Sunday, September 24, 2017
Home » Inspiration, Opinion, and Self Development » Begin With The End in Mine…. apa yg mereka katakan saat pemakaman kita kelak?

Begin With The End in Mine…. apa yg mereka katakan saat pemakaman kita kelak?

“Mulailah dengan hasil akhir” ……

Kalimat ini sering sekali aku sampaikan kepada mahasiswa ku, anak-anak ku, sahabat2 ku dan semua orang yang dekat di hati aku sebagai salah satu bentuk afirmasi terhadap diri sendiri,
sebuah ungkapan singkat untuk menyatakan bahwa semua hal diciptakan sebanyak dua kali,
pertama kita menciptakan secara mental dalam pikiran kita, baru yang kemudian kedua… secara fisik kita merealisasikannya.

Jadi bayangkan dulu seperti apa hasil akhir sebuah kegiatan yang akan kita lakukan, baik besar maupun kecil, pribadi atau antar pribadi sehingga kita tau mau kemana arah langkah kita.
hal ini membantu kita memilki kekuatan ekstra untuk menghadapi semua kesulitan atau masalah yang mungkin saja dapat terjadi selama perjalanan itu, membantu kita tetap pada arah yang kita tuju karena kita tahu benar hasil akhir apa yang akan kita dapat bila kita mau menempuh perjalanan itu.

Seperti Kahlil Gibran yang mengatakan dalam bukunya “Pasir dan Buih” bahwa untuk meraih fajar seseorang harus menempuh malam terlebih dahulu. Sama seperti perjalanan hidup yang kita lalui, terkadang kita merasa ada dalam kegelapan dan tak mampu lagi melihat cahaya. Namun percayalah bahwa malam yang paling gelap adalah awal dari fajar yang akan menjelang.

Begin with the end in mind adalah salah satu kebiasaan; kebiasaan kedua dari tujuh kebiasaan yang ditulis oleh Stephen R. Covey dalam bukunya The 7th Habit.
Untuk melatih kebiasaan ini, kita bisa memposisikan diri dengan melompat jauh ke depan, berpikir bahwa suatu hari kehidupan ini ada akhirnya.
Situasi dimana kehidupan kita telah berakhir dan saat dimana kita terlepas dari kehidupan dan orang-orang dalam kehidupan kita.

Bayangkanlah bahwa kita berada di situasi saat pemakaman diri kita.
Disitu berdiri orang-orang menyaksikan tubuh kita kembali ke tanah.
Pernah kah anda membayangkan apa yang ada di benak mereka saat proses itu berlangsung.
Apa arti tangis mereka, apa arti sendu mata mereka. dan apa arti diam mereka…..

Begin with the end in mind….
hasil akhir seperti apa yang anda inginkan saat itu…
apa yang anda ingin mereka ucapkan pada sambutan pemakaman kita.

Buku itu menulis…..mulailah hidup anda dengan hasil akhir benak orang-orang yang anda tinggalkan kelak.
Coba lah dengan menulis empat sambutan pemakaman yang ingin diucapkan orang pada saat pemakaman kita.
Coba bayangkan dan tulislah empat sambutan tersebut,
satu dari orang yang kita kasihi……,
satu dari seorang teman……,
satu dari rekan kerja……. dan
satu dari seseorang yang kita layani dalam komunitas keagamaan atau sosial di lingkungan masyarakat.

Tentu saja, empat itu bukan sebuah batasan kaku,
saya bahkan sering membayangkan apa yang mahasiswa saya akan katakan, apa yang akan tetangga saya katakan, apa yang pembantu dan mantan2 pembantu saya akan katakan, apa yang teman2 sekolah dan kuliah saya akan katakan…., apa yang teman2 fesbuk saya akan katakan……dan masiiiiih banyak orang2 lain yang akan mengatakan tentang saya….

Apakah mereka akan mengatakan, disini terbaring seorang perempuan, seseorang yang sangat kami kasihi, yang perjalanan hidupnya meninggalkan jejak dalam hidup kami, menyentuh dasar kehidupan kami,….atau apalah….no body knows…

kira-kira apa yang akan mereka ucapkan?
dan apa yang kita ingin mereka ucapkan?

mau mencoba melakukan?
empat saja dulu….

bila kita melakukan dengan sungguh-sungguh,
memikirkan apa yang ingin tertinggal saat kita pergi,
maka anda akan melakukan banyak sekali hal2 agar sambutan itu benar2 diucapkan pada saat pemakaman kita.

selamat mencoba..!!

Jakarta, 211209
sebuah pengantar untuk tahun baru…1431 H…2010 M
sebuah afirmasi untuk terus berbenah…bersih bersih
menjadi lebih baik…
amiin

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

P_20160401_151657

Kebun Raya Eks Tambang Emas Minahasa, Sebuah Persembahan Bagi Alam

Berkali saya melihat gambar yang sejatinya memancing imaji keindahan. Lubang-lubang putih menganga, berserakan di sebuah ...

6 comments

  1. Kita hanya bsa brharap smoga hidup kita,hari-hari kita bisa bermanfaat bagi sesama….

  2. sukaa banget sama postingan ini….kadang saya suka nangis kalau ingat apa yang besok org katakan tentang saya, rasanya belum banyak berlaku baik…hiks

  3. Di pemakaman saya orang-orang tidak akan berkata banyak, tapi akan banyak mengaji… :). Mereka akan berkata, “Itu Hanna… Ibu Dambaan Umat!”

    • donna imelda

      aamiin Allahumma Aamiin….. insyaallah ya mak Hanna, bukankah harapan adalah doa, ssmoga langkah dan niat lurus diberkahi dan dibukakan jalan menuju tujuan akhir…jannah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge