Home » Volunteering » Catatan Kecil di Hari Inspirasi Kelas Inspirasi Bogor 3
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Catatan Kecil di Hari Inspirasi Kelas Inspirasi Bogor 3

Membicarakan dunia volunteering memang tak ada habisnya, kali ini masih tentang Kelas Inspirasi, tepatnya Kelas Inspirasi Bogor (KIB). Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 2015 kemarin, KIB menyelenggarakan kegiatan Kelas Inspirasi untuk ketiga kalinya. Dengan melibatkan lebih dari 500 relawan, KIB menyebarkan virus inspirasinya ke 30 sekolah dasar yang berada di wilayah Bogor. Sungguh sebuah pekerjaan yang bukan main-main. Salut buat panitia.

Kelas Inspirasi Bogor memiliki legenda tersendiri dalam hidup saya. KIB 1 pada tahun 2013, itulah untuk pertamakalinya saya menjadi relawan pengajar di Kelas Inspirasi yang bernaung di bawah bendera Indonesia Mengajar. Setelah itu nyaris saya tak pernah berhenti terlibat dalam kegiatan ini sampai hari ini. Rasanya selalu menyenangkan mengikuti kegiatan ini sepanjang tahun di berbagai kota dan berbagai peran, entah itu sebagai relawan pengajar, panitia atau fasilitator.

Kelas Inspirasi Bogor 3 ini juga istimewa buat saya, di sela-sela kesibukan saya menata ritme baru dengan pekerjaan baru di luar kegiatan mengajar di kampus, hampir saja saya tertinggal langkah dengan persiapan KIB yang terus bergulir. Beruntung Ani Sulaksani yang saya panggil Teh Ani, tak bosan-bosan mengingatkan saya. Akhirnya singkat cerita saya masih bisa bergabung dengan grup fasilitator di bawah koordinasi Wita Burman. Thanks Mbak Wita, thanks Teh Ani….

Bersama Wido, kami berdua tandem-an sebagai fasilitator di kelompok 13 yang bertugas di SDN Kedung Halang 02 Bogor. Cowok kece yang nggak terlalu banyak ngomong ini asik banget dalam bekerjasama. Gerak cepat dan nggak pernah hitung-hitung kerjaan. Semua berjalan mulus menangani tugas-tugas yang harus dilakukan sebagai fasil. Bagi kami, spa yang bisa dikerjakan, langsung dikerjakan tanpa harus menunggu siapa yang akan mengerjakan. Apabila ada yang tak bisa dilakukan salah satu dari kami, otomatis juga akan diambil alih. Tak ada kerjaan yang menumpuk atau terbengkalai.

Sebagai fasilitator, kami berdua menjembatani hubungan antara relawan dengan pihak sekolah, membantu dan mendampingi relawan mempersiapkan dan menjalankan tugas-tugasnya, baik sebagai relawan pengajar maupun tim dokumentator. Ada 12 relawan pengajar dan 3 dokumentator yang ditugaskan di Kelompok 13 pada awalnya. Karena urusan kantor dan satu orang sakit, terpaksa pada hari H tim kami berkurang sehingga ada 10 relawan pengajar dan satu orang fotografer saja.

Namun begitu, kami bertiga belas ini menjalankan peran masing-masing dengan sangat baik. Saya merasa setiap dari kami adalah a good team player. Nyaris tak ada friksi dalam mempersiapkan diri hingga pelaksanaannya di hari inspirasi. Meski semua memiliki kesibukan dengan pekerjaannya masing-masing, mereka juga menyempatkan diri untuk menyiapkan keperluan kelompok, dari survey ke sekolah, meet up setelah jam kerja, sampai urusan cetak mencetak poster dan belanja alat tulis, karton dan berbagai pernak-pernik lainnya.

Tak ada satu dari kami yang terlihat ingin menonjol atau merasa lebih hebat dari yang lain, semua saling bantu dan saling support. Saat mengajar dan mendokumentasikan pun semua melakukannya dengan totalitas yang tinggi, meski keringat bercucuran, meski pita suara menjadi kering dan suara nyaris habis. Tapi semua terlihat bahagia, meski tak satu sen pun bayaran yang mereka terima. Begitu juga anak-anak yang mereka ajar, mereka bahagia menikmati satu hari yang berbeda dari hari biasanya ini.

Salut saya sampaikan pada para relawan ini, mereka mau meluangkan waktu untuk berbagi, menyisihkan sebagian uang mereka untuk menyiapkan berbagai keperluan mengajar, dan menyediakan tenaga dan pikiran untuk membangkitkan semangat anak-anak yang sebagian besar berasal dari golongan masyarakat marjinal. Relawan-relawan ini membangun kembali impian anak-anak yang sejak kecil sudah tergerus oleh realita kehidupan yang keras. Lihatlah impian-impian mereka, impian anak-anak Indonesia masa depan

Mereka banyak yang terinspirasi dengan cerita tentang profesi para relawan. Pada Norman Sang CEO, Angel yang berprofesi sebagai Content Writer, Bu Dokter Sari, Indah dan Melita yang bidangnya marketing serta Amel di bidang HRD. Tak kalah serunya Aci yang berprofesi sebagai Auditor, Dedi yang programmer, Fahim Sang Analis serta Puri pemilik usaha Nursery. Dan tentu saja, Rizka sang fotografer yang selalu menenteng-nenteng kamera, tak luput dari perhatian dan dikerubuti anak-anak.

Begitu jatuh cintanya anak-anak ini pada para relawan, hingga di akhir acara, mereka tenggelam dalam kerumunan anak-anak yang begitu antusias meminta tandatangannya dan nomer telepon seluler. Melihat yang seperti ini, saya sontak menundukkan kepala, semoga apa yang kami berikan hari ini mampu memberi warna pada mimpi mereka dan memberi satu rasa bahwa mimpi adalah hal yang harus diperjuangkan.

Bahwa untuk menjadi seperti relawan-relawan ini ada nilai-nilai yang harus mereka jadikan pegangan. Pada kerja keras dan kejujuran, pada kemandirian, keuletan dan sikap pantang menyerah, akan ada hadiah yang akan mereka raih ketika mereka dewasa kelak. Semoga mereka kelak menjadi tiang-tiang bangunan masa depan negeri ini yang lebih baik. Aamiin…

 

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

team SDN Babakan Surabaya

Janji Kemerdekaan

Bahwa kewajiban semua anak bangsa yang terdidiklah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.  Sebuah janji kemerdekaan yang ...

16 comments

  1. Salut Mbak Donna bisa terus menerus terlibat dalam kegiatan Kelas Inspirasi ini. Terberkatilah semua fasil dan inspirator dan semua pihak yang terlibat dan semoga untuk anak-anak tersebut inspirasinya menyala terang sampai ke masa depan.
    dani recently posted…Jangan Beli Saham dan Reksadana, Cek Profil Risiko Dulu!My Profile

  2. Salut banget pada kakak satu ini 🙂
    Evi recently posted…(Review) Blogger Gathering di Grand Zuri BSDMy Profile

  3. Subhanallah….salut banget dengan mentalitas para relawan…bekerja sepenuh hati dan jiwa ya..terasa indah hasilnya…
    kartinaikasari recently posted…RoomToday, Solusi Menguntungkan Jual Kamar HotelMy Profile

  4. Emaaaaaakkkkkk….aku followersmu! Sehat dan tetep semangat yeess!

    KI emang ngangeniiiii
    Lestarie recently posted…Satu Blogpost Itu TantanganMy Profile

  5. abdullah akhmadi

    Bu Donna. Kalo baca dr komputer selalu ketutup iklan. Jd gak bisa kebaca tulisannya bu donna. Bisanya lewat HP

  6. SD kedung halang 2 dekat rumahku..

  7. Alhamdulillah saya akhirnya lolos jadi relawan pengajar di KI Malang 3, mohon saran dan doanya agar kami bisa memberikan yang terbaik untuk generasi penerus bangsa. Salam kenal Mbak, saya temennya Mbak Rien yang juga menulis buku Backpacker Wannabe 🙂

  8. KI memang luar biasa.. Great job mba… Semoga bisa bergabung setelah kembali nanti 😉
    Indah Nuria recently posted…Sky Fall…My Profile

  9. Woalah ternyata ini blog punya Mba Donna yang sering menang kontes #salamhormat
    Irwin Andriyanto recently posted…Dapatkan Pengalaman Belanja Online dengan Bermodalkan Jari Hanya Di Bukalapak.ComMy Profile

  10. Mantabs kali ibu yang satu ini, mengabdi demi calon-calon penerus bangsa. Benar-benar memberi inspirasi.
    Horas recently posted…Sedikit Bocoran Tampilan Sistem Operasi Android NMy Profile

  11. Sungguh inspirasi, dan kapan kapan mau daftar kelas inspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge