Thursday, November 23, 2017
Home » Review and Event » Belajar Membuat Short Travel Video Dengan Menggunakan Smartphone
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Belajar Membuat Short Travel Video Dengan Menggunakan Smartphone

Bayangkan anda sedang duduk dalam lingkaran, bersama anak-anak di sebuah sekolah dasar di salah satu pelosok negeri ini. Membawa mereka sejenak keliling Nusantara dengan cara yang sederhana. Mengarahkan puluhan pasang mata ke satu arah yang menayangkan gambar demi gambar tentang keindahan dan keragaman Indonesia. Dalam hati saya berkata, terimakasih Tuhan telah menjadikan Indonesia sebagai tanah air kami.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

  • Keinginan yang menyeruak

Pengalaman ini sungguh membekas dalam benak. Kala itu di sebuah sekolah marjinal sebuah desa yang anak-anaknya bahkan mungkin tak pernah jauh keluar dari desanya, saya berbagi tentang profesi sebagai travel writer. Dalam sesi berbagi tersebut, ditayangkan beberapa rekaman gambar perjalanan saya ke beberapa tempat di Indonesia sambil menerangkan bagaimana seorang penulis catatan perjalanan itu bekerja.

Saya masih ingat bagaimana antusiasnya mereka melihat gambar-gambar tersebut. Beberapa tempat mereka kenali dari buku pelajaran mereka, seperti Candi Borobudur, Tugu Monas atau Taman Mini Indonesia Indah. Namun lebih banyak yang tidak mereka ketahui. Masih terbayang dalam benak binar mata mereka melihat anak-anak sebaya mereka di sudut-sudut kota lain di Indonesia dengan warna kulit dan ikal rambut yang berbeda dengan yang mereka punya.

Saya membayangkan bila gambar-gambar ini lebih hidup. Ada mimik wajah orang-orang yang sedang beraktivitas, ada suara dan dialek khas masyarakat lokal, hingga hiruk pikuk sebuah kota. Mereka bisa mendengar irama musik setempat serta melihat bagaimana kuliner khas suatu daerah dibuat. Ah, saya pastikan ini akan sangat menyenangkan untuk dinikmati dibanding sekedar melihat rangkaian gambar saja.

Lalu terbersitlah dalam benak, bahwa saya harus mengambil gambar yang bergerak selain foto dalam perjalanan-perjalanan berikutnya dan menjadikannya video. Seru membayangkan video-video ini bisa dinikmati oleh banyak orang termasuk anak-anak yang akan saya temui di kota-kota selanjutnya tempat saya ditempatkan sebagai relawan. Tapi masalahnya saat itu, saya belum pernah dan belum bisa membuat video. Hal ini akhirnya membuat keinginan tersebut hanya sebatas keinginan hingga beberapa lama.

Perkembangan dunia blogging yang merambah ke dunia vlogging mengingatkan kembali keinginan kala itu untuk membuat video. Hal ini mau tak mau membuat terpecut. Tentunya saya juga ingin seperti blogger-blogger lainnya yang trampil membuat video menjadi bagian dari konten yang disajikan dalam blog selain tulisan dan gambar. Pucuk dicinta, ulam pun tiba, Mas Teguh Sudarisman mengadakan miniworkshop pembuatan short travel video di Galeri Batik, Perkampungan Betawi Setu Babakan pada Hari Sabtu, 14 April 2016 kemarin.

  • Mengapa Harus Video

Satu hal yang menarik dari workshop-workshop Teguh Sudarisman adalah, beliau selalu menyertakan data sebagai bagian dari pemaparannya. Begitu juga saat Short Travel Video miniworkshop kemarin. Peserta jadi mengetahui bahwa persentasi penonton video di dunia tiap tahun semakin bertambah begitu juga dengan penggunaan internet dan jumlah orang yang menonton video melalui mobile phone. Diperkirakan pada tahun 2018 nanti, akan ada 70% orang menonton video berlangganan via tablet dan 69% trafik internet tersaji dalam bentuk video. Hebatnya, jumlah ini akan meningkat hingga 90% di tahun 2019. Wow!

Namun meskipun sebagian besar orang lebih betah menonton video yang pergantian frame hanya berlangsung dalam hitungan detik dibanding berlama-lama membaca artikel, dari survey diperoleh informasi bahwa rata-rata rentang perhatian manusia hanyalah 8,25 detik saja. Dengan rata-rata manusia mau menonton hingga ¾ panjang video di bawah 2 menit, maka idealnya sebuah short video hanya berdurasi sekitar 2-3 menit saja. Bila tiap shot panjangnya sekitar 5 detik, maka dalam satu video berdurasi 3 menit, akan ada sekitar 36 shot. Lumayanlah.

Pada umumnya video mengandung konten yang berisi tentang 5 hal yaitu informasi, hiburan, iklan, tutorial dan expert insight seperti seminar atau webinar. Namun di Indonesia, sebagian besar video masih didominasi oleh konten yang berisi informasi dan hiburan. Informasi bisa bermacam-macam seperti, berita, dokumentasi, live event, personal diary, feature human interest, dan photostory. Sedangkan untuk hiburan bisa berisi acara televisi, film fiksi, music video hingga video-video lucu yang bersifat menghibur.

  • Short Travel Video with Smartphone

Dalam benak saya sebelumnya, membuat video perjalanan itu adalah hal yang sangat sulit dan butuh biaya yang besar untuk investasi peralatan seperti kamera DSLR dan peralatan pendukung lainnya. Selain itu juga butuh kepiawaian dalam olah digital untuk mengedit video dengan menggunakan software tertentu. Namun ternyata perkiraan saya salah. Hanya dengan menggunakan smart phone yang dimiliki dan beberapa peralatan sederhana tambahan, kita sudah bisa membuat video perjalanan pendek dengan mudah.

Pertanyaan yang mendasar adalah, apakah memang kita perlu belajar membuat dan mengedit video, bila jawabannya iya, maka langkah selanjutnya menjadi mudah. Siapkan peralatan untuk syut dan edit, baik perangkat keras maupun lunak lalu pelajarinya konsep dan teknik syuting dan menggunakannya peralatannya. Uniknya, dengan menggunakan smart phone dan aplikasi yang tersedia, proses mempelajari ini sangat sederhana dan tak memerlukan waktu yang lama. Di bawah bimbingan Mas Teguh, kami bahkan bisa menggunakannya langsung sambil belajar saat itu juga.

Alat yang kita perlukan hanyalah smart phone atau apapun jenis kamera anda asalkan telah memiliki fitur Full-HD agar hasilnya bagus. Alat tambahan lainnya seperti tongsis, monopod atau tripod, remote control, pada prinsipnya agar kamera yang digunakan pada posisi stabil saat merekam. Mengandalkan tangan dan posisi tubuh kestabilannya tak akan sebaik jika menggunakan alat bantu. Gunakan juga microphone tambahan atau voice recorder untuk mendapatkan kualitas suara yang lebih baik, clear tanpa terganggu suara-suara sekitar.

Dengan menggunakan smartphone, proses pembuatan video menjadi ringan, ringkas dan murah. Hampir semua smartphone generasi kini sudah dilengkapi dengan fitur full-HD dan kualitas suara yang stereo. Dengan aplikasi tertentu, video bisa langsung diedit dan diunggah. Selain itu, smartphone adalah benda yang nyaris selalu ada di tangan kita, sehingga kapan pun kita ingin merekam gambar, hal tersebut bisa dilakukan tanpa harus kehilangan momen.

Namun tentu saja kualitas gambar dengan menggunakan smartphone tak akan sebaik bila menggunakan DSLR. Smartphone juga memiliki beberapa kelemahan seperti sensor yang kecil dan harus sering hunting fokus bila objek yang direkam dalam keadaan bergerak. Fokus juga tidak bisa diatur secara manual, bukaan diafragma lensa selalu tetap dan hasil gambar noisy pada kondisi minim cahaya. Maka sesuaikan dengan tujuan anda membuat video dan kualitas yang ingin dihasilkan.

Banyak aplikasi yang bisa digunakan untuk mengambil dan mengedit video, baik yang merupakan bawaan dari smartphone yang kita miliki atau yang harus kita unggah terlebih dahulu, baik yang berbayar maupun yang donlot secara cuma-cuma. Beberapa pilihan aplikasi yang bisa digunakan untuk mengambil syuting video seperti Cinema FV-5, Lapse It dll. Sedangkan untuk mengedit video bisa menggunakan aplikasi Filmora Go, Power Director, Viva Movie dll. Nah, tak ada alasan khan untuk mengatakan bahwa membuat video itu sulit.

  • Merencanakan Liputan

Untuk menghasilan sebuah video yang baik, kita perlu membuat perencanaan liputan, dimulai dari mencari ide cerita, mencari informasi tentang obyek yang akan di syut, dan membuat skenario. Kita juga perlu menentukan setting, lokasi serta alat dan properti yang dibutuhkan. Sebelum liputan kita perlu juga menyiapkan tokoh, aktor atau aktris serta perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk liputan tersebut.

Terkadang kita agak kesulitan untuk menentukan ide cerita. Mas Teguh Sudarisman bercerita bahwa beliau punya kebiasaan mendengarkan musik terlebih dahulu. Dengan mendengarkan musik latar, seringkali kita mendapatkan inspirasi atau ide cerita. Selain itu, ternyata dengan musik latar yang berbeda, efek yang dihasilkan pun berbeda pula meski video diambil di tempat yang sama atau menghadirkan kegiatan atau tokoh yang sama.

Ada satu hal yang perlu dicatat, bahwa salah satu aspek yang harus diperhatikan pada saat pengambilan gambar adalah kestabilan. Itulah mengapa kita tidak bisa mengandalkan tangan sebagai tumpuan dan memerlukan alat supaya gambar yang dihasilkan stabil, tidak goyang-goyang seperti tripod. Bila tidak tersedia tripod, usahakan menahan napas saat merekam dan memposisikan smartphone untuk mengambil gambar secara landscape atau mendatar. Terapkan 5-Shot Method dalam pengambilan gambar, yaitu close up muka, close up aktivitas, wide shot, side shot dan over the shoulder shot. Nah, tak terlalu sulit khan?

Pemilihan tempat workshop di Perkampungan Betawi Setu Babakan sangat tepat. Karena selain lokasinya yang mudah dicapai, tempat ini merupakan salah satu tujuan wisata di Jakarta yang menyajikan Budaya Betawi yang lengkap. Di tempat tersebut semua bentuk bangunannya disesuaikan dengan bentuk rumah adat Betawi dengan petugas yang menggunakan busana khas Betawi juga. Untuk urusan goyang lidah, di berbagai sudut juga sangat mudah didapati  jajanan kuliner khas Betawi, ada Laksa, Kerak Telor, Selendang Mayang hingga Dodol Betawi. Harganya standar dengan cita rasa yang enak.

Tempat yang kami gunakan sebagai tempat workshop adalah Galeri Batik. Letaknya agak di belakang berseberangan dengan danau. Galeri ini tak hanya memamerkan kain batik atau pakaian berbahan batik untuk dijual, namun juga terdapat workshop tempat pembuatan Batik Betawi secara lengkap, dari menggambar pola hingga menjadi selembar kain batik. Jadi terbayang ya, banyak sekali spot-spot untuk hunting gambar atau video yang menarik di tempat ini. Apalagi Mas Teguh mengadakan lomba pembuatan short travel video on location buat para peserta, kami pun semangat mencoba apa yang baru saja kami pelajari.

Tentu saja kami semangat menyambut lomba tersebut. Saya dan peserta lainnya langsung mencoba mengambil video dan mengeditnya langsung dari telepon seluler. Sambil praktek, sambil latihan sekaligus mencoba peruntungan lomba. Mas Teguh Sudarisman menyediakan buku karya beliau yang berjudul Travel Writer Diaries 1.0. sebagai hadiahnya. Salah satu peserta yang memenangkan lomba adalah Reh Atemalem. Menurut Mas Teguh, video yang dibuat blogger yang sering dipanggil Rere ini sudah dibuat dengan baik  dan runtut, Syot-syot dalam videonya juga mampu bercerita tentang proses pembuatan Batik Betawi.

Saya sih sudah membayangkan video-video keren Rere yang akan muncul di blog miliknya di www.atemalem.com. Apalagi Rere selama ini sering sekali juga menulis tentang review hotel selain liputan-liputan dan tulisan kesehariannya di blog tersebut. Dengan adanya video, tulisan-tulisan Rere akan makin keren dan memanjakan pembacanya.

Saya sendiri masih terasa harus banyak latihan untuk bisa mahir mengambil gambar dan menerapkan langkah-langkah yang diajarkan beliau. Dan benar, tanpa tripod agak sulit merekam gambar yang benar-benar stabil. Video saya yang mengambil tema pembuatan Batik Betawi masih terlihat banyak goyang di sana-sini. Nanti mau coba lagi menggunakan tripod.

Learning by doing, menjadi bisa karena melakukannya. Maka mau tak mau untuk menjadi bisa membuat short travel video adalah dengan melakukannya. Yuuk, rencanakan sebuah liputan, lakukan syut dan edit, lalu unggah video hasil edit tersebut ke Youtube atau channel video lain. lalu sharing atau promosikan ke akun-akun sosial media yang anda miliki. Saya sih pengennya bisa sekalian untuk materi mengajar dan berbagi inspirasi ke anak-anak Indonesia di pelosok Nusantara, agar mereka tahu bahwa Indonesia ini sangat kaya, baik budaya, keindahan alam maupun keragamannya seperti pengantar saya untuk tulisan ini di atas.

Sederhana bukan? Ya, sederhana. Namun bila masih gak yakin untuk belajar sendiri, atau ingin belajar lebih lanjut, yuk kita belajar bareng-bareng sambil liputan seperti yang saya lakukan di Perkampungan Betawi Setu Babakan. Lebih asik lho.

Selamat belajar…

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

IMG20170624114433

[Resensi Buku] JAVASIESTA 17/17 – Indri Juwono

Perjalanan dengan seorang teman juga menjadi kendali pada diri sendiri. Bisakah tetap dengan karakter sendiri, ...

59 comments

  1. Saya juga lagi mau belajar video Mba.
    Memang kita harus banyak menyesuaikan dengan perkembangan ilmu dan kebutuhan informasi dunia digital.
    Sukses Mba Donna
    Ani Berta recently posted…Spotify dan Freedom Combo Beri Kebebasan BermusikMy Profile

  2. Belajar membuat video ini memang seru dan mengasyikkan. Nagih banget deh…jadi seneng bikin video sekarang 🙂

  3. Saya sudah mulai maenan video sejak tahun kemarin, cuma peralatan tempurnya belum memadai nih. Lagi ngidam satu smartphone yang katanya oke banget untuk bikin video dan nggak butuh komputer/laptop untuk mengeditnya. Mudah-mudahan segera terwujud 🙂
    Eko Nurhuda recently posted…Wak Doyok, Jadi Seleb Gara-Gara Cambang dan Kumis UnikMy Profile

  4. Kalau saya biasanya menggunakai pro summer atau mirorless. Karena tidak ada light tambahan saya pilih mode speed (TV) light meternya posisi di atas 0 agar tidak noise. Kalau hp saya masih bingung untuk tempat gelap. Punya lampu tambahan tapi belum pernah dipakai. Tidak tahu berapa jarak jangkauan cahanyanya.

  5. Aku lagi belajar biat film kartun pendek nij. Pake aplikasi apa ya enaknya? Sapatau bisa rekoemndasiin.
    Ade anita recently posted…Forbidden City (Kota Terlarang) 1My Profile

  6. Makasih artikelnya mba Donna, jadi ingin mendalami pembuatan video lebih dalam lagi deh jadinya. Selama ini sering bikin tapi masih ‘ngasal’ ;p

    Yuk yuk belajar bareng 🙂

  7. Iya mbak, sepertinya lebih seru kalau dibuat videonya. Tempo hari di sekolah Rani diadakan kegiatan Market Day. Ya sudah, saya foto-foto mereka. Lucu saja melihat mereka yang masih kecil belajar berdagang. Gak lama saya pikir-pikir, coba direkam ah. Tapi gak lama, hanya sekitar 30 detik.

    Sampai di rumah saya cari aplikasi editing video dan ketemu Viva Video. Coba pakai dan ternyata gampang sekali bagi yang masih awam sama video seperti saya ini. Eh giliran videonya sudah jadi malah menyesal sendiri kenapa tadi tidak direkam lebih lama saja 🙁
    andyhardiyanti recently posted…#BandungTrip – Kopdaran Seru Di Bawean Bakery GandapuraMy Profile

  8. Acaranya seru.. Pasti dapat ilmu banyak dari mas teguh ya mba.. Saya aja kecipratan dari tulisan diatas.. 5 shoot metode.. Close up wajah, aktivitas wide shoot, side shoot sama over the shoulder shoot . trus rupanya maksimal seseorang menikmati vidoe itu ada dikisaran 2-3 menit

  9. Saya termasuk senang bikin video, berharap mbak Donna menuliskannya di sini hihihi …. ternyata ngga Ada 🙁

  10. Edit video mudah karena ada aplikasi yang membantu kita, yang sulit adalah membuat video yang bercerita, mengambil sudut untuk membuat frame frame yang mengungkap Apa sih yang kita mau. Masih banyak banget yang harus dipelajari
    Evi recently posted…Borobudur, Wisata Salah Satu Keajaiban DuniaMy Profile

    • donna imelda

      yup, banyak banget yang harus dipelajari, dimulai dari yang paling dasar dan paling mudah. Dimuali dari perangkat yang kita punya dan setting yang paling terjangkau sambil terus belajar.

  11. Saya juga sedang belajar membuat video untuk nambahi media di blog.
    Masih perlu belajar banyak agar video saya semakin baik.
    Terima kasih tipnya
    Salam hangat dari Jombang
    Pakde Cholik recently posted…Hanya Kaum Perempuan Yang Suka MarahMy Profile

  12. Makasih ilmunya mbak. Saya juga lagi belajar nih bikin2 video pake hape. Suka sebelnya kalo pas lagi asik ngerekam, memori abis…pedih banget.

  13. Iya nih saya pernah mencoba aplikasi Lapse it, seru emang dunia vlog ini. Sama seperti blogging kudu ditelateni, tfs mba untuk tipsnya.

  14. Kepengen banget belajar bikin video utk dipajang di blog juga. Hmmm, jd dgn modal HP asal bisa editing, bisa ya?

  15. Wah, serunya silahturahmi sekalian belajar ya Mbak 🙂

  16. wah….bikin video memang sulit tapi kalau kita terus membuat tanpa menyerah dan berhasil pasti ketagihan terus pengen membuat. terima kasih sangat membantu. salam blogger..
    Akhdan Baihaqi recently posted…Syarat dan Ketentuan AqiqahMy Profile

  17. Hmmm, ada cerita tentang workshop mini itu rupanya di sini. Ditunggu vide-video kecenya ya. Ayo kamu pasti bisaaaa! 😀
    Teguh Sudarisman recently posted…MesaStila: A Dream Holiday (1)My Profile

  18. Iya nih vlogging yaaa … materi udah ada tinggal eksekusi aja nih … haha 😀
    Timothy W Pawiro recently posted…Makan hemat ala Indomaret PointMy Profile

  19. mudah-mudahan aku isa ikutan juga nih lain waktu
    Lidya Fitrian recently posted…Torabica Soccer Championship 2016 di OrangeTVMy Profile

  20. Wahhh, seru ya belajar bikin video..
    Tapi kayaknya lebih enak jadi model video, ya hihi 😀
    insanwisata recently posted…Menyongsong Panorama Pagi Candi Plaosan LorMy Profile

  21. Saya dari dulu pengen banget bikin video/travel video yang bener-bener niat gitu. Mulai dari perencanaan, konsep dan eksekusinya. Tapi memang keterbatasan perlengkapan menuntut kita kudu kreatif 🙂
    Rifqy Faiza Rahman recently posted…Candi Pari dan SahroniMy Profile

  22. Insya Allah aku mingggu besok…gw ngintip dulu di sini..haha..
    Sari Novita recently posted…Resort Hotel FM7: Asyiknya Hotel Dekat BandaraMy Profile

  23. Semenjak vlogging mulai marak, aku jadi mau belajar pakai smartphone utk vlogging nih. Hihihihi…. Tips yang bermanfaat banget, nih, Mbak.

  24. Aaaakkk, mba kamu kok keren amat sih tulisannyaaa….
    Iya nih, mesti diseriusin nih videonya. Harus belajar bener-bener kita ya.

    Kopdar bikin video yuk.

  25. Beberapa tulisanku udah mulai pakai video, ya edit sederhana di smartphone aja mbak. Belum bisa bikin yang wah seperti vlog lainnya.
    Huang recently posted…Kenali Songket Palembang, Cintai Produk LokalMy Profile

  26. Pengen mbak buat vlog kayak traveler lain cuma kualitas Hp masih belum ngerti teknisnya
    mau belajar dulu dari baca2 tulisan blogger yang mau sharing

  27. thank you dah sharing mbak, masih belajar buat vlog dengan baca2 dulu informasi kayak gini
    Pink Traveler recently posted…Umroh Gratis Berkat Nonton Film (Part 1)My Profile

  28. pengen belajar bikin video mbak pake smartphone, ntar beli hp yang support dulu kayaknya baru bisa buat video cakep, thanks ya udah sharing mbak

  29. thanks sharingnya mbak, ntar aku belajar deh buat vlog

  30. Aku juga pengen buat sayangnya peralatan belum memadai hahahah

  31. Pukpukkin HP. Pas libur lebaran kemarin nyoba bikin vid, tapi noise-nya parah. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge