Home » Review and Event » Berkenalan dengan Hunian Kolektif Humanis di Vida Festival 2017
_DSC3138

Berkenalan dengan Hunian Kolektif Humanis di Vida Festival 2017

Kemeriahan sebuah festival sudah terasa saat kendaraan kami memasuki boulevard lebar dua jalur di perumahan Vida Bekasi. Tenda-tenda putih berbaris rapi dan pengunjung sudah terlihat ramai meski pagi baru saja beranjak tinggi. Tak sabar melihat kemeriahan yang sedang terjadi di sini, saya pun bergegas turun dan memasuki area tempat festival berlangsung.

_DSC3128

Tempat ini memang bukan tempat yang asing buat saya, letaknya kebetulan tak jauh dari rumah tinggal orang tua saya di Kawasan Narogong Bekasi. Jadi saya sudah mengenal tempat yang dahulunya bernama Bumi Alam Hijau sejak dulu. Namun tempat yang kini bernama Vida Bekasi sudah banyak sekali mengalami perubahan dan terlihat jauh lebih modern dan tertata di banding dahulu.

Kemeriahan tersebut adalah sebuah acara yang diberi nama Vida Festival 2017 dan berlangsung selama dua hari yaitu pada tanggal 30 September – 1 Oktober 2017 kemarin di Kawasan InSitu – Bumiwedari, Vida Bekasi,  Jawa Barat. Acara ini adalah festival tahunan yang telah mencapai tahun ketiga setelah Vida Festival pertama yang berlangsung pada tahun 2015 yang lalu. Berbagai tema diusung dalam festival ini, namun meski tema-tema yang diangkat setiap tahunnya selalu berbeda namun secara keseluruhan tema-tema tersebut merupakan satu rangkaian tema yang mengusung konsep Green Life yang mendukung pembangunan hunian yang berkualitas.

Vida Festival yang pertama di tahun 2015 mengusung tema Pesta Rakyat, sedangkan vida Festival yang kedua di tahun 2016 mengusung tema Kolaborasi Seni dan Hiburan Antar Komunitas Bekasi. Nah tema festival yang ketiga agak mirip nih dengan tema festival yang kedua lalu yaitu bertemakan tentang kolaborasi. Meski tema di tahun ketiga ini sama-sama bertema kolaborasi namun pada tahun 2017 ini kolaborasi seni dan hiburan dilengkapi dengan kolaborasi ide untuk hunian perkotaan. Wah… Semakin tahun semakin bernas dan berwarna konsepnya.

Kolaborasi tersebut diwujudkan dalam bentuk pameran dan talkshow arsitektur tentang hunian kolektif yang humanis. Sedangkan acara yang bersifat seni, perlombaan dan hiburan diwujudkan dalam bentuk Live Graffiti,  artheraphy Movement, Guerrilla Workshop,  workshop anak-anak bersama Kedubes Bekasi. Kompetisi Game of S. K. A. T E, mini GP,  10K Eco Fun Run,  bazaar dan hiburan berupa musik band,  kelompok musik keroncongTerian dari Bekasi. Seru dan keren khan?

Mewujudkan konsep Green Life dalam bentuk hunian yang berkualitas untuk masyarakat urban di perkotaan saat ini adalah hal yang memerlukan pemikiran yang serius. Terlebih bila ketersediaan lahan makin lama makin menyempit dan kemampuan masyarakat untuk membeli pun terbatas. Terkait dengan hal ini, Edward Kusuma selaku Direktur Vida Bekasi dalam sambutannya mengatakan bahwa Vida Bekasi berusaha mewujudkan hal ini dalam sebuah kawasan hunian yang dirancang sedemikian rupa agar sesuai dengan konsep tersebut.

Sejalan dengan konsep di atas, Vida Bekasi  juga memiliki misi lain yaitu ingin sekali bisa berkontribusi terhadap pengentasan permasalahan kekurangan pasokan hunian di area perkotaan. Karena kita tahu bahwa masalah hunian adalah adalah salah satu masalah pelik yang dihadapi kaum urban perkotaan, Hal ini tentu saja sekaligus mendukung Program Sejuta Rumah yang dicanangkan oleh pemerintah sejak tahun 2015.

Untuk itu Vida Bekasi akan membangun sebuah hunian kolektif yang humanis berupa apartemen bersubsidi yang diberi nama Teras Alun-Alun. Rencananya, apartemen ini akan dibangun di kawasan terpadu seluas 130 hektar. Dan rancangannya dikerjakan oleh sepasang arsitek dari SHAU (Suryawinata Heinzelmann Architecture and Urbanis), yaitu Daliana Suryawinata dan Florian Heinzelmann. Mereka menuangkan prinsip arsitek urban untuk hunian kolektif dengan sangat memperhatikan faktor manusia yang hidup di dalamnya.

Menurut Daliana Suryawinata, Principal SHAU,  hunian terjangkau yang memiliki desain yang baik memang masih sedikit di Indonesia. Padahal aspek-aspek desain seperti penghawaan dan pencahayaan alami yang optimal sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup penghuninya, dan desain yang menarik secara psikologis dapat membantu penghuni lebih bahagia dan ingin selalu pulang ke rumah.

Hal-hal seperti ini menjadi diskusi yang menarik dalam talkshow yang diisi oleh para pakar arsitektur dan praktisi serta wakil dari pihak terkait seperti kementria PUPR pihak bank dan pengembang sebagai pemateri yang dimoderasi oleh Dr. Imam B. Prasodjo sebagai sosiolog dan tokoh masyarakat.  Dalam diskusi dan pameran di Vida Festival 2017 terungkap bahwa setidaknya ada 20 masalah yang sering ditemukan dalam hunian kolektif yang ada selama ini.

Beberapa di antaranya adalah:

  1. Kurangnya cahaya alami dan sirkulasi udara
  2. Unit kecil dan sesak
  3. Kurangnya ruang kolektif
  4. Koridor sempit dan panjang
  5. Jauh dari fasilitas kesehatan dan Pendidikan
  6. Tidak ramah anak
  7. Masalah sampah dan keamanan
  8. Jauh dari transportasi umum
  9. Konsumsi energi yang tinggi
  10. Kurangnya ruang terbuka hijau

Solusi untuk masalah-masalah tersebut diantaranya coba diterapkan oleh Vida Bekasi bersama Gunas Land yang berperan sebagai pengembang untuk mewujudkan kehidupan yang bercirikan Tropical Urbanis yaitu konsep kehidupan yang sadar dan responsif terhadap iklim tropis seperti Indonesia.  Hal ini juga sejalan dengan rancangan Daliana Suryawinata dan Florian Heinzelmann selama ini yang dalam rancangan-rancangan bangunan dan tata kota yang mereka buat selalu sarat dengan inovasi desain dan pemecahan problem-problem yang unik dengan misi selalu mengedepankan tanggung jawab lingkungan dan sosial.

Di Vida Bekasi mereka memilih Sistem Pengolah Sampah sendiri untuk limbah domestik yang berasal dari penghuni. Butuh proses memang untuk membangun kesadaran dan mengedukasi penghuni untuk memilah dan mengolah sampahnya sendiri. Mengubah perilaku meski bukan hal yang mudah namun bukan pula hal yang mustahil. Semoga dengan dukungan penghuni kehidupan yang berkonsep sustainable eco-living and green life dapat terwujud.

_DSC3102

 

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

IMG20170405103421

Forward Your Dreams: Catatan dari Peluncuran Brand Promises CIMB Niaga

Memiliki impian ternyata bukanlah hal sederhana bagi orang dewasa. Di masa kanak-kanak kita sangat mudah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge