Thursday, November 23, 2017
Home » Inspiration, Opinion, and Self Development » Antara Aku, Dodol dan Lemang: Suatu Pagi di Dusun Mengkenang
Dodol Lemang Mengkenang Lahat Sumatera Selatan

Antara Aku, Dodol dan Lemang: Suatu Pagi di Dusun Mengkenang

Matahari belum lagi tinggi, tapi keriuhan di belakang rumah panggung yang kami tempati di Dusun Mengkenang sudah ramai terdengar. Lelaki, perempuan, dewasa dan anak-anak berkumpul di halaman belakang saling berbicara dan berkelakar satu sama lain di tiga tungku yang sedang menyala. Udara pagi yang dingin di kaki bukit di Kabupaten Lahat, tak menghalangi mereka untuk memulai kegiatan masak memasak sepagi mungkin.

Dodol Lemang Mengkenang Lahat Sumatera Selatan
Pagi dalam suasana kebersamaan yang hangat

Berangsur-angsur sejak kemarin, saya dan keluarga besar dari pihak ibu lainnya telah berkumpul di dusun asal kakek di Dusun Mengkenang, Kabupaten Lahat , Sumatera Selatan. Ada semacam reuni besar seluruh keturunan beliau di sini. Terbayang keramaiannya saat anak, cucu dan cicit beliau yang sudah beranak pinak dan saling berkerabat itu jumlahnya mencapai ratusan. Ada yang menetap di sini, ada pula yang merantau ke berbagai daerah di Indonesia, semua berkumpul di saat yang sama.  

Dodol Lemang Mengkenang Lahat Sumatera Selatan
Pasti lezat ya nek, dodolnya…

Mendengar keramaian mereka pagi ini, segera saya menyambar kamera di atas meja dan bergegas menuruni tangga kayu untuk bergabung di belakang rumah. Momen-momen serunya berkumpul dan beraktifitas bersama dengan kerabat yang jarang sekali saya temui adalah momen berharga yang sayang bila dilewatkan. Benar saja, mereka terlihat antusias sekali saat saya ikut bergabung bersama mereka.

Dodol Lemang Mengkenang Lahat Sumatera Selatan
Pagi yang seru

Setidaknya ada tiga kerumunan di tiga perapian yang menggunakan kayu bakar yang sedang menyala. Dua diantara kerumunan tersebut adalah mereka yang sedang memasak dodol, sedangkan satu kerumunan lagi sedang menanak beras untuk isian lemang. Semua bekerja dengan gembira, saling bercerita dan bercanda satu sama lain. Beberapa yang datang dari luar kota –termasuk saya dan orangtua saya– semangat sekali untuk mencoba mengaduk dodol dan mengisi lemang. Menyenangkan bisa merasakan pengalaman seperti ini.

Dodol Lemang Mengkenang Lahat Sumatera Selatan
Makin lama makin kental, adukannya makin berat. Semangaaat

Dalam satu kuali besar yang mereka sebut Kayau, sekayau sodol ini dimasak dengan menggunakan bahan santan kelapa yang berasal dari 20 butir Kelapa, 6 kilogram tepung beras Ketan, 4 kilogram gula pasir dan 2 kilogram gula merah. Meski kelihatannya hanya diaduk-aduk, pada kenyataannya tak semudah yang saya lihat. Nyala api harus dikontrol agar tak terlalu besar, dan adonan harus terus diaduk tanpa henti hingga dodol jadi. Tak heran bila harus ada beberapa orang, bisa lelaki dan atau perempuan yang secara bergantian mengaduk-aduk dodol.

Dodol Lemang Mengkenang Lahat Sumatera Selatan
Sekayau (sekuali) dodol yang sedang dimasak

Di sudut lain, beberapa perempuan berkumpul mengisi buluh-buluh bambu yang telah dilapisi daun. Sebanyak 15 kilogram beras ketan yang telah ditanak dalam santan kelapa akan menghasilkan sekitar 50 batang lemang. Buluh-buluh bambu ini kemudian akan dikukus terlebih dahulu sebelum kemudian di bakar di atas bara api hingga tanak, dan dinikmati bersama tapai atau disiram kuah kari. Hmmm, terbayang khan nikmatnya.

Dodol Lemang Mengkenang Lahat Sumatera Selatan
Buluh-buluh bambu untuk membuat lemang

Tak berhenti sampai di situ, para lelaki pun kemudian berkumpul mempersiapkan proses pemotongan sapi. Semua dikerjakan secara bersamaan dan bergotong royong. Berlebaran di dusun memberikan pengalaman yang unik buat saya. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan masih terasa sangat kental. Keseruan selalu hadir setiap menjelang waktu makan, kompak menyiapkan menu makanan bersama-sama, baik untuk hidangan berbuka puasa maupun menu untuk berlebaran besok.

Dodol Lemang Mengkenang Lahat Sumatera Selatan
Mengisi lemang

Begitulah kehidupan di dusun, kekerabatan yang masih sangat kuat dan kebersamaan yang sangat lekat menciptakan interaksi yang begitu hangat. Banyak hal yang selalu dapat dikerjakan bersama-sama dalam suasana yang gembira. Melihat keseruan pagi ini, saya tak sabar untuk menunggu momen-momen berikutnya. Hal menarik apalagi ya esok hari saat lebaran tiba?
Tunggu cerita selanjutnya ya.

Dodol Lemang Mengkenang Lahat Sumatera Selatan
Siap dikukus lalu dibakar

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

P_20160401_151657

Kebun Raya Eks Tambang Emas Minahasa, Sebuah Persembahan Bagi Alam

Berkali saya melihat gambar yang sejatinya memancing imaji keindahan. Lubang-lubang putih menganga, berserakan di sebuah ...

12 comments

  1. olahan dodol dan lemang yang dibuat dikaki bukit di kabupaten lahat itu sungguh cerminan betapa kebudayaan gotong royong dan jalinan silaturahminya pasti mendalam sangat bersama kehadiran admin di suasana itu
    Mang Lembu recently posted…Menjaga kesehatan tanpa biayaMy Profile

  2. Menyenangkaaaan…. Ya, kumpul kelg besar sllu menyenangkan ya mbak… Dan saya penasaran pingin ngicip lemangnya… 🙂
    Mechta recently posted…Balon Raksasa & Lopis Ageng ciri Syawalan di Kota PekalonganMy Profile

  3. Duuhh lemang.. disini mah susah cari lemang. Seru ya kerja bareng.semua makanannya jd makin enak deh karena ada tambàhan bumbu cinta 🙂

  4. Seneng banget lihat akrabnya buat dodol ini, suasana lebaran bikin kangen
    diarysivika recently posted…Wisata Kuliner Halal di HongkongMy Profile

  5. makan dodol itu cepet ya mbak, padahal bikinnya perjuangan
    Lidya recently posted…Berbagi Cerita Berbagi Cinta – Stories From The HeartMy Profile

  6. Waa seru sekali gotong royong masak bareng kayak gitu Mbak. Khas desa yang sulit dinikmati di kota 🙂
    Rifqy Faiza Rahman recently posted…[TERIOS] Tertawan Kalimantan, Tersandera MaratuaMy Profile

  7. Seru ya kalau kumpul2 dengan keluarga, apalagi yang jarang ketemu
    Catcilku recently posted…Amplop Angpao Idul FitriMy Profile

  8. Wah seru banget mbak lihat foto2nya aja kebayang gimana keseruan dan obrolan2 selama mengaduk adonan bareng2

  9. Waktu kecil aku pernah tiggal di pelosok tapsel sana, Sipiongot. Disitulah aku kenal lomang dan dodol yang dimasak rame2 dan gotong royong, persis kayak yang di bilang kakak di atas.

  10. Kampung halaman yang tak terlupakan, nginak dai di photo tu kenal gale ceh…. Sape die penulis ni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge