Home » Family and Parenting » Di Teras Itu….
teras itu

Di Teras Itu….

fajar belum lagi menyingsing, aku masih terbalut selimut tebal buatan tangan mama mengusir dingin yang menerpa tubuh, namun suara ibunda tercinta memanggil -manggil kami semua anak2 dan cucunya untuk segera menunaikan sholat subuh. Kalimat dengan nada suara tinggi khas beliau dan ditambah dengan suara televisi yang pasti sudah dinyalakan oleh papa terasa cukup kuat untuk segera membangunkan kami. Maka meski dengan langkah malas aku beranjak untuk berwudhu.

Begitulah kegiatan sehari dimulai di Lampung, di sebuah rumah keluarga sebuah pasangan usia senja yang sarat dengan cinta, canda dan tawa. Sayang kami tidak bisa setiap hari merasakan suasana itu mengingat kami semua kakak beradik tinggal dan bekerja di Jakarta. Suasana seperti itu menjadi sesuatu yang mewah karena baru dapat kami rasakan setidaknya saat hari yang Fitri tiba, Iedul Fitri dimana kami baru bisa mendapat libur dari pekerjaan rutin kami untuk jangka waktu yang cukup lama.

Kegiatan sholat subuh tersebut biasanya akan dilanjutkan dengan sarapan pagi yang tentu saja dengan menu spesial buatan nyai diba rani. Buat kami yang berasal dari Sumatera Selatan rasanya tidak ada menu yang spesial untuk sarapan selain makanan khas kami pempek palembang entah itu digoreng atau dibuat lenggang yang dicelup dengan saus cuka dengan cita rasanya yang gak bisa digambarkan saking mantapnya, dan lagi-lagi tentu saja lahir dari tangan terampil seorang wanita hebat yang dari tangannya kami tumbuh dan berkembang….mama…!!

Buat keluarga kami, makan tidak berarti selalu harus di ruang makan dengan makanan yang terhidang rapi dihadapan kami. Terlebih sarapan, biasanya kami lakukan di teras depan rumah sambil menyaksikan tetangga yang lewat, gembala sapi dan kambing yang berangkat menggembala, atau peternak yang mencari rumput untuk hewan peliharaannya. Kami biasanya satu persatu kemudian duduk beramai2 di teras itu sampai matahari cukup terik menghangatkan tubuh kami sambil berbincang tentang segala hal, sesekali diselingi kicau burung yang melintas hilir mudik seolah ikut berbincang-bincang dengan kami. Terkadang sambil menemani papah membersihkan mobil dengan asyik yang tidak akan berhenti sampai mobil itu bersih mengkilap sampai ke ruang mesin nya.

Teras yang tidak terlalu luas dengan lantai ubin berwarna putih itu selalu memberikan suasana yang menyejukan kalbu, tanaman hias yang indah dan sehat berkat tangan dingin sang ibunda melengkapi nuansa sejuk cerah setiap pagi.

Di teras itu, ada saja yang kami bicarakan seolah dunia dan isinya tak habis kami bahas. Sesekali bercanda dengan saling mengejek dan kemudian tertawa terbahak2 beramai-ramai. Rebutan pempek hasil gorengan mama yang baru saja diangkat dari penggorengan dan segelas minuman hangat kesukaan kami masing. Mama dengan karakter nya yang khas suka sekali membicarakan kekonyolan2 kami entah itu waktu kami kecil ataupun sudah dewasa dan berkeluarga seperti sekarang, kadang bikin malu tapi lebih banyak menjadi hal2 indah yang pantas untuk dikenang, tapi papa yang sedikit lebih pleghmatis biasanya senang berbincang lebih serius, pembawaan beliau yang tenang sering menyelipkan pesan-pesan moral disela0sela perbincangan kepada kami. Semua itu dulakukan di teras muka rumah kami.

Tidak hanya pagi hari, sore hari menunggu sang mentari terbenam teras itu menjadi tempat kami berkumpul lagi. Satu persatu enggota keluarga yang bangun dari istirahat siang nya duduk kembali menikmati makanan kecil dan minuman sore di teras itu lagi. Terkadang aku sambil melipat cucian yang baru saja kering dari jemuran atau sekedar selonjoran sambil mengkhayal, atau sambil melihat diba rani berlari2an keluar masuk rumah melalui teras bersama sepupu2 mereka, Bagas dan Raihan.

Pagi ini saat ku bangun pagi, tiba2 aku merindukan semua moment2 itu. Merindukan teras itu. merindukan sarapan pagi buatan mama, merindukan tawa dan canda yang memenuhi ruang teras….duh ..aku kangen semua itu.

Meeting Rooms Jayabaya

9 Agustus 2009

08.45 wib

dedicated to our great parents

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

P8140535 - Copy

traveling asyik dimata anakku, lagu rindu sang bunda di bibir anaknya…

 Karena lagu yang tinggal diam di dalam hati seorang ibu, bernyanyi diatas bibir anaknya. Cuplikan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge