Tuesday, December 19, 2017
Home » Cerita di Balik Kisah » Tentang Adisty

Tentang Adisty

Panah Yang Tertancap… #AdistySeries

golden-arrow

Udara di Teluk Jakarta mendadak bagai menghilang, meski kucoba menarik nafasku dalam-dalam, tetap saja pengap yang kurasa dalam dada seolah tak ada oksigen yang berhasil kutarik ke dalamnya. Meski Gie berkata tetap dengan lembut, namun kelembutan nya kali ini tetap membuatku terhempas….begitu keras. Sungguh pernyataan yang sulit untuk aku cerna. “kamu gak sedang bercanda khan Gie?” Sebuah tanya yang hanya ...

Read More »

Sebuah Pembebasan… #AdistySeries

freedom

Udara malam tak sehangat saat senja ketika kami tiba disini, meski tak terlalu dingin namun angin laut ini sudah mulai terasa menusuk kulitku, dan debur ombak pun terdengar makin keras menghantam batuan pemecah gelombang. Kurapatkan tubuhku sendiri, memeluk erat kedua lututku sambil masih terus berkhayal pelukan Gie memberiku rasa nyaman. Tentu saja itu tak terjadi, Gie hanya menatapku dalam-dalam, tegas ...

Read More »

Panah Sang Cupid… #AdistySeries

golden-arrow

Beberapa malam terakhir ini langit Teluk Jakarta tak berhiaskan bintang, aku hanya dapat menatap sebuah kekosongan disini, disuatu tempat yang sama persis setahun yang lalu saat sebuah cerita mengalir memenuhi sebagian jalan hidupku. Langit yang lengang pun kemudian menggeliat, membangunkan sebentuk pertemuan antara aku dan ia ketika itu. Berbaring bersisian menghadap langit yang kala itu cerah, pasir yang putih nan ...

Read More »

Epilog #Adisty Series

beachIMG_0034

Adisty, dengarkan aku, kamu punya kehidupan yang baik dikelilingi orang2 yang menyayangi kamu. Mereka pasti tak inginkan aku ada dalam hidup kamu. Cepat atau lambat kamu harus menyadari hal ini.” Jo merendahkan suaranya, berbicara lirih pada perempuan yg terlihat berupaya untuk tidak menangis dihadapannya itu, meski tak urung disekanya jua ujung matanya yang basah. “gak boleh ada airmata, harus ikhlas”, ...

Read More »

Pendar Hati #Adisty Series

pendar hati

Jelang tengah malam saat kerlip merah lampu disudut kanan telepon pintar berkedip mencuri perhatianku yang sudah setengah mengantuk. Sebuah pesan tertulis singkat “selamat malam, madam” dari sebuah nomer tanpa nama. Aku tersenyum, tak terperanjat sedikit pun, ini pasti balasan sinyal yang kukirim dari toko buku kemarin selama beberapa jam. Aku tau persis dari siapa kerlip lampu ini dikirim…ini kamu khan ...

Read More »

masih ada cerita pagi ini #adisty series

“Selamat pagi Adis”….begitu tulisan yg tertera dilayar ponselku. Hampir aku meloncat dari tempat tidurku membaca nya. “jo?… benarkah ini pesan dari Jo? aku mendesis pelan menyebut nama kamu seolah tak percaya. Ya ya ya…pasti kamu yang mengirimkan pesan itu, cuma kamu yang memanggilku Adis, Cuma kamu yg dulu hampir setiap pagi menyapaku di jam2 seperti ini. Cuma kamu, Jo… Kupandangi ...

Read More »

Usai….. #AdistySeries

Aku tau ini sudah waktunya berakhir dan tak kupaksakan pula berakhir dengan sempurna. Satu2nya alasan aku menyapa nurani mu hanyalah agar ku dapat pergi dengan membawa kebajikan yang kamu punya untuk aku kenang. ku tak ingin sakitku menjelma dendam dan berlaku tak adil padamu. Jangan biarkan aku membalasmu lebih dari luka yg kau torehkan, meski tak ada yang penipuan yang ...

Read More »

dear Masa Lalu…. #Adisty Series

dear masa lalu

dear masa lalu…. saat kamu baca surat ini, semoga kamu baik-baik saja. Tentu saja aku tidak tahu apa yang sedang kamu lakukan saat ini. Mungkin saja saat ini kamu berada dibelahan lain dunia, berkelana mencapai atap-atap dunia seperti kebiasaan waktu itu, atau mungkin saja kau sedang sibuk dengan layar dan lensa, atau jangan-jangan kau hanya sekedar menikmati kolam-kolam ikan di ...

Read More »

KM. 48 #Adisty Series

km.48

Susah payah Adistya mencoba tetap fokus mengendalikan laju kendaraannya. Berulangkali dia melirik speedometer dihadapannya, memastikan kecepatan mobil tak lebih dari 100 kpj. Meski malam ini tol Jakarta – Merak relatif lengang namun mengendarai mobil di malam hari tanpa lampu jalan ditengah hujan yang betah menemani tiap kilometer yang dilalui tak urung membuat perempuan itu lebih waspada. Berulang kali pandangannya terganggu ...

Read More »

Masih ada cinta pagi ini, adisty

“Selamat pagi Adis”….begitu tulisan yg tertera dilayar ponselku. Hampir aku meloncat dari tempat tidurku membaca nya. “jo?… benarkah ini pesan dari Jo? aku mendesis pelan menyebut nama kamu seolah tak percaya. Ya ya ya…pasti kamu yang mengirimkan pesan itu, cuma kamu yang memanggilku Adis, Cuma kamu yg dulu hampir setiap pagi menyapaku di jam2 seperti ini. Cuma kamu, Jo… Kupandangi ...

Read More »