Tuesday, December 19, 2017
Home » Family and Parenting » Berteriaklah Sang Pemimpi
sang pemimpi

Berteriaklah Sang Pemimpi

Pagi masih redup, dingin terasa membelai kulit namun air wudhu telah menghilangkan kantuk kami berempat, siap bersama menemui sang pemilik fajar. Tak terlihat di wajah satu pun dari kami untuk melanjutkan tidur setelah itu, karena kehangatan di dua kamar rumah kami yang terhubung dengan connecting door yang selalu terbuka, membuat kamar ini seolah sejiwa, lebih menarik untuk dinikmati dibanding aktivitas luar kamar. Dibarani mulai menghidupkan PC nya, begitu pun bunda dan tinto mereka…masing2 menghidupkan notebook nya.

Suasana pun makin hangat saat Windows Media Player mulai memainkan musik, dan permintaan pun dilayangkan dari kamar sebelah…suara khas Rani, “nDa….setel “Sang Pemimpi” dong”….pinta nya
“iya….diulang-ulang ya bunda”, suara Diba menimpali.

Hm….anak2 memang masih terbawa emosi yang membuncah sejak menonton film Sang Pemimpi lusa siang lalu. Terutama Diba yang memang lebih melankolis dan sudah membaca bukunya dan bisa menangkap pesan yang disampaikan melalui film itu.
Sedikit berbeda dengan adiknya yang lebih terkesan dengan semangat dan keindahan gambar yang ditampilkan, lebih kepada hasil akhir yang diinginkan.

Jadi saat kami bertanya pada mereka apa yang menarik dari film tersebut, maka jawabannya tentu saja khas masing-masing dari keduanya.
Diba mengatakan, “berarti kita harus berani dan percaya diri bunda, gak boleh putus asa, pasti ntar bisa khan nda”
sedangkan rani hanya menjawab singkat….”gak ada yang bagus, aku mah cuma pengen ke eropa liat salju” …* ha ha ha, hanifah banget khan jawabannya.

Tapi yang jelas mereka suka sekali dengan soundtrack film tersebut, “sang pemimpi” yang dinyanyikan oleh group band GIGI.
Saking semangatnya dengan lagu itu, tak heran kalau pagi ini, bunda mereka harus masang berderet2 lagu yang sama itu dalam playlist, dan mengatur volume pada speaker di posisi maksimal. Hasil nya adalah dibarani ikutan nyanyi sambil lompat-lompat di atas kasur.
Semangat mereka menular, aku pun mulai ikut bernyanyi dan menggerakkan tubuh…dan pagi pun makin hangat…meski tinto hanya ikut tersenyum melihat tiga bidadari mereka jejingkrakan ha ha ha
*ayo tinto…sesekali ikutan menggila ha ha ha.

Yup…berteriaklah sang pemimpi…

rumah ini tempat setiap orang bebas bermimpi
enam tahun yang lalu, kami mulai mengenal arti impian dan kekuatan didalamnya
dan sejak saat itu anak2 besar dan kami tumbuh dalam kebebasan berekspresi dan berimajinasi
tak ada yang tidak mungkin dirumah ini meski mungkin diluar sana berbicara dari sudut pandang yang berbeda

Yang penting kami tahu apa beda bermimpi dengan melamun.
karena bila kami tidak melakukan sesuatu untuk bisa sampai kepada impian kami maka kami melamun namanya.
bila kami tidak mencari jalan untuk sampai pada impian kami…kami melamun namanya
dan yang paling penting juga adalah, kami tahu bahwa segalanya sulit sebelum menjadi mudah. maka lakukan saja.
bayar harga impian itu…

Jadi mengakhiri tahun 2009 ini, kami sepakat untuk memperbaharui impian kami. Buku impian kami yang lama merupakan masterplan hidup kami. Ada seratus impian didalamnya dengan visualisasi beberapa gambar yang setiap kami lihat akan membuat ujung2 syaraf kami bergetar.
Meski beberapa sudah “done”, namun beberapa hal sudah tidak relevan lagi karena berhubungan dengan waktu. Jadi memang harus diperbaharui.

Kemarin, diba dan rani sudah menyerahkan titipan impian mereka pada kami. Bila dulu impian mereka kami lah yang membuat nya, dan menjadi janji kami terhadap mereka.
Kali ini karena mereka sudah lebih besar dan mampu berpikir sendiri maka mereka buat sendiri impian tersebut dan mereka sendiri pula yang harus memenuhi dan menjadi janji mereka sendiri.

ah….mereka terus tumbuh menjadi anak2 yang cerdas dan manis…alhamdulillah.
terharu membaca impian mereka, karena mereka bukan hanya ingin melakukan atau mempunyai sesuatu untuk diri mereka namun mereka pun menulis impian untuk melakukan dan memberi sesuatu buat kami…orangtua mereka.

ok girls…..lets dreaming….
we are the winning team
a great combination
kita tak kan berhenti disini
kita berjanji bersama akan taklukkan dunia ini

jangan pernah khawatir kalian akan melangkah sendiri
kami ada….
raih tangan kami jika kalian ragu
kami akan menjaga bila kau jatuh

dan…..
seperti syair lagu sang pemimpi.:
“bersyukurlah pada yang maha kuasa
hargailah orang-orang yang menyayangimu
yang selalu ada setia di sisimu”

*thanks juga tinto, always beside me

lembah nirmala
31.12.2009

============================================
“SANG PEMIMPI”………………*GIGI ost Film Sang Pemimpi

sambut hari baru di depanmu
sambung mimpi siap tuk melangkah
raih tanganku jika kau ragu
bila terjatuh ku kan menjaga

kita telah berjanji bersama
taklukan dunia ini
menghadapi segala tantangan
bersama mengejar mimpi-mimpi

berteriaklah hai sang pemimpi
kita tak kan berhenti di sini
kita telah berjanji bersama
taklukan dunia ini
menghadapi segala tantangan
bersama mengejar mimpi-mimpi

bersyukurlah pada yang maha kuasa
hargailah orang-orang yang menyayangimu
yang selalu ada setia di sisimu
siapapun jangan kau pernah sakiti
dalam pencarian jati dirimu
dan semua yang kau impikan
tegarlah sang pemimpi

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

P8140535 - Copy

traveling asyik dimata anakku, lagu rindu sang bunda di bibir anaknya…

 Karena lagu yang tinggal diam di dalam hati seorang ibu, bernyanyi diatas bibir anaknya. Cuplikan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge