Home » Volunteering » Berhenti Mengutuk Kegelapan, Mari Nyalakan Lilin….Festival Gerakan Indonesia Mengajar 2013
PA060164

Berhenti Mengutuk Kegelapan, Mari Nyalakan Lilin….Festival Gerakan Indonesia Mengajar 2013

Hanya ada satu negara yang pantas menjadi negaraku,

ia tumbuh dengan perbuatan,

dan perbuatan itu adalah perbuatanku.

Bung Hatta 1928.

PA060037

Belum lagi selesai euforia yang membuat dada membuncah karena disambut oleh puluhan relawan panitia berseragam hijau dan orange dengan tepukan dan teriakan penuh semangat saat menaiki eskalator, tubuh saya bertambah membuncah dan merinding karena tulisan diatas. Kalimat tersebut memang sungguh pas ditayangkan di Kelas Orientasi, kelas pertama yang dimasuki oleh para relawan sebelum mereka memasuki ruang utama. Diikuti dengan penayangan film singkat sebagai pembuka seluruh rangkaian kegiatan, panitia dengan sangat apik menyiapkan tayangan untuk membangkitkan semangat saya, keluarga dan ribuan orang lainnya yang terpanggil sebagai relawan untuk #KerjaBakti disini.

f1Ecovention, gedung berkapasitas besar yang berada di dalam kawasan Ecopark Ancol, Jakarta inilah yang menjadi tempat hajatan besar Festival Gerakan  Indonesia Mengajar (FGIM) selama dua hari yaitu 5 dan 6 Oktober 2013. Seperti sebuah hari raya, tercatat lebih dari sepuluh ribu orang telah mendaftar sebagai relawan. Tak peduli tua muda, orang dewasa maupun anak-anak, lelaki maupun perempuan dari berbagai profesi dan latar belakang termasuk saudara-saudara kita yang menyandang disabiilitas, tumpah ruah menjelma menjadi sebuah kerumunan yang menyebarkan aura positif kesegala penjuru. Semua terlihat semangat dengan wajah berseri-seri kerja bakti bersama menyiapkan alat peraga yang akan dikirim ke 126 Sekolah Dasar di pelosok negeri, dari Aceh sampai Papua.

Tak mau kalah semangat, kami sekeluarga terdiri dari ayah, bunda dan tiga anak-anak pun sudah berangkat dari rumah sejak pagi. Tubuh dan pikir bahkan sudah terkondisi untuk kegiatan ini sejak jauh-jauh hari. E-ticket sudah ditangan, informasi sudah dicetak dan dipelajari di rumah dan perkembangan informasi selalu terpantau melalui akun sosial media @FestivalGIM. Meski kami datang saat registrasi belum dimulai, kami tak merasa terlalu awal tiba. Satu jam waktu yang tersedia kami gunakan untuk olahraga kecil mengelilingi Ecopark dan melihat-lihat papan informasi seputar kegiatan Indonesia Mengajar. Dari kegiatan ini lahir impian baru anak-anak, mereka ingin jadi Pengajar Muda yang bersedia menjadi relawan dan mengajar selama setahun di sekolah dasar terpencil di Indonesia.

f2Dalam kerja bakti, anak-anak juga sudah sepakat untuk memprioritaskan beberapa wahana untuk mengantisipasi antrian dan keterbatasan waktu yang tersedia. Alhamdulillah, kemudian kami berhasil mendapatkan lima stiker kelulusan karena berhasil menyelesaikan lima kegiatan kerja bakti di 5 dari 10 wahana yang tersedia yaitu KartuPedia, Surat Semangat, KepingPedia, Kotak Cakrawala dan Sains Berdendang. Wahana yang pertama yang kami masuki adalah KartuPedia. Para relawan bertugas membantu menuliskan informasi pengetahuan umum di kartu belajar berdasarkan gambar yang ada di salah satu muka kartu tersebut. Kami berlima bergabung bersama lima relawan lainnya yang baru kami kenal, menjadi satu tim kompak mengerjakan satu set kartu tentang tata surya dan luar angkasa. Untuk menuliskan informasi tersebut, relawan panitia sudah menyediakan kartu bergambar, alat tulis, beberapa buku literatur dan lembar informasi, serta jaringan internet yang bisa digunakan untuk mencari informasi melalui wifi. Kami hanya mengambil intisari informasi dan menuliskan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak sekolah dasar. Tulisan boleh dibuat sekreatif mungkin, dengan spidol warna-warni atau dilengkapi dengan gambar agar menarik.

Ayahnya anak-anak yang tadinya ikut hanya untuk mengantar kami seolah lupa tujuan awal dan terlihat ikut semangat menggambar roket dan menunjukkan bagian-bagian roket dengan sangat berwarna. Begitu pun ketiga anak yang saya bawa terlihat asyik menulis. Bagaimana dengan saya? saat menulis KartuPedia, terbayang wajah-wajah ceria khas anak-anak dengan binar mata indah sedang antusias membaca. Sesekali melintas di benak saya, suasana saat sesosok Pengajar Muda yang sedang dikerumuni anak-anak sekolah dasar sedang melihat gambar dan membaca informasi yang kami tulis hari ini. Sungguh, tak ada rasa lain selain menulis penuh rasa cinta untuk mereka nun jauh disana tempat kartu-kartu ini akan dikirim, SDN 020 Longkali, Paser, Kalimantan Timur.

Jam menunjukkan hampir pukul sebelas siang, untuk sementara seluruh kegiatan kerja bakti dihentikan agar seluruh relawan dapat mengikuti upacara bendera. Anak-anakku berbaris paling depan, kubiarkan mereka leluasa mengikuti semua rangkaian acara, merekam dalam benak mereka hikmatnya suasana kebangsaan agar menjadi cetak biru hidup mereka, melihat kakak-kakak relawan panitia yang sibuk hilir mudik dengan wajah ramah penuh senyum tulus membantu segala sesuatu berjalan lancar, belajar bahwa begitulah sejatinya manusia yang beruntung, mereka yang hidupnya bermanfaat bagi diri dan orang lain, dan tentu saja bahwa mereka memiliki kewajiban melakukan sesuatu untuk negeri tempat mereka dilahirkan dan kewarganegaraannya melekat sepanjang hayat mereka. Tak hanya suasana hikmat kebangsaan yang kami rasakan, tapi juga suasana sehat penuh kegembiraan.

Disela-sela kerja bakti, jelang sore kami beramai-ramai melakukan senam gembira SKJ 88 dan flashmob ala FGIM. Seru….saking serunya saya benar-benar terhanyut dalam hentakan musik gembira, tak segan bergoyang menggerakkan tubuh saya mengikuti irama musik, melompat kegirangan bergerak kiri kanan bersama ribuan orang lainnya. Melirik ke kiri kanan, tersenyum saya melihat suami saya ikut bergerak, dan ini kali pertama sejak kami menikah 16 tahun yang lalu melihat beliau joged ala flasmob. Tak heran sebenarnya, karena yang saya tahu bahwa aura itu menular, maka bayangkan saja jika ada ribuan orang yang menyebarkan aura positif, maka lelaki yang tak pernah berjoged seperti suami saya atau wanita berusia lebih separuh baya, berumur enampuluhan disamping saya ini pun tak segan ikut melompat-lompat. Tak ada kegembiraan melebihi kegembiraan yang dihasilkan dari kerumunan orang-orang positif.

f5Jeda kurang lebih satu jam kami gunakan untuk menunaikan kewajiban kami lainnya, yaitu istirahat makan siang dan menunaikan sholat zuhur sebelum melanjutkan kerja bakti dengan menulis Surat Semangat untuk bapak dan ibu guru. Mendapat amplop dan kertas beralamatkan SDN 12 Semalah, Selimbau Kapuas Hulu, saya awali Surat Semangat dengan salam perkenalan dan secara singkat menjelaskan tentang diri dan pekerjaan saya. Tentu saja saya tak lupa menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya buat bapak ibu guru yang telah mendedikasikan hidup mereka untuk kemajuan pendidikan anak Indonesia meski ditempat terpencil dan jauh dari akses pemerintahan pusat dan teknologi. Diiringi dengan doa dan harapan, semoga mereka tetap semangat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, mencetak generasi calon pemimpin negeri ini di masa datang, saya juga menyelipkan keinginan untuk bisa berkunjung ke tempat mereka sekali waktu.

Entah apa yang ditulis anak-anak dan ayah mereka, saya tak diperkenankan membaca. Namun saya mencatat satu hal, semangat berbagi itu ternyata mampu menggerakkan seseorang melakukan hal terbaik bahkan untuk sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya, membuat seseorang yang tak terbiasa menggunakan bahasa tulisan mampu melampaui dirinya. Saya kagum melihat tulisan mereka yang panjang dan berwarna-warni. Sangat kreatif. Gerakan Indonesia Mengajar ini memang luar biasa.

f7Di wahana KepingPedia, saya dan anak-anak memisah menjadi tiga, si kakak dan abang berpisah di dua tim yang berbeda, sementara si bungsu tetap bersama saya. Tujuannya untuk memberi kesempatan anak-anak belajar menjadi bagian tim lain bersama orang yang belum mereka kenal. Berdasarkan pengakuan anak-anak, berpisah itu justru memberi pengalaman asik, bisa berkenalan dengan orang barudan merasakan suasana yang berbeda saat bekerja sama dengan orang lain. Di wahana ini, setiap tim mendapat dua lembaran besar informasi sains untuk digunting menjadi potongan-potongan puzzle lalu dikirim.

Begitu pun di Kotak Cakrawala, kami sempat berpisah dengan ayah. Sementara kami memilih dan memilah buku yang akan dikirim lalu mengemasnya dalam kotak kardus dan plastik, ayah yang karena berbadan besar diminta menjadi bagian dari rantai manusia yang secara estafet memindahkan buku-buku yang sudah dikemas di Kotak Cakrawala. Pergelangan tangannya yang memerah dan keringat yang mengucur cukup diobati dengan senyum, karena kami tahu keringat ini tak seberapa dibanding dedikasi mereka ibu bapak dan Pengajar Muda yang turun langsung di pelosok, yang kami lakukan ini belum lah seberapa.

Wahana terakhir yang kami masuki adalah sains berdendang. Kali ini kami kembali menjadi satu tim, berlima rekaman dengan musik pengiring dari panitia melagukan irama lagu berjudul Bintang Kecil dengan syair yang sudah diubah menjadi informasi sains tentang pencernaan. Suasana rekaman menyenangkan, panitia dengan sangat ramah membuat kami yang semula malu-malu menjadi rileks. Musik pengiring pun disesuaikan dengan pita suara kami yang pas-pasan sehingga rekaman berlangsung lancar. Ah….kami membayangkan rekaman kami sekeluarga ini kelak ditonton dan dinyanyikan bersama anak-anak sekolah nun jauh disana. Semoga memberikan kegembiraan buat mereka sebagaimana kegembiraan yang hadir di hati saat rekaman ini dibuat. 

Sore menjelang, kami harus mengakhiri kerja bakti kami hari ini. Anak-anak besok harus menempuh Ujian Tengah Semester di sekolahnya. Meski manajemen waktu telah dilakukan dengan mempersiapkan ujian sejak beberapa hari lalu, toh kami memutuskan untuk tidak pulang malam agar anak-anak sempat beristirahat, mengulang bacaan materi ujian dan mengikuti ujian besok hari dengan stamina yang baik. 

f3

Dari akun resmi FGIM tercatat bahwa selama dua hari festival, seluruh relawan berhasil menyelesaikan 50 ribu buku Kotak Cakrawala, 4788 sains kit di Kemas-Kemas Sains, 1486 rekam-rekam (Melodi Ceria, Video Profesi, Sains Berdendang dan Teater Dongeng), dan 12960 KepingPedia. Angka itu belum termasuk puluhan ribu Surat Semangat yang siap dikirimkan. Angka yang luar biasa bukan?. Dari fakta ini saya percaya bahwa masih banyak dari kita yang peduli dengan kemajuan pendidikan Indonesia, yaitu mereka yang bukan hanya melewatkan waktu luang namun dengan sengaja meluangkan waktu untuk berbagi

f4

Sebagaimana jargon festival ini, “berhentilah mengutuk kegelapan, mari nyalakan lilin” tak ada gunanya berkeluh kesah tentang pendidikan di negeri ini, pertanyakan diri, apa yang sudah dilakukan?

Yuuk…. serentak bergerak, serentak berbuat.

Kolaborasi….

sebarkan virus

kita #KerjaBakti….!!!

Jakarta, 6 Oktober 2013

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

IMG_1365

Inspirasi Buat Anak Negeri

Saya ingin menjadi pilot, karena saya ingin mengantarkan orang-orang keliling dunia Saya ingin menjadi atlit ...

18 comments

  1. Like it Bunda.. 🙂

  2. Jadi kangen suasana #kerjabakti

  3. Kegiatan yang sarat makna, baik bagi relawan maupun bagi mereka yang dibantu. Idenya sangat brilian. Harus diperbanyak kerjabaktinya karena Indonesia sangat luas tapi yang mencicipi kemudahan pendidikan hanya sedikit.

    • donna imelda

       

      yup…. setuju banget, memang virus kerja bakti harus disebarkan lebih luas lagi. Dengar kabar burung sih akan diadakan juga di bbrp kota lain di Indonesia spt kelas inspirasi. Kalau sampai di Pku aku numpang nginap di rumah mu ya hehehe….

  4. Nicholas Dianto

    Semakin membuatku rindu untuk kembali menciptakan "virus" inspriasi, luar biasa Bu Donna untuk share acara FGIM ini. Sungguh menarik sekali, sangat bangga rasanya mengenal Bu Donna Imelda dengan keluarga kecilnya. Walaupun tak sempat menghadiri kerjabakti FGIM. Setidaknya dengan artikel ini, menjadi obat mengurangi rasa rindu saya dengan rekan-rekan Kelas Inspirasi (kel. 8) tentunya.
    Semoga kita senantiasa menyebarkan kebaikan & inspirasi kita untuk memajukan dunia pendidikan negri ini ya Bu. 🙂

    Salam hangat selalu dari Bumi Timur Nusantara

    #bangun mimpi anak Indonesia #Semangattttt!!!!!!
     

    • donna imelda

      Sebagaimana banggaku mengenal anak muda seperti kamu, nick….

      terimakasih sudah meluangkan membaca dan membagi link nya ke sosial media. Selama semangat berbagi ada, selalu ada tempat untuk kita turun tangan dan menyebarkan virus.

      Doa yang sama, nick….Semoga kita senantiasa menyebarkan kebaikan & inspirasi kita untuk memajukan dunia pendidikan negri ini.

      dan semoga aku sempat menjejakkan kaki di Timur Nusantara tuk berbagi disana…..

  5. Penasaran sama apa yang dilakukan sama si ayah waktu flash mob, coba direkam, hahahaa :p

    Semoga racun baik ini  bisa menyebar kepada semua orang 😀

    • donna imelda

      hahaha…sayang tak sempat rekam, karena si bunda juga sudah asyik sendiri menggoyangkan badannya dengan niaaaat banget hahaha. Yup….kami memang akan terus meracuni virus ini.  Ada banyak cara membangun negeri, dan mungkin ini salah satunya. 

  6. Salam kenal mak. KEB membawa aku sampai pada blog ini. Keren tulisannya.

  7. Sukaaaaa banget ama kalimatnya, mbak.. Berhenti mengutuk kegelapan, mari nyalakan lilin… (y)

  8. Semangat mengajak sekaligus mengajar yang kukira tlah lsma surut…

    Semoga Indonesia kembali semangat dalam berbagi. nice article!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge