Saturday, November 18, 2017
Home » Cerita di Balik Kisah » Tentang Devina (page 2)

Tentang Devina

Sayap Cinta Devina #2

“kamu…?!” seruku seolah tak percaya “Rakaaaaa……. !!! “ Aku menjerit tertahan melihat wajah dibalik pintu bungalow. Aku terus menggeleng-gelengkan kepalaku sambil mundur perlahan…pemandangan ini mengapa begitu sulit dipercaya. Langkahku terhenti,  aku terhenyak, terduduk di pinggir tempat tidur, termangu….menatap kamu.  Yang begitu tenang berjalan ke arahku. Mengambil  tempat duduk disebelahku, lalu sama terdiam, menatap kosong ke arah bunga kana yang mekar ...

Read More »

Sayap Cinta Devina #1

“Kota mu terik sekali hari ini, Aku sudah landing dan sekarang sudah bersama kadek, ”. Begitu isi pesan singkat kukirimkan ke Jakarta sambil menunggu Kadek mengambil mobil di parkiran. Aku menghela nafas sambil berkata dalam hati, “akhirnya aku sampai juga di Bali mu, Raka” Tak sulit buatku menemukan lelaki yang kupanggil Kadek ini ditengah para penjemput di bandar udara Ngurah ...

Read More »

masih di koordinat yang sama #Devina Series

Aku masih setengah terlelap setelah ibadah pagi, sesaat sebelum layar telepon genggam itu menyala menampilkan namamu. Tentu saja itu ampuh menghilangkan kantukku, ada apa sepagi ini Devina mengirimkan aku pesan singkat. Isinya pun singkat, “novelnya sudah sampai, matur suksme nggih”. Namanya juga pesan singkat, tentu saja balasannya juga singkat, “mewali suksme”. Tapi bukan Raka jika tak melihat ada sesuatu yang ...

Read More »

paradise in my mind

Waktu menunjukkan pukul 01.18 waktu Indonesia bagian tidur, devina masih terjaga didepan layar desktop dengan mata yang segar bugar. Tinggal satu langkah lagi dengan menekan tombol enter maka tahapan ini akan ia selesaikan. Ia mengambil nafas panjang sejenak, memberikan ruang untuk 1% keraguan menyelesaikan tahapan ini, dan kemudian menyerahkan 1% sisanya kepada Sang Kuasa. Ruang kecil dalam benaknya yang dahulu ...

Read More »

Desember Tahun Ini

Desember tahun ini…….Ah……selalu saja desember mengingatkan ku pada sosok kamu, mengingatkan ku pada sebuah ketika, saat seorang perempuan muda belia penuh cita di penghujung sebuah tahun harus mengurai kembali seluruh benang asa yang sedang dirajutnya. Sebuah asa bak tunas muda yang baru muncul menyambut hangatnya engkau sang mentari pagi yang diharap akan menyinari hidupnya. Ah….tunas muda itu tak sempat tumbuh ...

Read More »