Home » Inspiration, Opinion, and Self Development » Ketika Garis Halus di #UsiaCantik Menemukan Makna
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Ketika Garis Halus di #UsiaCantik Menemukan Makna

Waktu terus berjalan, usia terus bertambah. Serangkaian perubahan pun mengiringi pertambahan usia, dari fase kanak-kanak ke fase remaja. Dari usia dewasa muda hingga mencapai usia matang di angka 43 tahun seperti saya sekarang. Ada sebuah ketakutan memasuki usia 40 kala itu. Saat kerut di ujung mata mulai samar terlihat dan tubuh saya tak lagi setangguh dahulu.

Saya sempat tak suka melihat bayangan di cermin. Wanita separoh baya dengan garis-garis halus di beberapa bagian wajahnya. Padahal tentu saja saya masih ingin terlihat cantik meski usia saya bertambah, masih ingin fit dan berstamina menjalani segala aktivitas saya yang nyaris tak berkurang. Lalu apa yang harus saya lakukan agar tetap cantik, produktif dan berkarya. Saya ingin hidup saya tetap berkualitas dan semakin bermakna.

Tentu saja ukurannya harus jelas. Hidup berkualitas dan bermakna bagi saya adalah ketika tubuh ini sehat dan bisa beraktivitas. Masih bisa kuat berdiri di depan kelas dan membagikan ilmu untuk mahasiswa-mahasiswa saya, masih bisa traveling ke banyak tempat, dan membagikan pengalamannya buat orang lain. Karena untuk bermakna, hanya bisa didapat ketika kita mampu berbuat sesuatu yang membuat orang lain menjadi lebih baik.

Merasa cantik saat berbagi inspirasi dengan anak-anak sekolah dasar di Lereng Pegunungan Tengger
Merasa cantik saat berbagi inspirasi dengan anak-anak sekolah dasar di Lereng Pegunungan Tengger

Ada perasaaan bahagia yang sangat emosional saat bersedia meninggalkan zona nyaman, menanggalkan ego lalu mau menjalani segala kerepotan untuk orang lain dan melihat hasilnya. Sebuah kepuasan batin yang tak dapat dijelaskan dengan kata. Ia hanya mampu dirasakan, membuncah dalam dada, yang terkadang sedemikian bungah sehingga tak mampu membendung bulir diujung mata ketika peluk hangat dan ucapan terimakasih saya terima dengan penuh ketulusan.

Mungkin itulah yang disebut dengan bertumbuh dan berproses. Dulu saya merasa cantik ketika duduk di depan setir dengan kacamata bertengger di hidung yang tak terlalu mancung ini. Makin merasa cantik dengan stilleto seksi melekat di kaki yang jenjang ini, lalu melenggang anggun sepanjang koridor kampus bagai berada di atas catwalk dengan pakaian kerja lengkap dan riasan wajah.

Merasa cantik saat bangun pagi dan memiliki kebebasan untuk berekspresi dan berkarya
Merasa cantik saat bangun pagi dan memiliki kebebasan untuk berekspresi dan berkarya

Namun semua itu mencapai titik balik, saya mulai meredefinisikan hidup saya ketika usia terus bergulir melewati angka 40. Pencapaian dan kecantikan pun memiliki definisi yang berbeda pada akhirnya. Definisi kekayaan bagi saya kini adalah bukan seberapa banyak yang bisa saya peroleh namun seberapa banyak yang bisa saya beri. Bukan lagi sekedar seberapa banyak pencapaian yang bisa saya raih namun seberapa banyak pencapaian tersebut bisa saya bagi dan menyentuh hidup orang lain.

Hal ini pula yang kemudian perlahan menjiwai segala gerak langkah saya seiring pertambahan usia. Segala atribut dunia seperti uang, jabatan, kemewahan dan popularitas tak lagi menjadi tujuan hidup saya, tak lagi kemilau yang menyilaukan. Makna sukses buat saya kini pun sedikit bergeser. Sukses bagi saya hanyalah ketika apa yang mampu saya raih dapat memberi nilai tambah bagi orang lain di sekitar saya.

Puncak kecantikan perempuan menurut saya ada di fase ini, di #UsiaCantik. Usia di mana seorang perempuan tahu persis apa yang menjadi value diri, ia tahu persis apa tujuan hidupnya, dan ia mampu lakukan hal-hal bermakna untuk mencapai tujuan hidup tersebut. Ada kecantikan budi yang terpancar dari hati sebagai produk pikir yang positif di atas ketulusan dan intregitas pada wajah seorang perempuan yang merawat diri.

Merasa cantik saat menyadari potensi di usia cantik untuk menciptakan jejaring di Indonesia Corners untuk pariwisata Indonesia
Merasa cantik saat menyadari potensi di usia cantik untuk menciptakan jejaring di Indonesia Corners untuk kemajuan pariwisata Indonesia

Perempuan matang di #UsiaCantik paham bahwa meski kerut halus mulai samar terlihat, namun ia tetap harus enak dipandang. Kulit yang mulai menua tetap harus dirawat agar tetap lembab, cerah dan merona. Merawat wajah dan menjaga penampilan akan menghasilkan rasa nyaman dan percaya diri dalam beraktivitas dan berinteraksi dengan orang lain.

Meski saya hanya berdandan sederhana dalam keseharian saya, namun saya tidak akan pernah membiarkan wajah saya polos tanpa bedak dan lipstick. Saya juga tentu saja tak pernah lupa untuk merawat wajah saya setiap hari. Saya tidak akan membiarkan kulit wajah saya beristirahat saat malam tanpa dibersihkan dan diberikan nutrisi untuk kulit wajah setelah seharian beraktivitas di luar rumah.

Cantik di #UsiaCantik
Cantik di #UsiaCantik

Perempuan di #UsiaCantik tak lagi egois, ia sudah meniti puncak kematangan emosional dan spiritual. Ia tak lagi fokus hanya untuk dirinya saja namun juga untuk orang lain, bukan hanya mengumpulkan materi dan atribut-atribut dunia tetapi juga kepuasan batin dan bekal hari nanti saat dunia tak lagi ditinggali. Menyikapi dengan penuh kesadaran bahwa seperti apa saya ingin dikenang kelak, maka begitulah perilaku yang harus saya jalani. Saya sudah memutuskan untuk cantik dengan cara itu.

Perempuan di #UsiaCantik memiliki kematangan dalam bersikap, ia mampu menempatkan diri dengan baik di berbagai lingkungan dan mampu membuat orang lain merasa nyaman dengan keberadaanya, tak peduli akan perbedaan umur, jenis kelamin, karakter bahkan perbedaan pola pikir dan sudut pandang. Ia mampu bertoleransi tanpa harus mengorbankan diri dan mampu menjalankan prinsip tanpa membuat orang lain terintimidasi.

Perempuan di #UsiaCantik bersedia berbagi tanpa pernah merasa rugi. Semakin banyak tahu, maka itu berarti semakin banyak pula yang bisa ia bagi. Tak ada yang lebih memperkaya di dunia ini rasanya selain melihat binar mata, tawa lepas, dan segala bentuk kebahagiaan lainnya, dan itu karena kita hadir dan menyentuh hidup mereka.

Perempuan di #UsiaCantik menemukan keindahan hidup dalam kebebasan berekspresi dan berkarya. Menjalani passion dengan sukacita seperti saya, baik dalam traveling, di berbagai kesempatan bertemu dengan orang banyak, saat menemukan hal-hal baru, merekamnya di balik lensa dan membagikannya dalam bentuk tulisan.

Merasa cantik di tiap-tiap momen traveling
Merasa cantik di tiap-tiap momen traveling

Maka benarlah apa yang orang bijak katakan, “hidup tak dihitung dari berapa banyak usiamu di dunia, namun seberapa banyak momen istimewa yang telah kamu buat untuk sesama.” 

Dan di #UsiaCantik aku merasakan kenikmatan menghadirkan momen-momen istimewa itu.

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Photo credit @nicholasdianto

Serba-Serbi Memilih Pakaian

Cara saya sehari-hari berpakaian seperti celana jeans, t-shirt dan penutup kepala dengan tenun ikat sebagai ...

28 comments

  1. Setujua banget, ketika kita sadar akan value diri, maka kita tak akan peduli pada standar penilaian orang lain. Cantik itu dari hati.

  2. Aku jatuh cinta sama tulisan ini
    Makin cantik di usia cantik

  3. Selalu kagum dengan wanita satu ini.
    Anggun dan bersahaja
    Selalu rendah hati dan murah senyum.
    Saya ikuti tips2mu diatas mbak…
    Muaaxchhh

  4. keren mba Donna, saya setuju kalau hidup tak dihitung dari berapa banyak usiamu di dunia, namun seberapa banyak momen istimewa yang telah kamu buat untuk sesama. Kadang kala orang mau mengakui usianya.

  5. Ahh kamu menginspirasi sekali mba. Jadi menghitung seberapa banyak momen berharga yang saya bagikan untuk sesama, huhu.

  6. Mb Donna di usia cantik malah makin “bersinar” 🙂

  7. Sehat selalu ya Mbak Don. Kalo baca tulisanmu kayak merasa ada yang hangat di hati 🙂

  8. Selalu kagum dengan wanita-wanita di usia cantik yang makin bersinar aura-nya.. Makasi sharingnya ya maaak.. Good luck juga competitionnya yaaa <3

  9. “Hidup tak dihitung dari berapa banyak usiamu di dunia, namun seberapa banyak momen istimewa yang telah kamu buat untuk sesama.” *Cateeeet. Mottonya pas banget dengan dirimu.
    Kerutan halus itu tertutup dengan kosmetik husus dari sang Khaliq. Karna perjalanan panjang kaki jenjang itu menebar manfaat, menggerakkan banyak sahabat untuk “Berbuat”.

    Bentuk karunia rejeki Allah memang seperti sidik jari, tak ada yang sama. Baru saya temui bentuk baru. Hobby jalan, mengajar, rasa sosial yang dalam, senang bergaul, senang menulis, senang difoto (Haha..), kok bisa menyatu? Proud of you, Mbak cantik! 🙂

  10. Lagi di bandara dan ada perasaan hangat membaca tulisan ini. Aahh mamak kesayangannya akuuuh :*

    Aku suka cara mamak menempatkan diri ketika berbicara ataupun bergaul dengan orang-orang di berbagai lapisan umur :*

    Love you so much pokoke. Mwah mwah :*

  11. Kecantikan dan kesuksesan mengalami pergeseran di #usiacantik yang tak lagi melulu soal dunia..sepakat mba, semakin menenemui hakikat sejatinya hidup. Keep inspiration mb 🙂

  12. Subhanallah, tulisannya bener2 bagus banget. Enak dibacanya. Benar2 memotivasi, khususnya bagi saya yg aga galao saat ini, hehe

  13. tak bisa disangkal, mba Donna sih udah pas banget jadi contoh kaka kaka cantik dan visionerrr. tetap semanagt mengisnpirasi

  14. Intan Rosmadewi

    Masuk ke makna hakiki lebih dewasa melepas aktribut duniawiah yang fana

  15. Bisakah saya seperti ini nanti jika ketemu usia cantik saya..

    Semakin matang.. Salam kenal mbak.. 🙂

  16. Aaa mba dona keren banget. Suka senang dan kagum ngeliat banyak perempuan yg ttp berkarya dan percaya diri di usia cantiknya. berasa jadi cambuk buat aku, klu yh muda jangan kalah.

  17. Cantiknya Mba Donna.. semakin cantik karena benar-benar telah paham tujuan hidup dan mantap dengan pilihannya 🙂 Mudah-mudahan aku bisa meneladani sikap hidup Mba.. terus semangat ya Mba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge