Home » Cerita di Balik Kisah » Tentang Devina

Tentang Devina

Elegi di Tanah Paman Ho

P4060840

Begitulah rasa, ketika kesedihan begitu kita ingin kita hadirkan sekedar untuk terhubung dengan kenangan. Aku bisa bilang apa, saat ujung-ujung penjor menyentuh relung terdalam, mengusik jarum waktu ke masa kita masih berbincang tentang darma, karma dan moksa. Galungan di sana? Apakah sama? Lalu aku memilih memelihara kenangan, seindah kebajikan yang pernah kau ajarkan. Menempuh jalan yang berbeda dan finish di ...

Read More »

Oase…. #DevinaSeries

P6082291

"Ada apa, Na"…sapa Adrian lembut di ujung telepon. "Gak ada apa-apa, dri, aku cuma lagi butuh teman ngobrol" jawabku "Ah, selalu begitu,.., ayolah cerita, pasti lagi gak enak hati kan? "Lah…kok maksa, kalo dibilang gak ada apa-apa itu berarti memang gak ada apa-apa dan gak usah dilembut-lembutin gitu deh suaranya" jawabku setengah merajuk "Iya….iyaaaa, gak ada apa-apa, bukan begitu tuan ...

Read More »

Bukankah rindu itu luar biasa? #DevinaSeries

hug me tight 2

Cibubur menjelang sore….saat pesan pendek masuk ke ponsel. Rindu memang tak pernah salah alamat. Aku termasuk perempuan yang percaya bahwa rindu adalah kata yang luar biasa. Sebagaimana seorang filsuf terkenal, Kahlil Gibran menulis dalam buku nya Pasir dan Buih bahwa, “ada jarak antara khayalan manusia dengan hasil yang ingin dicapainya, yang hanya bisa dilewati dengan kerinduannya”. Begitu luar biasanya rindu ...

Read More »

Lelaki Terbaik #Devina Series

lelaki terbaik

Lampu kecil berwarna merah disudut kanan layar ponselku berkelip pertanda ada pesan masuk. Terbaca nama pemilik nomer yang masuk tersebut “Adrian”. Aku tersenyum simpul, mencoba menerka apa pesan yang akan aku baca setelah sesaat lalu kami berpisah di parkir gedung tadi. masih terbayang pelukan erat wanita seumur ibuku, ibunda Adrian yang aku panggil tante. Hangat terasa sampai menyentuh relung paling ...

Read More »

Dinding…. #Devina Series

Kepalaku rasanya membesar dan mati rasa, tak tau harus mengatakan apa setelah wanita didepan saya ini tiba2 serius. Padahal berjam-jam tadi kami asyik bergurau tanpa sedikit pun terlihat bahwa ada bagian memori yg ia sembunyikan. Kelancanganku lah yang membuatnya terpaksa bicara. Ah…Setan apa yg masuk ke benakku hingga seberani itu. Lalu meluncur lah rangkaian cerita, rangkaian cerita tentang wanita yg ...

Read More »

Setelah Satu Dekade… #DevinaSeries

banyak hal yang terjadi setelah lewat satu dekade… berbincang tentang apa saja yang tlah lalu ternyata cukup menyenangkan, tentang kejadian dimana saja dengan siapa saja dahulu, membuat kita tertawa bersama. bahkan saat perbincangan sampai di kejadian yang jadi alasan ku pergi dari hidupmu. …wanita bermuka masam dibalik pintu itu…huufffhhh gerimis sebuah sudut dikotamu seolah menjadi tirai yang menayangkan kejadian2 itu ...

Read More »

Surpriseeee…!!

senyum manis tetap mengembang meski semalam terjaga menempuh mil demi mil, diatas roda besi antara gambir dan tugu. Berbecak kupastikan tubuhku segar dan wangi siap menerima sambutan peluk hangat wajah sumringah atas kejutan yang kubawa dari jakarta: diriku !! Mengendap perlahan melewati koridor kamar demi kamar sebuah kost2an, aku mengetuk sebuah pintu paling pojok, dengan satu kata yang sudah kusiapkan ...

Read More »

Dialog Pendek, edisi sepaham….. #Devina Series

mukomuko

ah, aku tau pasti kau sedang menepuk jidatmu yang tak lebar itu dan pasti dengan senyum sederhana itu aku terkekeh mendengar celotehmu, bercanda di pergantian malam “devina, terpikir saja dalam benakku barusan, melintas pikiran gila” begitu katamu aku tersenyum datar, “segila apa pikiranmu”, tanyaku “bukankah dua orang seperti kita bila bersama, banyak hal yang bisa kita lakukan bersama, mikir banyak, ...

Read More »

Dialog Dua Hati…. #Devina Series

pegayaman

cerita yang tak pernah berujung begitulah sepertinya dialog ini akan berlangsung melewati lebih dari dua dekade dalam sebuah pembicaraan yang rasa2nya tak akan pernah berakhir, dengan topik yang tak pernah berganti “ini cuma tentang rasa, Raka”….. begitu selalu jawabmu sebuah jawaban yang sama, untuk setiap “mengapa ” yang ku tanyakan ——————————————————————- kebaya putih dan selendang kuning membalut di bagian pinggangmu ...

Read More »

Embun Terakhir Pucuk Sawit #Devina Series

“Hari ini kita bisa ketemu ditempat biasa khan, devina?”, tanyamu diujung telepon. ———————————————————————————————————————-  “raka…oh, raka” aku menggumam. Seperti apa aku dimatamu, dimana aku dalam hidupmu, dan sudut mana dihatimu kau letakkan rasaku hingga kau selalu yakin aku akan mengatakan ‘ya’ pada setiap pintamu. Dua puluh tahun menanti, lalu membiasakan diri selama tiga desember terakhir tanpa sapamu, tanpa balasmu disetiap pesan ...

Read More »