Home » Cerita di Balik Kisah » Ini Bukan Sebuah Ucapan Perpisahan khan, Ga? #ArgaSeries #1
3-Walk-Away-Confidently

Ini Bukan Sebuah Ucapan Perpisahan khan, Ga? #ArgaSeries #1

Pagi menjelang, matahari belum lagi tinggi di langit Jakarta, aku masih betah meringkuk di balik selimut tebalku setelah semalaman tidur nyenyak sekali. Begitu lelap meski hanya beberapa jam tertidur, hingga aku tak tau apakah aku sempat bermimpi tadi malam. Kemarin adalah hari yang cukup berat buatku, sejak pagi keluar rumah menembus belantara ibukota untuk berbagai urusan pribadi dan pekerjaan hingga jelang tengah malam baru kembali kerumah justru membuatku sulit tidur karena kelelahan. Kondisi seperti ini acap terjadi, meski mata kupaksakan terpejam, namun otakku tak jua berhenti berputar, sehingga aku harus minta bantuan Arga untuk membantuku tertidur.

“Can’t sleep….hiks” begitu pesan pendek yang aku kirim ke Arga

“tidurlah” balasan Arga

“gak bisa…, aku telepon kamu sebentar ya? Seperti biasa…

“ya…sebentar saja” jawab Arga tegas.

Arga sudah paham maksudku, lalu seperti biasa Arga akan mengangkat panggilan telepon dariku tanpa perlu menghentikan aktivitasnya, tanpa perlu berkata-kata, membiarkan aku mendengarkan suara-suara sekitarnya dimanapun ia berada saat itu bagai lagu pengantar tidur, dan seperti biasa pula cara ini manjur….aku jatuh tertidur tak lama setelah mendengarkan aktivitas Arga di kantornya.

***

Baru saja hendak kutarik lebih tinggi selimutku hingga ke leher, namun lampu indikator di telepon selulerku berkedip, tanda ada pesan masuk dari Arga. Setengah mengantuk kubaca isi pesannya. Aku menghela napas sambil menyebut namanya. Ah….kalimat seperti ini akhirnya keluar juga darinya. Kantukku pun hilang. Aku sudah menduga kemana arah pembicaraan Arga meski baru satu kalimat yang tertulis. Aku menunggu kalimat demi kalimat berikutnya dengan sabar. Sesabar aku membuai perasaannya yang peka selama ini, sesabar Arga melayani hatiku, menyiapkan kemungkinan terburuk dari pertanda yang terbaca seminggu terakhir ini, kegelisahan seorang Arga.

“Adis… bisa gak ya seandainya kita ga berkomunikasi sama sekali selama 1 minggu saja?”… begitu yang kalimat pertama yang tertulis dari Arga.

“kalau bisa, lalu kita coba 2 minggu”

“kalau bisa, lalu kita coba 3 minggu”

“kalau bisa, lalu kita coba 1 bulan”

“Begitu seterusnya….kita coba yuk”

sederhana, hanya seperti sebuah ajakan, tetap saja dadaku sesak membacanya.

“Ini semacam ucapan perpisahankah, Ga?” tanyaku……

Arga tak menjawab….tapi aku tau, ini cara mu mengucapkan selamat tinggal

Pelan….tapi tetap menyakitkan

***

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

IMG_1018

Yang Pertama Buatmu, Bukan Hanya Aku #ArgaSeries #5

Aku memegangi kepalaku dengan kedua tangan, seolah menopang isi kepalaku yang mendadak sarat oleh pengakuan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge