Thursday, November 23, 2017
Home » Cerita di Balik Kisah » Tentang Arga

Tentang Arga

Yang Pertama Buatmu, Bukan Hanya Aku #ArgaSeries #5

IMG_1018

Aku memegangi kepalaku dengan kedua tangan, seolah menopang isi kepalaku yang mendadak sarat oleh pengakuan seorang teman lama tentang Arga. Meski ini bukan untuk yang pertama kali, tapi tak urung membuat jantungku berdetak lebih kencang. Sebodoh ini kah aku mempertahankan cinta untuk seseorang yang dengan mudah berbagi hati, lelaki yang sepanjang perjalanan hidupnya kerap singgah tuk sekedar bermain rasa dan ...

Read More »

Lelaki Yang Sama #ArgaSeries #4

p20120517-102803

Kereta melaju kencang meninggalkan Stasiun Universitas Indonesia saat jam tanganku menunjukkan pukul sembilan pagi di suatu hari Senin. Mengambil tempat ternyaman di sudut gerbong pertama khusus wanita, kereta ini akan membawaku melewati stasiun demi stasiun selama kurang lebih setengah jam ke depan menuju stasiun terakhir kereta ini yaitu Stasiun Bogor. Aku kembali menghidupkan layar ponselku, melanjutkan pembicaraan hangat melalui BlackBerry ...

Read More »

Yang Kusebut Surga itu….. #ArgaSeries #3

melati

“Keindahan semisal bunga dibalik jendela…. indah namun terpisahkan. Terlihat namun tak tersentuh. Bukankah kau yg patahkan kuncinya?” Fajar terlihat berwarna merah dibalik bingkai jendela kamar pagi ini. Sejatinya indah, ada keinginan untuk segera mengabadikannya melalui kamera ponsel seperti yang biasa aku lakukan, lalu mengirimkannya ke Arga sebagai ucapan selamat pagi, bukan hanya foto-foto langit yang kukirim, apa saja yang aku ...

Read More »

Tentang Arga #ArgaSeries #2

6883576063_fdbf7c6ac4_z

Aku dan Arga bertemu enam tahun lalu setelah berpisah selama 20 tahun. Lama terpisahkan samudera diantara dua pulau besar negeri ini kala kami masih remaja berseragam putih biru tua. Bahwa lalu kami bertemu kembali diwaktu yang sudah tak tepat lagi inilah yang kemudian menjadi pangkal rangkaian never ending story diantara kami bertahun-tahun. Terhitung sudah memasuki tahun ke enam kami bertemu ...

Read More »

Ini Bukan Sebuah Ucapan Perpisahan khan, Ga? #ArgaSeries #1

3-Walk-Away-Confidently

Pagi menjelang, matahari belum lagi tinggi di langit Jakarta, aku masih betah meringkuk di balik selimut tebalku setelah semalaman tidur nyenyak sekali. Begitu lelap meski hanya beberapa jam tertidur, hingga aku tak tau apakah aku sempat bermimpi tadi malam. Kemarin adalah hari yang cukup berat buatku, sejak pagi keluar rumah menembus belantara ibukota untuk berbagai urusan pribadi dan pekerjaan hingga ...

Read More »

hadirmu, dikedai sore itu

Sesumbar kata merayakan ego, menantang Tuhan seolah sesuatu yang tak pasti akan lambat terjadi menggelayuti kakiku hingga berat langkah seolah tak mampu mengimbangi galau rasa ketika Tuhan menjawab tantangan ku tanpa mampu ku elak mempertemukan kami sore itu disebuah kedai. sesumbar bahwa hanya campur tangan Tuhan lah yang bisa mempertemukan kembali dua orang yang saling melukai dan saling membenci. Duduk ...

Read More »

manusia ilalang

Manusia terkadang tak lebih ilalang. Tumbuh dengan mudah dilahan mana pun sebagai gulma. Tak memberi manfaat selain mengambil untuk dirinya sendiri. persis sepertimu setiap singgah di hidup orang lain Ilalang tumbuh tinggi, tapi tak dapat meneduhkan selain menorehkan perih dari pinggir tiap helaian berdurinya. persis sepertimu, tingginya hati, tak memiliki empati selain melukai, lalu pergi tanpa perduli Hijau ilalang seperti ...

Read More »