Sunday, September 24, 2017
Home » Inspiration, Opinion, and Self Development » Buku… Masihkah Jadi Teman Perjalanan Anda?
IMG_0480

Buku… Masihkah Jadi Teman Perjalanan Anda?

“Books are the plane, and the train, and the road. They are the destination, and the journey. They are home.” ― Anna Quindlen

Gawai, kini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari aktivitas manusia. Sedemikian penting hingga muncul celetukan ringan bahwa lebih baik ketinggalan dompet daripada ketinggalan gawai. Ada fenomena menarik seputar maraknya penggunaan gawai ini. Dahulu, saya masih sering melihat orang memegang buku dan membaca sambil menunggu sesuatu. Pemandangan serupa sering pula saya temukan di gerbong-gerbong kereta yang dahulu masih bernama KRL Jabotabek. Tapi bagaimana dengan kini? Kegiatan membaca buku sepertinya sudah tergantikan dengan kegiatan menatap layar gawai? 

Coba cek tas atau ransel yang anda gunakan sehari-hari, ada benda yang bernama bukukah di dalamnya? Bila anda sebagai seorang pejalan, apakah buku juga masih menjadi salah satu barang di antara sekian banyak barang lainnya yang harus anda bawa dalam perjalanan? Saya sih sampai saat ini masih. Jangankan saat menempuh perjalanan lama atau keluar kota, untuk kegiatan sehari-hari saja, buku selalu ada dalam tas ransel saya. Masalah akan seberapa banyak waktu yang digunakan untuk membacanya dalam perjalanan, itu adalah soal lain.

IMG_0166

Bila harus mengakui, terkadang gawai –terlebih yang terhubung dengan internet— saat ini memang lebih menarik dan praktis. Seperti sebuah benda ajaib yang bisa memberikan informasi apa pun tentang banyak hal yang bisa membuat kita larut di dalamnya. Bahkan untuk informasi yang spesifik dari sebuah buku pun dengan mudah kita dapatkan dari situs-situs yang menyediakan buku elektronik. Tak perlu lagi berat-berat membawa buku, kita tinggal mengunduh dan menyimpannya dalam gawai kita.

Namun, bagaimanapun praktis dan mudahnya teknologi, ada kenikmatan tersendiri dengan membaca buku langsung yang tidak didapatkan dengan membaca buku elektronik. Kenikmatan membolak-balik halamannya, memberi tanda atau highlight pada kutipan-kutipan yang menarik. Buku juga tidak mengenal istilah low batt seperti gawai yang membuat kita terpaksa mencari sumber listrik atau energi dari power bank. Buku siap ditenteng kapan saja, kemana saja dengan cara apa saja.

IMG_0601

Membawa-bawa buku dalam perjalanan adalah wajib hukumnya buat saya, apalagi buku yang berisi peta, kondisi suatu tempat atau petunjuk perjalanan. Fungsinya bukan hanya sebagai pembunuh waktu tetapi sebagai sumber informasi yang valid saat kita mengunjungi tempat-tempat yang belum kita kenal sebelumnya. Namun sebagai bahan bacaan, saya lebih sering membawa buku yang ukuran kecil dan tidak terlalu tebal.

Kebanyakan sih isinya tentang hal-hal yang ringan atau yang saya sukai. Pilihan biasanya jatuh pada buku antologi cerpen atau kumpulan sajak atau puisi. Cerita atau isinya yang pendek memudahkan saya untuk mengakhiri bacaan dan melanjutkan ke judul berikutnya. Berbagai kondisi di perjalanan berpotensi menyebabkan terputusnya bacaan. Isi tulisan yang pendek-pendek seperti cerpen atau puisi, tidak mengakibatkan kita kehilangan chemistry dari cerita sebelumnya karena cepat berpindah ke judul berikutnya.

O

Jenis lain yang sering saya bawa juga adalah yang berkaitan dengan manusia dan relationship. Sejenis buku-buku motivasi, people skill, atau managing people yang ukurannya tipis dan kecil. Buku ini memberi efek ketenangan dan romantisisme dalam perjalanan, terlebih bila perjalanan saya adalah slow traveling sendirian. Buku tersebut bagai charger jiwa dan membantu menemukan makna perjalanan saat menjauh sejenak dari rutinitas yang acapkali melelahkan fisik dan menguras spirit.

Lalu, bagaimana dengan anda? Masihkah buku menjadi teman perjalanan anda, baik sehari-hari maupun saat perjalanan jauh. Buku apa yang biasanya anda bawa? Wanna share?

IMG_9924

 

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

P_20160401_151657

Kebun Raya Eks Tambang Emas Minahasa, Sebuah Persembahan Bagi Alam

Berkali saya melihat gambar yang sejatinya memancing imaji keindahan. Lubang-lubang putih menganga, berserakan di sebuah ...

25 comments

  1. Jujur, tiap jalan2 (walaupun jarang2 hihihi) aku selalu bawa buku, berharap di sana bisa rebahan cantik sambil baca buku. Berakhirnya selalu bukunya gk kepegang, keburu pegel badan princess. :(((

  2. Gue salah satu yang sering bawa buku pas perjalanan, apalagi perjalanan gue ke kampung halaman cukup lama sekitar 5 jam, jadi bisa bawa buku bacaan untuk nemenin perjalanan Mba 🙂

  3. Paling sering sih buku fiksi atau buku lain yg tipis/mungil jd mudah dipegang & diselipkan kmbli ke tas hehe…
    Mechta recently posted…3 Tips menabung untuk ONHMy Profile

  4. MASIH. Aku masih bawa buku kemanapun aku pergi. Buku selalu ada dibdalam tasku

  5. bawa sih pasti mbak, tapi bacanya gak kaya dulu bisa sampai habis 🙂
    Lidya recently posted…Bermain dan Olah Raga di Dunia Inline SkateMy Profile

  6. bagiku buku masih jadi penghuni wajib isi tas, meskipun hanya 1, buku harus ada
    btw … sapa tuh yg tidur cantik hehe

  7. Aku masih bawa buku kalau pergi jauh. Karena selama 4 tahun ini sering bolak – balik Jogja, aku selalu beli novel setiap mau pergi kesana. Selain pembunuh waktu, jadi hiburan tersendiri karena selama perjalananan (naik kereta) jaringan ponsel naik turun.

  8. Tiap kali bepergian, saya selalu nyangking (bawa) buku, apalagi kalau ke luar kota, sangunya (bekalnya) nggak cuma cemilan, tapi juga buku. Buku apa aja, yang dirasa bisa jadi teman perjalanan yang asyik. Kadang nambah bawa majalah atau tabloid sebagai selingan. Daripada bengong atau ngantuk, lebih baik waktunya dihabiskan buat baca,

    Nggak cuma asyik sama gawai, waktu di kereta api pada buka lappy. Entah buat ngerampungin kerjaan atau ngenet, tapi yang jelas nggak baca buku. Tapi, kita juga nggak bisa nuduh orang nggak doyan baca buku kalau zaman sekarang udah ada ebook. Emang, sih, yang dipegang gawai, but, who knows kalau ternyata lewat gawai tersebut dia lagi baca buku. Ya, kan?

  9. Suka baca bukunya Renee Suhardono ya, Mbak? Kita satu selera dong. Buku Renee juga pernah jadi teman perjalanan saya lho!

    Walaupun sudah ada ebook, buku cetak tetap taktergantikan. Aroma kertasnya yang sedap di penciuman, bikin saya kecanduan. Pengin nyesap… nyesap… hingga larik kata lembar terakhirnya. :p

  10. Sejauh ini masih, hehehe. Soalnya meskipun bisa baca di smartphone, sensasi baca buku riil itu tak tergantikan. Bisa diengkuk- engkuk dlipet2 gitu 😀
    Silviana recently posted…Menanti Mercedes S Class di Gebyar Tahapan BCAMy Profile

  11. masih suka bawa buku.. meskipun jarang juga dibaca waktu di perjalanan, suka pusing.. tapi pasti dibaca, entah itu kalo mau tidur waktu dinas luar, atau di manapun kalo pergi2..

    btw, akhirnya sy berani berkunjung juga ke rumahnya mba dona 😀

  12. Masih dong 🙂 kalau lagi jalan pasti bawa satu buku buat dibaca. Minimal kalau lagi nemu destinasi yang kurang suka, bisa dihabiskan dengan membaca buku disana. Terakhir ke malaysia kemarin, malah habis baca satu buku di Pulau Sapi 😀

  13. Sudah dua tahun ini kalau lagi traveling berlatih membiasakan membawa buku setidaknya satu judul. Mencoba lebih memilih mementingkan bergelut dengan buku saat senggang daripada smartphone atau gadget.
    Rifqy Faiza Rahman recently posted…Pantai Buyutan, Tempat Matahari Kembali ke PeraduanMy Profile

  14. Aku masih dooonkkk. Kalau mau pergi ke manapun buku nggak pernah ketinggalan. Pas cek dak ricek bawaan buku kudu nyelempit. Pernah bawa 3 buku, eh yang kebaca cuma 1. Haha. Jadi sekarang diakalin bawa satu agak tebel :p

    Temen sering tanya apa nggak pusing baca buku di kendaraan. Bagiku lbh pusing kalau sering buka gadget 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge