Home » Flash Fiction » Prompt #36 Bunga di Tepian Batur
IMG_8584

Prompt #36 Bunga di Tepian Batur

“Apalagi yang kamu pelihara selain anjing, burung dan ayam?”

“Hanya itu…, dahulu aku ingin memelihara sekuntum bunga. Tapi sepertinya, bunga yang ingin kupelihara lebih bahagia hidup di habitatnya”.

“Bukankah kini kau sudah memelihara bunga lain yang lebih cantik?”

“Kau tak perlu melebih-lebihkan keadaan. Kau mengenal baik aku. Bunga yang kau bilang lebih cantik itu aku tanam saat petak hatiku hanya menyisakan sedikit ruang dan cahaya. Tumbuh penuh keterbatasan dalam pot usang yang ditinggalkan pemiliknya, menguak sedikit demi sedikit gelap hingga membesar dan indah di bawah cahaya mentari Kintamani.”

“Kamu bahagia, Raka?”

“Mengapa kau tanyakan itu? Bagaimana denganmu, Bunga? Apakah kamu bahagia?”
“Maaf,  harusnya tak perlu aku bertanya. Kembang desa yang cantik dan sederhana, kini menjelma menjadi wanita modern dengan karir gemilang,  lulusan sekolah  luar negeri, narasumber di berbagai seminar ilmiah dan berbagai acara di televisi, bukankah itu yang kamu impikan? Pasti kamu sangat bahagia karenanya”.

Nafasku sesak. Aku tak tahu harus mengatakan apa lagi. Bukan itu yang kucari, kamu tak akan pernah tahu alasanku pergi. Kalimat-kalimat Raka tajam menghujam diriku bagai ribuan batu yang menghimpit dada. Bukan salahnya. Aku yang dengan sengaja membuatnya demikian. Kini harus kutelan pil pahit untuk sakit yang aku ciptakan sendiri, buah dari skenario terbaik menurutku saat itu untuk pergi dari hidupnya.

Diam di ujung sana memberikan pertanda Raka tak ingin lagi berpanjang kata. Masih sempat kudengar samar lelantun Mantram Gayatri mengisi hening. Terbayang sosoknya yang tenang dengan Canang di tangan, damai bagai permukaan Danau Batur yang tak berangin siang ini. 

Aku menghela nafas panjang lalu menekan tombol berwarna merah. Sambungan terputus tepat saat azan Dzuhur memanggilku. Perlahan aku berbalik meninggalkan selasar menuju tempat wudhu dan membasuh semua gundah. Di ujung sajadah kuserahkan diriku utuh pada Sang Sutradara. Biarlah cinta menemukan keindahan dengan caranya sendiri. Sebagaimana cinta kami pada Sang Maha yang menjadi akarnya. 

Om Bhur Bhuwah Swaha
Tat Sawitur Warenyam
Bhargo dewasya dimahi
Dhiyo yo nah pracodayat

Pemandangan Danau Batur dari selasar Masjid Al-Muhajirin Kintamani. (@donnaimelda)
Pemandangan Danau Batur dari selasar Masjid Al-Muhajirin Kintamani. (@donnaimelda)

Tulisan ini disertakan pada Monday Flash Fiction Prompt #36. Jumlah kata 334

 

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Dokumen Pribadi

Prompt #48 Yang Tergantikan

Aku bergegas melangkah. Susah payah aku berjalan melewati gundukan demi gundukan tanah sambil terus memegangi ...

11 comments

  1. Kisahnya manis.
    Suka ini: Sebagaimana cinta kami pada Sang Maha yang menjadi akarnya.

  2. waah, ini kisah sedih tapi bener kata mas ryan, terasa manis :’). eiya mbak, saya penasaran banget sama arti tembang yang ditulis di paragraf terakhir ituh ^^. oiya, ada sedikit typo tanda petik di percakapan si raka 🙂

    • donna imelda

      Itu Mantram Gayatri, dari internet saya dapatkan artinya sbb:
      Om Sang Hyang Widhi, kami menyembah kecemerlangan dan kemahamuliaan Sang Hyang Widhi yang menguasai bumi, langit dan sorga, semoga Sang Hyang Widhi menganugrahkan kecerdasan dan semangat pada pikiran kami.

      Banyak informasi tentang mantram ini, saya tak berani jelaskan banyak, takut salah. Tapi secara singkat bisa dijelaskan sbb:
      Gayatri mantra’ adalah mantra yang paling mulia di antara semua mantra. Ia adalah ibu mantra, dilantunkan oleh semua orang beragama Hindu waktu sembahyang. Salah satu sumbernya selain bertanya langsung pada pemeluknya dalah dr link dibawah ini.
      http://pandejuliana.wordpress.com/2012/11/24/puja-tri-sandhya-sumber-teks-terjemahan-dan-pemahamannya/

      thanks sudah mampir dan koreksinya mbak.

  3. tema tulisan kita sama yah 🙂

  4. Barusan berkunjung ke blog Mb Nathalia, lalu baca ini, hampir sama garis besarnya, tapi masing2 manis dengan khasnya sendiri. Fotonya koleksi pribadi Mba? cantik sekali.

  5. Gayatri Mantram adalah sebuah filosofi yang indah dari Masyarakat Bali ( yang mayoritas penduduknya memeluk kepercayaan Hindu) dan akan mempunyai makna yang begitu mendalam jika kita mengetahui arti sesungguhnya . Semoga tahun depan bisa mengexplore Pulau Bali untuk mempelajari semua filosofi kehidupan yang tersembunyi.
    Dua Backpacker recently posted…Solar Eclipse 2016 March 9 Indonesia : The World PhenomenonMy Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge