jatuh cinta

Cinta atau Jatuh Cinta

Fajar belum sepenuhnya muncul, namun musik dikamar ini sudah mengalun dan mengayunkan musik indah di hati kami. David Foster selalu menghadirkan cinta yang indah dalam samudra hati kami dengan semua lagu-lagunya, instrumen musiknya,,bahkan sampai ke lirik lagunya…..ah aku jatuh cinta….

Teringat pada masa-masa jatuh cinta..sejak usia belasan, diusia dua puluhan sampai terjatuh-jatuh mencinta di usia tigapuluhan. Semua menghadirkan senyum di pagi ini.

Saat-saat jatuh cinta adalah saat-saat terbaik seseorang, saat-saat yang paling membahagiakan dalam hidupnya. Merasa menemukan orang yang sempurna dan akan menyempurnakan hidupnya. Tak perduli orang disekitarnya yang mengatakan banyak kekurangan tentang diri orang yang sedang kejatuhan cinta kita….dan memiliki ilusi bahwa kekasih kita itu sempurna.

Kita menjumpai seseorang yang karakteristik fisik dan personalitas yang cukup kuat untuk menciptakan kejutan-kejutan listrik untuk membangunkan sistem “siaga cinta” kita untuk mulai bergerak mencari tahu dan mengenal lebih dekat orang itu.

Pada puncaknya, pengalaman kasamaran membawa kebahagiaan dan kesegaran secara rohaniah dan badaniah, ……sebuah euforia.
Secara emosional kita saling terobsesi satu pada yang lain. Bangun tidur dia lah yang pertama masuk dalam pikiran kita, selalu berharap untuk bisa bersamanya. Dan saat-saat bersamanya persis seperti sedang bermain-main di pintu surga.

Sayang sekali, keabadian pengalaman “jatuh cinta” hanya merupakan fiksi….. *Dr Dorothy Tennov.
Daya tahan rata-rata dari obsesi romantis hanyalah dua tahun. Dan jika obsesi itu merupakan hubungan cinta yang dirahasiakan….(ehem), maka usianya agak lama.

Bagaimanapun kita akhirnya turun dari awang-awang dan menanamkan lagi kedua kaki dibumi. Mulai melihat hal-hal kecil yang kita kesampingkan saat jatuh cinta menjadi sebuah pegunungan besar. Dan kita baru ngeh dengan peringatan orang-orang disekitar kita waktu itu….dan mulai bertanya pada diri sendiri “bagaimana aku bisa begitu Geblek…?!
Selamat datang di dunia nyata…he he he

Jatuh cinta merupakan sebuah obsesi, karena orang yang sedang jatuh cinta kehilangan minat untuk mengejar hal-hal lain, bikin susah belajar, bikin pekerjaan berantakan, bikin lupa segalanya. Obsesi seperti itu memberi kita perasaan palsu bahwa sikap egosentris kita sudah dihapus, dan mulai menjadi semacam ibu suci yang mau memberikan apa saja demi kebahagiaan kekasihnya.

Alasan kita bisa melakukan demikian bebas adalah karena kita sesungguhnya percaya bahwa kekasih kita juga berperasaan yang sama terhadap kita.

Begitu pengalaman jatuh cinta secara alami memudar (ingat….hanya kurang lebih dua tahun) sedikit demi sedikit ilusi keintiman itu mulai menguap. Hasrat-hasrat, emosi, pikiran dan pola-pola tingkah laku pribadi mulai menempatkan diri. Mereka mulai menjadi pribadi yang terpisah, berhenti saling mencinta.

Muara nya hanya lah “mencari pengalaman jatuh cinta lagi” atau “mulai dengan usaha keras untuk belajar saling mencinta tanpa euforia jatuh cinta”

Pengalaman jatuh cinta bukanlah cinta…karena dia bertindak bukan berdasarkan kemauan atau dilakukan secara sadar. Makanya kita bisa saja jatuh cinta pada saat-saat apes dengan orang yang tidak disangka-sangka xixixixix.

Jatuh cinta juga bukan cinta sejati….
karena jatuh cinta bisa bergulir tanpa usaha, dan saat kasmaran, seseorang sesungguhnya tidak tertarik atau memiliki minat untuk memupuk pertumbuhan pribadi orang yang digandrunginya.
Jatuh cinta menurut Dr Peck…merupakan komponen perilaku ingin kawin yang naluriah dan ditentukan secar genetis,….nah lho.

Hmmm…, terimalah pengalaman jatuh cinta sebagaimana adanya.,-suatu keadaan dimana emosi sedang teler untuk sementara waktu,.-dan sekarang sedang mengejar cinta sejatinya.
Cinta semacam ini emosional tapi tidak obsesional.
Melibatkan kemauan yang kuat dan disiplin dan menyadari kebutuhan untuk pertumbuhan pribadi

karena sesungguhnya….Kebutuhan emosional kita yang paling mendasar adalah bukan untuk jatuh cinta, tetapi untuk sesungguhnya dicintai seseorang, untuk mengenal satu cinta yang bertumbuh dari pikiran sehat dan pilihan, bukan sekedar naluri……kita perlu dicintai seseorang yang memilih untuk mencintai kita, yang melihat dalam diri kita sesuatu yang pantas untuk dicinta…..

dan cinta sejati, yang ramah dan baik hati semacam ini, tidak bisa dimulai sampai pengalaman jatuh cinta sudah pudar dan habis. Cinta sejati berdasarkan pilihan yang sadar, disengaja dan diusahakan…

selamat jatuh cinta…dan temukan cinta sejati anda setelah kasmaran nya selesai…he he he

dalam buaian piano D. Foster
di pagi sejuk beraroma lemonade
berpayung sentuhan kesejatian cinta
dan kesetiaannya tuk terus menjagaku….
terimakasih…..

nirmala, 29 januari 2010
Alhamdulillah…..

*from five love languages,
G. Chapman

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

P_20160401_151657

Kebun Raya Eks Tambang Emas Minahasa, Sebuah Persembahan Bagi Alam

Berkali saya melihat gambar yang sejatinya memancing imaji keindahan. Lubang-lubang putih menganga, berserakan di sebuah ...

One comment

  1. Hahaha ternyata di sini lebih kengkap bahasan jatuh cintanya….Keren…
    Jadi jatuh cinta itu hal yang biasa ya, wajib ada untuk tiap umat manusia. Yang kudu dilakukan hanyalah harus bijak karena jatuh cinta ini dampak sosialnya maha luas…hahahaha..Bisa memicu perang dunia soalnya
    Evi recently posted…Selamat Datang 2016My Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge