Home » Family and Parenting » Aku tau….ibu mencintai aku
aku tau, ibu mencintai aku

Aku tau….ibu mencintai aku

Hari ini Tuhan mengingatkan ku tentang arti mendengarkan dengan penuh perhatian…….dengan membawa langkahku ke rak buku….

Teringat bahwa baru tadi seharian penuh dengan dibarani dalam perjalanan tanpa jeda dari satu tempat ke tempat lain dari jam 9 pagi sampai hampir jam 9 malam menghasilkan banyak sekali cerita, perbincangan dan moment2 seru dan berharga.

Perjalanan bersama dua anak perempuan yang konon katanya lebih banyak bicara ketimbang anak laki-laki di dalam mobil nyaris membuat aku tidak sempat berpikir selain tentang mereka dan hal-hal yang ingin mereka bicarakan.

Kalimat: “Bunda…bunda…, apa, kenapa, dimana, bagaimana, siapa”, bolak balik mereka lakukan. Bahkan untuk hal-hal yang mereka sudah tahu pun terkadang ditanyakan ulang untuk mendapatkan penegasan atau mencari jalan tengah diantara mereka berdua bila ada perbedaan persepsi atau pendapat tentang suatu hal.

Ah….tentu saja bila tidak ada hal lain yang sedang kita kerjakan atau yang sedang kita pikirkan, polah tingkah laku anak seperti mereka tidak akan menjadi sebuah masalah. tetapi bila tidak ?….wah….biasanya kita tidak akan sabar menghadapi kejadian seperti ini.

Aku yang sejak awal berangkat sudah meninggalkan atribut properti ku sebagai “dosen dan mahasiswa” aja nih…, artinya hari ini cuma untuk mereka, cukup kewalahan. Sehingga sempat aku mengatakan (dan aku menyesal mengatakannya), “duh…apalagi nak….nanya mulu ah, bunda cape deh jawabnya”. Untung saja aku masih ingat tekadku untuk terbiasa menghentikan apapun kegiatan ku, meski hanya beberapa detik saja bila diba dan rani mengajakku bicara dan segera mengalihkan seluruh perhatian ku penuh kepada mereka.

Pointnya adalah; Kita kadang lupa arti penting mendengarkan dengan perhatian. Karena mendengar saja, tanpa memberikan perhatian terhadap apa yang kita dengar tentu saja memberikan hasil yang berbeda.
Coba kita ingat-ingat sejenak.
Ingat kah anda, apa yang anda lakukan bila anak2 anda menyela pembicaraan telepon anda.
Ingatkah anda, apa yang anda katakan saat anak2 anda meminta perhatian anda yang sedang fokus dilayar komputer (termasuk layar fesbuk) anda.
Atau….apa yang anda katakan saat anak-anak anda meminta sesuatu saat anda asyik berbicara dengan teman anda?

Hm…saya sudah bisa membayangkan bagamana kejadiannya.
mereka yang akan kita perintahkan untuk menghentikan tanya atau interupsi mereka, lalu terlihat lah raut wajah kecewa anak-anak itu. Padahal bila yang kita lakukan sebaliknya, artinya kita lah yang berhenti sejenak dari kegiatan tsb dan mengalihkan perhatian kepada mereka tidak akan menjadi masalah besar bukan ?

Tetapi mudah2an cerita dibawah ini mampu mengingatkan kembali tentang hal itu.
Cerita ini aku tulis kembali malam ini saat mencari sebuah buku tentang kondenser dan membuat ekor mataku tertuju pada sebuah buku hijau kecil yang sudah cukup lama tidak dibuka kembali.
Cerita dari sebuah buku favorit koleksi rak “managing people” ku dimana didalamnya banyak sekali pelajaran berharga tentang bagaimana menciptakan harmoni kehidupan dengan orang lain. Salah satu halamannya menulis cerita singkat yang sangat menginspirasi aku tentang bagaimana berharganya sebuah perhatian dan pentingnya mendengarkan.
Terutama buat anak2 kita…

Ceritanya begini:
Suatu malam seorang ibu sedang duduk bersama putranya di dapur.
Dan setelah berdiskusi singkat tentang suatu hal yang ada di dalam pikiran sang anak
si anak berkata :”bu, aku tahu kalau ibu sangat mencintai aku”

Sang ibu sungguh tersentuh mendengar itu dan berkata :”sudah pasti ibu sangat mencintaimu, kau meragukannya anakku?”

Anak itu menjawab :”Tidak…, saya tahu ibu sangat mencintai saya, karena setiap kali saya ingin bicara tentang sesuatu, ibu akan menghentikan apapun yang sedang ibu kerjakan dan mendengarkan saya”

*oh, so sweet…
—————————-

Mudah2an diba dan rani tahu benar aku mencintai mereka
dan aku berusaha untuk menghentikan apapun yang aku kerjakan, meski beberapa detik saja untuk mendengarkan apa yang ingin mereka katakan.
karena memang aku sayang kalian…

cibubur, the fourth of july 2009
to my beloved diva and rani

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

P8140535 - Copy

traveling asyik dimata anakku, lagu rindu sang bunda di bibir anaknya…

 Karena lagu yang tinggal diam di dalam hati seorang ibu, bernyanyi diatas bibir anaknya. Cuplikan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge