catatan pelajaran bagian belakang akan penuh dengan gambar bunga-bunga bersulur itu.

Entah apa yang saya pikirkan saat itu, tapi perasaan romantis sedikit erotis itu masih bisa saya rasakan saat menuliskan hal ini. Dan celakanya, perasan itu diiringi dengan ingatan pada sosok yang pernah hadir dengan istimewa dalam hidup saya. Sosok yang ada dalam benak saya saat menggambar bunga-bunga itu. Kegiatan ini masih sering saya lakukan hingga me masa kuliah dan terhenti entah sejak kapan. Rasa-rasanya dalam kurun tiga tahun belakang ini saya tak lagi menemukan coretan-coretan seperti itu.

Deretan Mimpi di Berjuta Bintang dan Benda Langit.
Saya hidup dalam impian dan saya tetap “hidup”  karena memiliki impian. Setidaknya itu hasil kontemplasi diri setelah Tanti Amelia menjelaskan makna di balik coretan bintang-bintang dan benda-benda langit yang saya sering buat di waktu-waktu tertentu selain gambar bunga-bunga itu. Bintang dan benda langit, menggambarkan impian, khayalan, sebuah pengharapan dan keinginan yang jauh melampaui batas diri.

Mungkin itulah saya, Sang Pemimpi. Beberapa masuk akal, beberapa lagi jauh di awang-awang dan hanya keajaiban dan kehendak Tuhan yang bisa membuatnya terwujud. Namun impian-impian  itulah yang membuat saya tetap hidup dalam hidup. Tak peduli saya bisa meraihnya atau tidak. Impian membuat saya tetap punya pengharapan, cahaya di dalam keadaan yang paling gelap dalam hidup saya, dan memberi saya semangat untuk berani “membayar”nya dengan segenap kemampuan yang saya punya.

Dan saya akan tetap menggambar bintang-bintang.

Soekarno-Hatta International Airport
19 November 2015.
Saat Jakarta membuat saya ingin menggambar bintang-bintang dan bunga-bunga sekaligus.

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Photo credit @nicholasdianto

Serba-Serbi Memilih Pakaian

Cara saya sehari-hari berpakaian seperti celana jeans, t-shirt dan penutup kepala dengan tenun ikat sebagai ...

9 comments

  1. Ternyata banyak banget pelajaran di balik doodling ya Mbak Donna. Saya baru tahu euy tentang hal tersebut dari sini. Misalkan saja i untyk melepaskan kemarahan… Makasih banyak Mbak:)
    dani recently posted…Mengatasi Trauma Investasi (Bodong)My Profile

  2. Mbak Donnaaaa…

    berbeling-beling seperti kristal dicuci rasanya hatiku. Duh.. indah niaaan bahasanyaaa
    Tanti Amelia recently posted…DREAM IT, JUST DO IT AND YOU WILL SUCCESS!My Profile

  3. Postingan ini ditulis sama mbak Dona pas hari ulang tahunku …. kok ya pas ya ditulis pada saat si tokoh utamanya lagi galau dan perlu nge-doodle berlembar-lembar … jadi sebenernya mbak Dona ini blogger apa dukun …. (apa hubungannya coba ya ) wkwkwkkwkwkwk
    *Peace … maafkeun komen yang gak nyambung ini … hhehehhehehhhee

  4. Ngga kebayang kalau amarahnya dilampiaskan pakai pecah gelas segala. Hihihi
    Asyik ngedoodle, ya. Sayang banget aku belum bisaaa. . .
    Idah Ceris recently posted…4 Fasilitas Umum yang KekinianMy Profile

  5. Kehilangan kata-kata mba, tulisan ini begitu menyentuh, bukan sekedar doodle kalau yang saya tangkap sih, hehehe
    Apapun itu, memang harapan itu yang membuat kita memiliki kekuatan untuk melihat matahari esok pagi yaa.
    Duuh, tulisannya bener-bener bikin hanyuut
    Nefertite Fatriyanti recently posted…Marizafoods, Suguhkan Produk BerkualitasMy Profile

  6. Mbak Donna, setiap kali mulai mencoret-coret sesuatu, aku pasti menggambar bunga-bunga kecil dengan daun bersulur.. wah, sama ya kitaa.. 🙂
    Tapi aku nggak gambar bintang. Kalau anakku malah menyertakan bintang di ujung tanda tangannya..
    Hm, apapun itu, ternyata sebuah gambar nggak hanya berwujud gambar ya, semua ada artinya..
    Makasih tulisannya. Aku jadi nambah ilmu..

    • donna imelda

      Waya, aku jadi ingat kata2 seorang blogger ke aku. Waktu itu aku belum pernah ketemu Waya, “mbak… aku kalau lihat Mbak Waya, aku kok merasa dia mirip kamu ya. bukan wajahnya sih entah apanya” hehehe. Mungkin kita memang punya kesamaan personality kayaknya. Termasuk rahasia di balik bunga2 bersulur itu xixixi.

  7. Wah menggambar dan menulis sama2 bisa meluapkan rasa emosi jiwa ya
    Vita Pusvitasari recently posted…Jika waktu kita hidup di dunia ini tinggal delapan hariMy Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge