Home » Cerita di Balik Kisah (page 2)

Cerita di Balik Kisah

Bukankah rindu itu luar biasa? #DevinaSeries

hug me tight 2

Cibubur menjelang sore….saat pesan pendek masuk ke ponsel. Rindu memang tak pernah salah alamat. Aku termasuk perempuan yang percaya bahwa rindu adalah kata yang luar biasa. Sebagaimana seorang filsuf terkenal, Kahlil Gibran menulis dalam buku nya Pasir dan Buih bahwa, “ada jarak antara khayalan manusia dengan hasil yang ingin dicapainya, yang hanya bisa dilewati dengan kerinduannya”. Begitu luar biasanya rindu ...

Read More »

Panah Yang Tertancap… #AdistySeries

golden-arrow

Udara di Teluk Jakarta mendadak bagai menghilang, meski kucoba menarik nafasku dalam-dalam, tetap saja pengap yang kurasa dalam dada seolah tak ada oksigen yang berhasil kutarik ke dalamnya. Meski Gie berkata tetap dengan lembut, namun kelembutan nya kali ini tetap membuatku terhempas….begitu keras. Sungguh pernyataan yang sulit untuk aku cerna. “kamu gak sedang bercanda khan Gie?” Sebuah tanya yang hanya ...

Read More »

Sebuah Pembebasan… #AdistySeries

freedom

Udara malam tak sehangat saat senja ketika kami tiba disini, meski tak terlalu dingin namun angin laut ini sudah mulai terasa menusuk kulitku, dan debur ombak pun terdengar makin keras menghantam batuan pemecah gelombang. Kurapatkan tubuhku sendiri, memeluk erat kedua lututku sambil masih terus berkhayal pelukan Gie memberiku rasa nyaman. Tentu saja itu tak terjadi, Gie hanya menatapku dalam-dalam, tegas ...

Read More »

Panah Sang Cupid… #AdistySeries

golden-arrow

Beberapa malam terakhir ini langit Teluk Jakarta tak berhiaskan bintang, aku hanya dapat menatap sebuah kekosongan disini, disuatu tempat yang sama persis setahun yang lalu saat sebuah cerita mengalir memenuhi sebagian jalan hidupku. Langit yang lengang pun kemudian menggeliat, membangunkan sebentuk pertemuan antara aku dan ia ketika itu. Berbaring bersisian menghadap langit yang kala itu cerah, pasir yang putih nan ...

Read More »

Epilog #Adisty Series

beachIMG_0034

Adisty, dengarkan aku, kamu punya kehidupan yang baik dikelilingi orang2 yang menyayangi kamu. Mereka pasti tak inginkan aku ada dalam hidup kamu. Cepat atau lambat kamu harus menyadari hal ini.” Jo merendahkan suaranya, berbicara lirih pada perempuan yg terlihat berupaya untuk tidak menangis dihadapannya itu, meski tak urung disekanya jua ujung matanya yang basah. “gak boleh ada airmata, harus ikhlas”, ...

Read More »

Pendar Hati #Adisty Series

pendar hati

Jelang tengah malam saat kerlip merah lampu disudut kanan telepon pintar berkedip mencuri perhatianku yang sudah setengah mengantuk. Sebuah pesan tertulis singkat “selamat malam, madam” dari sebuah nomer tanpa nama. Aku tersenyum, tak terperanjat sedikit pun, ini pasti balasan sinyal yang kukirim dari toko buku kemarin selama beberapa jam. Aku tau persis dari siapa kerlip lampu ini dikirim…ini kamu khan ...

Read More »

masih ada cerita pagi ini #adisty series

“Selamat pagi Adis”….begitu tulisan yg tertera dilayar ponselku. Hampir aku meloncat dari tempat tidurku membaca nya. “jo?… benarkah ini pesan dari Jo? aku mendesis pelan menyebut nama kamu seolah tak percaya. Ya ya ya…pasti kamu yang mengirimkan pesan itu, cuma kamu yang memanggilku Adis, Cuma kamu yg dulu hampir setiap pagi menyapaku di jam2 seperti ini. Cuma kamu, Jo… Kupandangi ...

Read More »

masih dikoordinat yang sama

Aku masih setengah terlelap setelah ibadah pagi, sesaat sebelum layar telepon genggam itu menyala menampilkan namamu. Tentu saja itu ampuh menghilangkan kantukku, ada apa sepagi ini Devina mengirimkan aku pesan singkat. Isinya pun singkat, “novelnya sudah sampai, matur suksme nggih”. Namanya juga pesan singkat, tentu saja balasannya juga singkat, “mewali suksme”. Tapi bukan Raka jika tak melihat ada sesuatu yang ...

Read More »

Lelaki Terbaik #Devina Series

lelaki terbaik

Lampu kecil berwarna merah disudut kanan layar ponselku berkelip pertanda ada pesan masuk. Terbaca nama pemilik nomer yang masuk tersebut “Adrian”. Aku tersenyum simpul, mencoba menerka apa pesan yang akan aku baca setelah sesaat lalu kami berpisah di parkir gedung tadi. masih terbayang pelukan erat wanita seumur ibuku, ibunda Adrian yang aku panggil tante. Hangat terasa sampai menyentuh relung paling ...

Read More »

Dinding…. #Devina Series

Kepalaku rasanya membesar dan mati rasa, tak tau harus mengatakan apa setelah wanita didepan saya ini tiba2 serius. Padahal berjam-jam tadi kami asyik bergurau tanpa sedikit pun terlihat bahwa ada bagian memori yg ia sembunyikan. Kelancanganku lah yang membuatnya terpaksa bicara. Ah…Setan apa yg masuk ke benakku hingga seberani itu. Lalu meluncur lah rangkaian cerita, rangkaian cerita tentang wanita yg ...

Read More »